Bocor! Ini Daftar Lengkap 800 Nama Pengusaha Kita yang Masuk PANAMA PAPERS!

Bocor! Ini Daftar Lengkap 800 Nama Pengusaha Kita yang Masuk PANAMA PAPERS!


Panama Papers adalah kumpulan 11,5 juta dokumen rahasia yang dibuat oleh penyedia jasa perusahaan asal Panama, Mossack Fonseca adalah firma hukum dan penyedia jasa pengelolaan aset perusahaan yang berlokasi di Panama yang didirikan pada tahun 1977 oleh Jürgen Mossack dan Ramón Fonseca.

Mossack Fonseca Co, bertanggung jawab untuk mengawasi dan mengatur jasa-jasa perserikatan dan perwalian aset dari suatu perusahaan. Fokus utama dari firma hukum ini adalah perlindungan aset, perencanaan pajak dan properti. Perusahaan ini memiliki lebih dari 40 cabang di seluruh dunia, yang kini dikenal karena terlibat dalam bocoran dokumen surga pajak Panama Papers ini.

Dokumen ini berisi informasi rinci mengenai lebih dari 214.000 perusahaan luar negeri, termasuk identitas pemegang saham dan direkturnya.

Sejauh ini, dokumen tersebut telah mencantumkan nama pemimpin dari lima negara, yaitu Argentina, Islandia, Arab Saudi, Ukraina, dan Uni Emirat Arab, serta pejabat pemerintahan, kerabat dekat, dan teman dekat sejumlah kepala pemerintahan dari kurang lebih 40 negara lainnya, termasuk Brasil, Cina, Perancis, India, Malaysia, Meksiko, Malta, Pakistan, Rusia, Afrika Selatan, Spanyol, Suriah, dan Britania Raya.

Rentang waktu dokumen ini dapat ditelusuri hingga tahun 1970-an. Dokumen berukuran 2,6 terabyte ini diberikan oleh seorang sumber anonim kepada Süddeutsche Zeitung pada bulan Agustus 2015 dan International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ).

Dokumen bocoran ini kemudian disebarkan dan dianalisis oleh kurang lebih 400 wartawan dari 107 organisasi media di lebih dari 80 negara! Laporan berita pertama berdasarkan dokumen ini bersama 149 berkas dokumennya telah diterbitkan pada tanggal 3 April 2016 silam. Daftar lengkap perusahaan yang terlibat telah dirilis pada awal Mei 2016 lalu.
Mossack Fonseca adalah badan hukum dan penyedia jasa perusahaan asal Panama yang didirikan tahun 1977 oleh Jürgen Mossack dan Ramón Fonseca. Perusahaan ini menyediakan jasa pembentukan perusahaan di negara lain, pengelolaan perusahaan luar negeri dan manajemen aset.

Apa itu bocoran “Panama Papers”?

Untuk dapat menjelaskan tentang bocornya dokumen rahasia ini, kami akan menjabarkannya secara ringkas dengan cara mencontohkan seolah-olah Anda adalag seorang anak kecil dan tabungan uang-uang yang ada di Panama Paperssebagai layaknya sebuah celengan.

Katakanlah misal Anda adalah seorang anak kecil yang menyimpan koin-koin uang Anda di celengan yang ada di lemari Anda.
Tapi ibu Anda terus mengecek berapa banyak Anda menabung dan mengambil uang dari celengan Anda. Tentunya Anda tidak menyukainya. Agar tak diketahui ibu Anda, maka Anda membeli celengan lainnya dan berencana untuk menitipkannya di rumah Alpha.

Di rumah Alpha, ibunya sangat sibuk. Jadi ibu Alpha tidak memeriksa celengan Anda, itu artinya bahwa Anda dapat secara diam-diam menjaga celengan milik Anda di lemari Alpha tanpa ada yang mengecek celengan kedua milik Anda itu.
Teman-teman Anda dan juga anak-anak tetangga Alpha yang celengannya selalu dipantau ibunya juga berpikir, bahwa cara ini adalah ide yang baik. Maka mereka juga menempatkan celengan mereka di lemari Alpha.

Tapi pada suatu hari, akhirnya ibu Alpha menemukan celengan-celengan itu ada di lemari Alpha, di rumah mereka.
Ibu Alpha marah, dan mengontak semua orang tua setiap anak, termasuk Anda, untuk memberitahu pada mereka bahwa anak-anaknya telah menyembunyikan uang mereka di rumahnya.

Cerita animasi seperti diatas itulah pada dasarnya, terjadi kebocoran dokumen Panama Papers ini, dan diketahui bahwa banyak orang-orang penting dan kuat di dunia, telahmenyembunyikan celengan mereka di rumah Alpha, dalam hal ini terjadi di Panama.

Meskipun begitu, mungkin tidak semua anak-anak yang menempatkan uangnya di lemari Alpha telah melakukan sesuatu yang buruk. Misalnya Anda, yang hanya ingin privasi dari ibu Anda.

Tapi tetangga Anda bernama Bravo, mencuri uang dari dompet ibunya danmenyembunyikannya di lemari Alpha. Dan Charlie mencuri uang makan siang orang laindan tidak ingin orang tuanya menanyakan dari mana uang itu berasal.

Suatu saat, mereka dan kita akan tahu siapa saja yang melakukan semua ini untuk alasan yang buruk dan yang tidak buruk.

Tapi semua orang yang menyembunyikan celengan mereka di rumah Alpha masih dalam kesulitan, karena celengan rahasia tidak diperbolehkan.

Jadi dalam hal “Panama Papers”, wartawan sekarang menjelajahi catatan-catatan itu untuk dapat lebih memahami apa jenis kegiatan yang terjadi di rumah Alpha di Panama. Apakah itu legal, sesuai, atau bersifat lentur terhadap hukum.

Beberapa Tokoh-Tokoh Yang Diretas

Laporan awal menyebutkan hubungan antara uang dan kekuasaan, dan juga hubungan antara beberapa tokoh politik ternama dan kerabatnya telah bocor. Presiden Argentina Mauricio Macri tercantum sebagai direktur perusahaan dagang Bahama. Ia tidak mengungkapkan hal ini ketika masih menjabat walikota Buenos Aires, saat itu belum jelas apakah jabatan direktur non-pemegang saham perlu diungkapkan ke publik.

The Guardian melaporkan bahwa bocoran ini mengungkapkan hubungan konflik kepentingan yang besar antara seorang anggota FIFA Ethics Committee dan mantan wakil presiden FIFA Eugenio Figueredo.
Beberapa pemimpin negara disebutkan dalam Panama Papers, diantaranya termasuk :

- Presiden Argentina Mauricio Macri
- Khalifa bin Zayed Al Nahyan dari Uni Emirat Arab
- Petro Poroshenko dari Ukraina
- Raja Salman dari Arab Saudi
- Perdana Menteri Islandia, Sigmundur Davíð Gunnlaugsson
- Mantan Perdana Menteri Georgia, Bidzina Ivanishvili
- Mantan Perdana Menteri Irak, Ayad Allawi
- Mantan Perdana Menteri Yordania, Ali Abu al-Ragheb
- Mantan Perdana Menteri  Qatar, Hamad bin Jassim bin Jaber Al Thani
- Mantan Perdana Menteri Ukraina, Pavlo Lazarenko
- Mantan Presiden Sudan, Ahmed al-Mirghani
- Emir Qatar Hamad bin Khalifa Al Thani, dan masih banyak lagi orang-orang penting dunia lainnya.

Presiden Ukraina Petro Poroshenko berjanji kepada masyarakat bahwa ia akan menjual perusahaan permennya, Roshen, saat mencalonkan diri tahun 2014. Bocoran dokumen justru menunjukkan bahwa ia malah mendirikan perusahaan holding luar negeri untuk memindahkan bisnisnya ke Kepulauan Virgin Britania Raya. Atas tindakan tersebut, ia mampu menghindari pajak di Ukraina senilai jutaan dolar Amerika Serikat!

Pejabat pemerintahan beserta kerabat dekat dan teman dekat berbagai kepala pemerintahan dari kurang lebih 40 negara juga tercantum, termasuk pejabat pemerintah Aljazair, Angola, Argentina, Azerbaijan, Botswana, Brasil, Kamboja, Chili, Cina, Republik Demokratik Kongo, Republik Kongo, Ekuador, Mesir, Perancis, Ghana, Yunani, Guinea, Honduras, Hongaria, Islandia, India, Israel, Italia, Pantai Gading, Kazakhstan, Kenya, Malaysia, Meksiko, Maroko Malta, Nigeria, Pakistan, Panama, Peru, Polandia, Rusia, Rwanda, Arab Saudi, Senegal, Afrika Selatan, Spanyol, Suriah Taiwan, Britania Raya, Venezuela, dan Zambia. Meski awalnya dinyatakan bahwa Panama Papers tidak mencantumkan warga negara Amerika Serikat, namun pernyataan tersebut terbukti salah!

Menurut The Guardian, nama Vladimir Putin “tidak muncul di catatan manapun”, tetapi surat kabar ini menerbitkan artikel utama tentang tiga teman Putin yang namanya tercantum. The Guardian menulis bahwa keberhasilan bisnis teman-teman Putin “tidak mungkin terjadi tanpa arahan dari Putin sendiri”. Misalnya, surat kabar ini mengutip Sergei Roldugin yang disebut-sebut sebagai “sahabat baik” Putin.

Tokoh terkenal yang juga ada dalam daftar, berhubungan dengan badan sepak bola dunia, FIFA, adalah mantan Presiden CONMEBOL Eugenio Figueredo, mantan Presiden UEFA Michel Platini, mantan Sekretaris Jenderal FIFA Jérôme Valcke, dan mantan pesepakbola Argentina Lionel Messi. Pemeran India Amitabh Bachchan dan Aishwarya Rai Bachchan juga tercantum dalam Panama Papers menurut The Indian Express .

Perusahaan-Perusahaan yang terlibat

Mossack Fonseca mengelola banyak perusahaan selama bertahun-tahun. Jumlah perusahaan aktif yang dikelola mencapai puncaknya pada tahun 2009, yaitu sebanyak 80.000 perusahaan. Lebih dari 210.000 perusahaan di 21 negara muncul di Panama Papers. Lebih dari separuhnya didirikan di Kepulauan Virgin Britania Raya dan sisanya di Panama, Bahama, Seychelles, Niue, dan Samoa.

Selama sekian tahun, Mossack Fonseca menangani klien di lebih dari 100 negara yang sebagian besar perusahaan berasal dari Hong Kong, Swiss, Britania Raya, Luxemburg, Panama, dan Siprus.Mossack Fonseca bekerja sama dengan lebih dari 14.000 bank, badan hukum, notaris, dan pihak lainnya untuk mendirikan perusahaan, yayasan, dan trust sesuai pesanan klien.
Lebih dari 500 bank mendaftarkan hampir 15.600 ‘perusahaan cangkang’ (shell company) bersama Mossack Fonseca. HSBC dan rekan-rekannya mendirikan lebih dari 2.300 perusahaan cangkang.

Dexia (Luxemburg), J. Safra Sarasin (Luxemburg), Credit Suisse (Kepulauan Channel), dan UBS (Swiss) yang masing-masing mengajukan pendirian kurang lebih 500 perusahaan cangkang untuk kliennya, sedangkan Nordea (Luxemburg) mengajukan pendirian 400 perusahaan. Lebih dari satu tahun sebelum Dokumen Panama dibocorkan, surat kabar Jerman Süddeutsche Zeitung telah menerima dokumen terkait Mossack Fonseca itu, dari satu sumber anonim.

Ukuran dokumen yang dibocorkan ini mengalahkan Wikileaks Cablegate (1,7 GB), Offshore Leaks (260 GB), Lux Leaks (4 GB), dan Swiss Leaks (3,3 GB). Data bocoran ini terdiri dari surat elektronik, berkas PDF, foto, dan berkas pangkalan data internalMossack Fonseca. Semua data diterbitkan mulai tahun 1970-an sampai musim semi 2016 dari 214.000 perusahaan.

Terdapat folder untuk setiap perusahaan cangkang (shell company) yang berisi surat elektronik (email), kontrak, transkrip, dan dokumen pindaian. Bocoran ini terdiri dari 4.804.618 surel, 3.047.306 berkas format pangkalan data, 2.154.264 PDF, 1.117.026 foto, 320.166 berkas teks, dan 2.242 berkas berformat lain.

Beberapa orang top dan kaya raya yang namanya termasuk di dalam “Panama Papers”

1. Politisi dan Pengusaha Indonesia
Di Indonesia, nama-nama para miliarder ternama yang setiap tahun langganan masuk daftar orang terkaya versi Forbes Indonesia bertebaran dalam dokumen Mossack. Menurut tempo, mereka diantaranya:

James Riady (grup Lippo )

Pemilik grup Lippo, James Riady, misalnya, tercatat sebagai pemegang saham di sebuah perusahaan bernamaGolden Walk Enterprise Ltd. Perusahaan itu didirikan dengan bantuan Mossack Fonseca di British Virgin Islands pada 2011.

Ia masuk ke komunitas bisnis Amerika dimulai pada tahun 1977, ketika ia dibujuk oleh mogul perbankanArkansas  WR Witt dan Jackson T. Stephens, dan pendiri Stephens Inc., yaitu salah satu bank investasi terbesar Amerika di luar Wall Street.

Putranya, John Riady, juga tercatat sebagai pemilikPhoenix Pacific Enterprise Ltd di BVI. Ketika dimintai konfirmasi, salah seorang keluarga Riady memberikan keterangan off the record.

Franciscus Welirang (Direktur PT Indofood Sukses Makmur)

Nama lain yang muncul dalam daftar ini adalah DirekturPT Indofood Sukses Makmur, Franciscus Welirang. Dia tercatat sebagai pemegang saham perusahaan offshorebernama Azzorine Limited.

Nama Fransiscus yang akrab dipanggil Frangky ini mulai muncul di atmosfir Salim Grup setelah menamatkan pendidikan insinyur kimia bidang plastik, di Institute South Bank Polytechnic, London, Inggris tahun 1974.

Dalam Panama Papers,l Frangky ini tak langsung tercatat sebagai klien Mossack Fonseca. Namun ia terafiliasi lewat BOS Trust Company (Jersey) Ltd, yang menjadi klien sejak 2013.

Sandiaga Uno (pebisnis sekaligus calon Gubernur DKI Jakarta mendatang)

Pebisnis terkemuka yang kini tengah mencalonkan diri menjadi calon Gubernur DKI Jakarta, juga tersangkut dokumen ini. Sandiaga Uno, pebisnis terkemuka yang kini tengah mencalonkan diri menjadi calon Gubernur DKI Jakarta, juga tersangkut dokumen ini.

Dikonfirmasi tempo, Sandiaga mengaku memang memiliki beberapa perusahaan offshore di British Virgin Islands. Keberadaan perusahaan offshore itu penting untuk bisnisSaratoga Equities, sebuah perusahaan investasi yang dia dirikan bersama Edwin Soeryadjaya.

Setidaknya ada tiga perusahaan offshore yang terkait dengan Sandiaga: Aldia Enterprises Ltd, Attica Finance Ltd, dan Ocean Blue Global Holdings Ltd. Ketiganya didirikan berurutan sejak 2004 sampai 2006.

“Saya memang punya rencana membuka semuanya karena saya sekarang dalam proses mencalonkan diri menjadi pejabat publik,” katanya tenang.

Rini Soemarno  Menteri BUMN

Menteri yang bernama Rini Mariani Soemarno Soewandi juga terdapat dalam daftar “Panama Papers”.

Ia adalah Menteri Badan Usaha Milik Negara dalam Kabinet Kerja periode 2014-2019 oleh Presiden Jokowi sejak 26 Oktober 2014.

Sarjana Ekonomi lulusan 1981 dari Wellesley College, Massachusetts, Amerika Serikat ini adalah termasuk salah seorang menteri yang diangkat dari kalangan profesional.

Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan pada Kabinet Gotong Royong tahun 2001 hingga tahun 2004.

2. Beberapa keluarga konglomerat (klan) yang pernah masuk dalam majalah Forbes

Selain itu ada pula tertera beberapa nama pada Panama Papers, dari keluarga besar atau klan konglomerat Indonesia yang pernah masuk dalam “150 Wealthiest Indonesian”menurut versi majalah Forbes tahun 2008, yaitu:

- klan Widjaja (Sinar Mas Group) bidang plantations, pupl and paper, finance, property.
- klan Ciputra (Ciputra Development) bidang property.
- klan Tjandra
- klan Hartono (Djarum Group) bidang cigarettes, banking, property.
- klan Salim (Salim Group) bidang foods, plantations, telecommunications, property.
- klan Sampoerna (Sampoerna Capital Group) bidang plantations, telecommunications, investment.
- klan Halim (Gudang Garam Group) bidang cigarettes.
- klan Tanoto (Raja Garuda Mas) bidang plantations, pupl and paper, investments.
- klan Katuari (Wings Group) bidang consumer goods.
- klan Riady (Lippo Group) bidang property, retail, healthcare, education.
- klan Rachmat (Triputra Group/Adaro) bidang coal mining, manufacturing.
- klan Angkosubroto (Gunung Sewu Group) bidang property, agribusiness, manufacturing, insurance.
- salah satu dari klan Pangestu (Barito Pacific) bidang timber, petrochemicals, mining.
- salah satu dari klan Panigoro (Medco) bidang energy, mining, plantations.
- salah satu dari klan Soeryadjaya (Saratoga Investama) bidang mining, infrastructure.
- salah satu dari klan Bakrie (Bakrie Group) bidang energy, property, telecommunication

Klan Bakrie pernah berada di urutan nomer satu dalam “150 Wealthiest Indonesian” menurut versi majalah Forbes tahun 2008 dengan penambahan kekayaan US$9,2 milyar dollar AS. Disusul nomer #2 Budi Hartono dari klan Hartono dengan penambahan kekayaan US$6,8 milyar dollar AS.

Nomer #3 adalah Eka Cipta Widjaja dari klan Widjaja dengan penambahan kekayaan US$3,8 milyar dollar AS. Nomer #4 adalah Sudono Salim dari klan Salim dengan penambahan kekayaan US$3,04 milyar dollar AS. Nomer #5 adalah Putera Sampoerna dari klan Sampoerna dengan penambahan kekayaan US$2,42 milyar dollar AS.
Masih dalam “150 Wealthiest Indonesian”  versi majalah Forbes tahun 2008 lalu, nomer #6 Rachman Halim dari klan Halim dengan penambahan kekayaan US$2 milyar dollar AS. Nomer #7 Sukanto Tanoto dari klan Tanoto dengan penambahan kekayaan US$1,43 milyar dollar AS. Nomer #8 Eddy William Katuari dari klan Katuari dengan penambahan kekayaan US$1,21 milyar dollar AS. Nomer #8 Prajogo Pangestu dari klan Pangestu dengan penambahan kekayaan US$1,2 milyar dollar AS.

Masih dalam “150 Wealthiest Indonesian”  versi majalah Forbes tahun 2008 lalu, loncat ke nomer #13 dari klan Panigoro dengan penambahan kekayaan US$1,05 milyar dollar AS. Nomer #16 klan Soeryadjaya dengan penambahan kekayaan US$810 juta dollar AS. Nomer #17 klan Setiawan dengan penambahan kekayaan US$760 juta dollar AS. Nomer #18 klan Riady dengan penambahan kekayaan US$731 juta dollar AS.

Masih dalam “150 Wealthiest Indonesian”  versi majalah Forbes tahun 2008 lalu, loncat ke nomer #21 klan Rachmat dengan penambahan kekayaan US$654 juta dollar AS. Nomer #24 klan Ciputra dengan penambahan kekayaan US$600 juta dollar AS. Nomer #29 klan Angkosubroto dengan penambahan kekayaan US$460 juta dollar AS.

Dan masih ada beberapa klan atau keluarga besar konglomerat lainnya yang dalam “150 Wealthiest Indonesian” versi majalah Forbes tahun 2008 lalu, yang berada dibawah 30 besar dari 150 orang paling kaya raya di Indonesia tahun 2008,  juga masuk dalam “Panama Papers” namun tak dimasukkan disini (lihat dalam daftar dibawah).

3. Pengusaha-pengusaha top Indonesia lainnya dalam “Panama Papers” yang masuk dalam majalah Forbes

Beberapa pengusaha lainnya yang juga tertera dalam “Panama Papers” dan sempat masuk juga dalam “150 Wealthiest Indonesian” versi majalah “Forbes tahun 2008″ lalu adalah:

- Hashim Djojohadikusumo (Arsari Group, Tirtamas Comexindo, bidang oil, pulp and paper, petrochemicals, pertambangan, program bio-ethanol, perkebunan karet) dalam “150 Wealthiest Indonesian” versi majalahForbes tahun 2008 lalu, menempatkan posisi #14 dengan penambahan kekayaan US$1,05 milyar dollar AS.

Pengusaha yang juga adalah adik capres pada tahun 2014 lalu yaitu Prabowo Subianto ini pada tahun 2002 lalu, Hashim pernah menjadi tersangka dan masuk tahanan dalam kasus Pelanggaran Batas Minimum Pemberian Kredit (BMPK) Bank Industri sebesar Rp. 4 milyar. Ia ditahan karena terlibat pelanggaran Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dimana kredit yang seharusnya dikucurkan ke kreditor, ternyata dikucurkan ke grupnya sendiri.

Seperti ditulis wikipedia, awalnya Hashim Djojohadikusumo magang di sebuah bank investasi sebagai analis keuangan di Perancis, kemudian ia mulai memasuki dunia bisnisnya dengan menjadi direktur di Indo Consult.

Berkat perkembangan bisnis dan perusahaan Hashim Djojohadikusumo yang semakin melaju pesat, maka akhirnya ia pun mulai mengakuisi PT. Semen Cibinong lewat perusahaannya bernama PT. Tirta Mas. Setelah itu, ia pun juga mulai menanamkan sahamnya di Bank Niaga dan Bank Kredit Asia, hingga ia menjadi benar-benar seorang konglomerat.

Setelah itu bersama dengan Prabowo, ia membeli Kiani Kertas, perusahaan eks-Bob Hasan yang bermarkas di Kalimantan Timur. Setelah berhasil menyelamatkan perusahaan Prabowo tersebut, Hashim Djojohadikusumo juga berhasil menguasai konsesi lahan hutan sebesar 97 hektare yang tersebar di Aceh Tengah, yang kemudian mendorongnya untuk terus memperluas jaringan bisnisnya hingga memiliki 3 juta hektare perkebunan, konsesi hutan, tambang batubara, dan ladang migas di Aceh hingga ke Papua.

Menurut laporan Forbes 2012 mengklaim bahwa Hashim Djojohadikusumo sebagai salah satu pria terkaya di Asia dengan kekayaan mencapai US$ 850 juta dollar AS. Namum demikian Kiani Kertas kerap mengalami masalah keuangan dan pada awal 2014 terjadi protes buruh yang belum menerima gaji selama 5 bulan.

- Chairul Tanjung (Para Group, bidang banking, consumer goods), dalam“150 Wealthiest Indonesian” versi majalah Forbes tahun 2008 lalu, pernah menempatkan posisi #22 dengan penambahan kekayaan US$610 juta dollar AS.

Seperti ditulis wikipedia, pada tahun 2010, majalah Forbes menempatkan Chairul sebagai salah satu orang terkaya di dunia. Ia berada di urutan ke-937 dengan total kekayaan mencapai US$ 1 milyar dollar AS.

Satu tahun kemudian, menurut Forbes, kekayaan Chairul telah meningkat lebih dari dua kali lipat, yakni dengan total kekayaan US$ 2,1 milyar dollar AS.

Tahun 2014, Chairul memiliki kekayaan sebesar US$ 4 milyar dolar AS dan termasuk orang terkaya nomor 375 dunia.

Pada tanggal 1 Desember 2011, Chairul Tanjung meresmikan perubahan Para Grup menjadi CT Corp. CT Corp terdiri dari tiga perusahaan sub holding: Mega Corp, Trans Corp, dan CT Global Resources yang meliputi layanan finansial, media, ritel, gaya hidup, hiburan, dan sumber daya alam.

- Muhammad Aksa Mahmud (Bosowa Group, bidang infrastructures, property, agriculture)yang sedang menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), masa periode 1 Oktober 2004 – 1 Oktober 2009.

Dalam “150 Wealthiest Indonesian” versi majalah Forbes tahun 2008 lalu, ia menempatkan posisi #25 dengan penambahan kekayaan US$599 juta dollar AS. Sebagai Politikus, ia pernah menjadi Anggota MPR RI Fraksi Utusan Daerah dari Sulawesi Selatan pada tahun 1999-2004 dan berlanjut menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah periode 2004-2009 mewakili Sulawesi Selatan. Saat ini ia masih aktif sebagai politikus senior Partai Golkar. Ia menikahi Ramlah Kalla (adik Jusuf Kalla) dan memiliki 5 orang anak.

- Rusdi Kirana (Lion Air Airlines) dalam “150 Wealthiest Indonesian” versi majalah Forbes tahun 2008 lalu, menempatkan posisi #28 dengan penambahan kekayaan US$492 juta dollar AS.

Pengusaha Indonesia dan juga pendiri Lion Air ini pada 19 Januari 2015, dipilih oleh Presiden Joko Widodo untuk menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden.

Di bidang politik, sejak 12 Januari 2014 lalu, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Lion Air Group yang dipimpinnya menjadi sebuah perusahaan yang membawahi beberapa anak perusahaan yaitu Lion Air, Wings Air, Batik Air, Malindo Air dan Thai Lion Air.

4. Buronan yang namanya ada di “Panama Papers”

Di Indonesia, dua nama yang kerap dicari penegak hukum untuk kepentingan penyidikan kasus korupsi, yakni taipan minyak Muhammad Riza Chalid dan pengusaha propertiDjoko Soegiarto Tjandra (Tjan Kok Hui), juga tercantum dalam dokumen Mossack.

- Mohammad Riza Chalid (ritel mode, kebun sawit, jus, minyak bumi) ditenggarai ada diluar Indonesia sehingga menyulitkan Kejaksaan Agung untuk memeriksanya dalam kasus dugaan pencatutan nama Presiden Joko Widodo untuk mendapatkan saham PT Freeport Indonesia pada akhir 2015 lalu.

Riza adalah pengusaha asal Indonesia dengan berbagai bidang usaha dari ritel mode, kebun sawit, jus, hingga minyak bumi.

Ia dijuluki “Saudagar Minyak” (The Gasoline Godfather) karena dianggap mendominasi bisnis import minyak via Petral dan kerap dianggap sebagai “penguasa abadi bisnis minyak” di Indonesia.

Namanya menjadi kontroversial karena terkait dengan bisnis perminyakan di Indonesia yang melibatkan Petral, perusahaan milik Pertamina yang berbasis di Singapura yang bertanggung jawab dalam memasok minyak mentah dan BBM dengan harga yang tidak kompetitif. Nilai bisnisnya diperkirakan mencapai US$ 30 miliar dollar AS per tahun. Dengan total kekayaan yang diperkirakan mencapai US$ 415 juta dollar AS, Chalid merupakan orang terkaya ke-88 dalam daftar 150 orang terkaya versi Globe Asia.

- Djoko Soegiarto Tjandra (Tjan Kok Hui) menjadi buron dalam kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali senilai Rp 904 miliar sejak tahun 2009 lalu.

Ia adalah salah satu pendiri Grup Mulia bersama  Eka Tjandranegara (Tjan Kok Hui) dan Gunawan Tjandra (Tjan Kok Kwang) yang berawal dari PT. Mulialand, Tbk. Mulialand bergerak di bidang konstruksi dan properti, yang kemudian membangun sejumlah properti mewah di Jakarta, seperti Hotel Mulia Senayan, Wisma Mulia, Menara Mulia, perkantoran elit Wisma GKBI, Gedung BRI II, Menara Mulia Plaza 89, Plaza Kuningan, serta apartemen Taman Anggrek.

Pada tanggal 5 November 1986, resmi berdiri PT. Mulia Industrindo, Tbk. yang dikhususkan untuk sektor manufaktur. Mulia Industrindo menaungi beberapa anak perusahaan, diantaranya Muliaglass (memproduksi kaca lembaran, wadah kemasan dari kaca, glass block, dan kaca pengaman otomotif sejak 1989) dan Mulia Keramik Indahraya (memproduksi lantai keramik dan dinding keramik).

Selain mereka diatas, masih banyak nama pengusaha-pengusaha lainnya ada di dalam dokumen Mossack Fonseca yang bocor ini, dan kini sedang ditelusuri wartawan-wartawan Indonesia termasuk Tempo.

Semua kekayaan yang ada di “Panama Papers”  belum tentu illegal

Data Mossack yang bocor ini berisi informasi soal Mossack dan klien-kliennya sejak 1977 sampai awal 2015. Keberadaan data ini memungkinkan publik mengintip bagaimana dunia offshore bekerja dan bagaimana fulus gelap mengalir di dalam jagat finansial global.

Salah seorang pendiri Mossack, Ramon Fonseca, menegaskan bahwa perusahaannya tidak punya tanggung jawab atas apa pun yang dilakukan kliennya dalam menggunakan perusahaan offshore yang dijual oleh Mossack.

Secara hukum, memiliki perusahaan offshore bukanlah sesuatu yang otomatis ilegal. Yang jelas, Mossack Fonseca menawarkan jasa untuk membuat perusahaan di yuridiksi bebas pajak untuk kliennya. Firma ini juga bisa menyamarkan kepemilikan perusahaan offshoreagar tak mudah dilacak.

Padahal jika semua uang itu mereka nikmati, bisa jadi dan mugkin saja uang itu tak akan habis seumur hidup mereka dan tetap tersisa.

Namun pastinya, mereka yang ada dalam daftar “Panama Papers” ini menjadi terlihat oleh publik dan tetap mempunyai niat illegal untuk berusaha menghindari pajak oleh negara dimana mereka menikmati hidup, menghirup, bernafas, berbisnis, memperoleh penghasilan dan mengeruk keuntungan serta tinggal sebagai warga negara.

- Ketua BPK, Harry Azhar Aziz

Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Harry Azhar Azis mengaku telah menjual perusahaan offshore miliknya, Sheng Yue International Limited. Perusahaan tersebut tercatat dalam dokumen Panama Papers yang menghebohkan dunia belakangan ini. “Saya jual satu dolar Hong Kong,” kata Harry saat konferensi pers di gedung Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jumat, 15 April 2016.

Harry mengklaim, perusahaan yang ia beli tersebut tidak memiliki aset sama sekali. “Tidak ada asetnya. Boleh dikatakan sebagai one dolar paper company,” ujarnya. Karena selama ini tidak ada transaksi, kata dia, Harry menjualnya kembali seharga HK$ 1.

Perusahaannya tersebut, kata dia, hanya semacam terdaftar saja di Hong Kong. Maksud awalnya, Harry dan keluarga hendak berusaha di sana, tapi dia merasa keadaan tidak memungkinkan.

Harry pernah menjelaskan, perusahaan tersebut awalnya sengaja dibuat untuk anaknya yang sedang sekolah di luar negeri dan kini menikah dengan warga Cile. Perusahaan itu dipersiapkan sebagai “payung” untuk peluang bisnis anaknya di kemudian hari.

“Jadi bisa dibilang pinjam nama. Itu sebenarnya perusahan standby saja. Nanti kalau ada kegiatan yang cocok dengan perusahaan itu, dipikirkan. Namun nyatanya kan tak ada kegiatan,” ujar Harry.

- Daftar 2.961 nama dari Indonesia di bocoran “Panama Papers” (Alphabetcal Order):
Berdasarkan bocoran dokumen yang kini dikenal sebagai The Panama Papers itu, dari ribuan, ada sekitar 800 nama pebisnis dan politikus Indonesia yang masuk dalam daftar klien Mossack Fonseca.

Beberapa nama pada daftar dibawah ini ada yang sama persis dan ditulis berulang, mungkin karena yang bersangkutan memiliki lebih dari satu rekening, atau ada orang yang memiliki nama yang sama persis. Untuk memperpendek daftar, maka nama yang sama parsis kami jadikan hanya satu nama saja.

Untuk mempermudah pencarian, Anda dapat menggunakan fitur “find” pada browser Anda (Ctrl+F). Berikut daftar nama yang disinyalir sebagai orang Indonesia dalam“Panama Papers” secara berabjad (alphabetical order) dari A sampai Z . Jika ada kesalahan penamaan dan pengejaan, harap dimaklumi karena kami hanya mengkopi dari sumbernya yang mungkin mereka juga salah dalam pengetikannnya:

A Prabhu
A. Budi Pranoto
AAJ Batavia
Aam Dewi Hamidah
Aarti Lohia
Abdul Hadi Ismail
Abdul Rachman
Abdul Rahman
Abdul Rifai Natanegara
Abdul Slam Tahir
Abdullah Alatas
Abu Djaja Bunjamin
Abu Hermanto Budiono
Achirsyah Moeis
Achmad Fadjar
Achmad Faried Joesoef
Achmad Kalla
Achmad Latief Alwy
Achmad Nugraha Djuanda
Achmad Sandi
Achmad, Sally, Erma and Cindy as joint tenants
Adam Sautin
Ade R. Syarief
Ade Tjakralaksana
Adelina Prasetio
Adhi Utomo
Adhi Utomo Jusman
Adi Bisono
Adi Sasono
Adi Sumito
Adimitra Baratama Nusantara
Aditya Koeswojo
Adji Muljo Teguh
Adnan Kelana Haryanto & Hermanto
Adri Achmad Drajat
Adriana Maya Politon
Adryansyah
Afandi Hermawan Oey
Afandi Hermawan Oey and Tjoeng Anna Chrisnadi
Agam Nugraha Subagdja
Ago Harlim
Agoeng Noegroho
Agung Podomoro Group
AGUNG SALIM
Agung Tobing
Agus Djohari
AGUS HARTONO LIE
Agus Lasmono Sudwikatmono
Agus Leman Gunawan
Agus Makmur
AGUS NURSALIM
Agus Pranoto Setiadi
Agus Purnomo Edhi
Agus Soenong / Intina Wirawan The
Agus Suherman Wirjan
Agus Susanto
AGUS TJANDRA
Agus Widagdo
Agustinus Prasetio
Agustinus Wishnu Handoyono
Aguston Makmur
Ahadiat Wargana
Ahmad Dipoditiro
Ahmad Marda
Ahmad Rahman Pasaman
Ahmaddin Ahmad
Ahmades Miqailla
Ahsanil Gusnawati
Aida Ishak
AIRIN OKTAVIANY GUNAWAN
Aiwy
Aizid Syafriel Adjam
Aji Bayu Wirrotama
AJI WIJAYA, SUNARTO YUDO & CO
Akbar Yoso Trisedia
Alan Clark
Alan Robertson Clark
Alanberg Pte. Ltd.
ALBERT CAHYADI SUKANDADINATA
Albert Kongoasa
Albert Sugianto
Albert Suherman
Aldo Putra Brasali
Alex Ivan Tanoyo
Alexander Hermas Wolfe
ALEXANDER JOHAN WIDJAJA
Alexander Thaslim
Alexandra Miksar
Alexandra Miksar and Djoni Aristianto Prasetio
Alexandra Miksar and others
Alfari Narindra
Ali Alimsyah
Ali Chendra
Alice Haryono
Alien Wibowo
Aling Hermawan Oey
Alisyahrazad Hanafiah
Allan Dijaya Keller
Allan Tjahja Tjao
Aluinanto Sandjojo
Alvin Gozali
Alwi Alatas
Alwijaya Aw
Amalia
Amalia Aristiningsih
Amaluddin Djambak
Aman
Ameesh Anand
Amelia Kurniawan
Amelia Mulyono
American Express Bank Ltd (Indonesia)
AMIN HALIM
Amin Supriyadi Liu
Aminoto Sutandi
Aminoto Sutandy
Amrullah Hasyim
Amy Delia
Anak Agung Alit Wiradarma
Anak Agung Gde Agung
Ananda Soewono
Ance Anggraeny
Andang Bachtiar
Andhika Anindyaguna Hermanto
Andi Achmad Dara
Andi Ahmad Dara and Evi Yulisma Harahap as joint tenants with right of survivorship
Andi Gunawan Wibowo
Andi Pravidia Saliman
Andi Zainal A. Dulung
Andiko Ardi Purnomo
Andre Abdi
Andre Johannes Mamuaya
Andre S Prijono
Andre Sukendra Atmadja
Andreas Andikha Bunanta
Andreas Kastono
Andreas Kongoasa
Andreas Tjahjadi
Andrew I Sriro
Andrew K. Labbiaka
Andrew McKay
Andrew Mellon Priasmoro
ANDREW TANOTO
Andrew Thomas Eriksson
Andrie Setiawan Yapsir
Andry Irwan Djugo
Andry Pribady
ANDRY SETIAWAN
Andy Nugroho Purwohardono
Andy Soewatdy
Andy Wiryanto Ong
Ang Lian Ping
Ang Rianti
Ang Rosabella Martina
ANGELA LESTARI WIDJAJA
Angelique Stampfer
Angie Christina
Angus Maclachlan
Angus Nelson Karoll
Ani Sim
Anil Kumar Lachman Panjabi
ANINDYA  N. BAKRIE
Anita Kalim
Anita Ratnasari
Anna Solana Hamami Kadarachman
Anna Sri Dewi Sianto
ANNIE HALIM
Anthony Brent Elam
Anthony Dominic Byron
Anthony Kurniadi
ANTHONY SALIM
Anthony Siswanto
Anthony Wijaya
Anton Henning Linderum
Anton Kusuma
Anton Santoso
Anton Santoso and Anita Marta
Anton Sugiono
Anton Tjahjono
Anton Wiratama
Antonius Mulya Saputri
Antony Gunawan
Anuj Ralhan
Anwar Lim
Anwar Saebe
Apex Oil & Gas Ltd.
Appointcorp Limited
Ardas Dipa
Ardas Dipa
ARDIANI KARTIKA SARI SUBIANTO
Ardy Wiria
Ari Hardono Suroso
Ari Indra Gautama
Ari Rophian Perdana Ariwibowo
Ari Sulistio
Arianto Prasetio
Arianto Wisnu Triyatno
Arie Kondang Kresnadi
Arief Prijatna
Arief Santoso
Arief Wiyoso Aswismarmo
Arif and Yvette Suryatenggara
ARIF RACHMAT
Arifin Yohan
ARINI SARASWATY SUBIANTO
Aris Agung Budiman
Aris Yuwono Ang
Aristotle
Arjen Tridarma Darmawan
Arlehne Purnomo
Arman Sutedja
Armedta Budi Asmara
ARMEILIA WIDAYANT SUBIANTO
Arniaty Achmad
Arniaty Achmad
Arta Satria Soebandi
Artha Mitra Interdata
Arthur Andersen & Co. (Indonesia)
Arwan Ahimsa
Ary Surya
Arya Widjaya
ARYO BIMO NOTOWIDIGDO
Ashwani Chowdhry
Asia Consulting and Investment Limited
ASIA INVESTMENT CAPITAL I LIMITED
Asian Venture Finance Ltd.
Aswandi
Ateng Suhendra
Ateng Sulestio
Atira Aksa
Aubrey Bobb
Aurelia Supardi
Aviariananto Sukotjo
Awiek Lestari Rahayu
Aziar Zain
Azir Azwien Jenie
B. Dorpi Parlindungan
Bachrumsyah Hamzah
Baduraman Dorpi Parlindungan
Bagus Panuntun
Baldeo Singh
Bambang Hartono
Bambang Irawan Massie
Bambang Niaga Tjiputra
Bambang Rahardja Burhan
Bambang Subianto
Bambang Sugianto
Bambang Suhandi. T, SE
Bambang Sujagad Susanto
BamBang Sumantri
Bambang Tijoso Tedjokusumo
Bambang, Derice Alda, Malcolm Alda and Meyrick Alda Sumantri
Banbang Panutomo
Bank Bira
Bank Centra
Bank Danamon
Barlianto Ronald
Basir B. Nasikun
Basuiki Puspoputro
Batavia Prosperindo Sekuritas
Bayu Irianto
Bayu Prawitasari
Bayu Virgan Triyatno
Beata Ida Hartono
Beatrice El
Belinda Natalia Tanoko
Bellyanawaty Budiman
Ben Morice
Beng Phiau
Bengt Carl Gustav Thornberg
Benjamin Subrata
Benjamin Subrata, Niluh Rosye Peny Subrata, Emily Ayu Subrata and Karla Dewi Su
Benjamin Wong Siong Yuit
Benny Irsjad
BENNY SETIAWAN
Benny Tenges
Benny Tjokrosapoetro
Beny Haryanto
Bernadette Ruth Irawati
Bernie Prajoga
Betty Ang
Bhayang Suryadimadja
Bimo Pramudyo Soekarno
Bimo Surono
Bing Gondosubroto
Bintoro Wong
Bismarka Kurniawan
Blue Ribbon Holding Ltd
Bob Yanuar
Bob Yanuar
Bobby Andhika
Bobby Iman Satrio
BOEDI SAMPOERNA
Boedihardjo Sastro Hadiwirjo, Uki Budi Sulaksani and Atty Boedi Milyarti
Boediyanio Gondotirto
Boelio Muliadi
Boenjamin & Poppy & Sanadi & Shinta
Bong Kiu Nio
Bong Tjen Khun
Bong Tjen Khun and Tjong Njuk Fon
BONNY BUDI SETIAWAN
Bournigaud (ep Williams) Edith Monique, Danielle, Marie
Boy Gemino Kalauserang
Brett Hay
Brian Kenneth John Dallamore
Bright City Group Corporation
Bruce William Carpenter
Bruce Williams Carpenter
Budhi Soejono
Budi Arsil
Budi Basuki
Budi Christranto
Budi Dharmo Notowidjojo
Budi Enijati Maria Soedjana
Budi Ferdinandus Japadermawan
Budi Mulio Utomo
Budi Santoso Taruno Sembodo
Budi Setiadharma SH
Budi Sintoro Then
Budi Surjana
Budi Widyadi
Budi Yanto Lusli
Budiarto Karim
Budiawan Jusmin
Budijuwono Handjaja
Budiman Effendi
Budiono
Budiono Darsono
Budiono Tanbun Boen
Budy Hartono Santosa
Budyanto Totong
Burhansjah
Bustami
CAKRA CIPUTRACalvin Lukmantara
Cameron Robert Knox
CANDRA WINOTO SALIM
CANDRA WINOTO, SALIMCapital Reserves Ltd
Carlos Tarazona Ramirez
Caroline
Catherine Gina Hambali
Catherine Hambali
Catherine Yoshawirja
Cavalier International Group Corporation
Cecilia Tejowarno
Celin Tanardi
Chairul Iskandar Zulkarnaen
CHAIRUL TANJUNG
CHALID & Partners
CHALID & Partners Law FirmChan Hiong Poh
Chan Hiong Poh
Chander Vinod Laroya
Chandler Capital Inc.
CHANDRA EKAJAYA
CHANDRA WIDJAJA
Chang Mei Yu
Charles Louis De Queljoe
Charlie Kasim
Charterhouse Limited
Cheam Soon Tee
Chenry Micron Mor
Chew Say Loo
Chien Cheng, Chieh Yu-Kun and Chieh Chen Hon-Tsu
Chin Chin Chandera
Choo Khee
Choo Ngaw (Choo Kok An)
Choo Tek (@ Choo Chin Tek)
Chris Fong
Chris Newton
Christanto Santoso
Christian Dieter Scholz
Christian Leuchtenberg
Christian Nainggolan
Christian Parlaungan Mulyanto
CHRISTIAN SANDY RACHMAT
Christian Sugiarto
CHRISTIANA HALIM
Christiana Niowni
Christianto
Christine Russel Carter
Christina Harapan
Christina Sumarlin Pribadi
Christopher Basil Newton
Christopher Carson
Christopher Fong
Christopher James Garrard
Christopher Tanuwidjaja
Chu Jackson
Chui Hing Keung
Chung, Sung Chae
Cindy Tanuwidjaja
Citibank, N.A. (Indonesia)
Citrawinda Priapantja
City Harvest Investments Limited
CL Law Firm
Clarence Leonard Stratton
Crescento Hermawan
Dadi Sukarso Yuwono
Damsiruddin Siregar
Dan Brown
Danamon Group Legal
Danan Kadarachman
Dani Ismulyatie
Daniel
Daniel & Veronica Yuwono Yu
Daniel Indra Djajadi
Daniel Kurniawan Lukman
Daniel Marathon
Daniel Podiman
Daniel Wewengkang Korompis
Danielle Catharina Willemijn Maria Van Poppel
Danny Juwono
Danny Juwono and Linda Liani Janti Senjaya
Danny Nugroho
Danny Tjiu
Dany Subrata
Darjoto Setyawan
Darjoto Setyawan and Tjan Felisa
Darmadi Karjanto Putro
Darmansjah Darsono
DARMAWANSJAH SETIAWAN
Darminto
Darminto Hartono
Darmo Suwito Barwin
Darmoseputro
Darwin Leo
Darwin Silalahi
Darwin Soegiatto
Darwin Sutanto
Daswi Rayawang
David Alexander Yuwono
David Kristian
David Kuchenbecker
David Myles Falkner
David Nico Sutanto
David Pierre Michael Bakker
DAVID SALIM
DAVID WIDJAJA
David William Donaldson
David William Magson
Debby Febriany Gunawan
Deborah Kent Janawati
Dectra (Samoa) Limited
Deddy Harijanto Sudarijanto
Dedie Suherlan
Dedy Rochimat
Dendy Kurniawan
Denise Tjokrosaputro
Denny Lim
Denny Rahardja
Denny Suryadinata
Denny Wijaya
Deny Juliarto
Dermawan
Devi Tri Asmarasari
Devie Hendrastiti Darmawan
Devin Wirawan
Devy Prasetyo Yuwono Ang
Dewi Garlina Sari
Dewi Indrajani Alimwidjaja
Dewi Kencanawati Natawidjaja
Dewi Livia Sari (Alternate Protector)
Dewi Natalia Lim
Dewi Nilka Sari
Dewi Novianawati
Dewi Suryati Liauw
DHARMA TJITRA WIDJAJA
Dharmadi Budiman
Dharmawandi Sutanto
Dharsono Hartono
Diah Soemedi
Dian Muljani Soedarjo
DIAN SUMELAR
Diana Husein
Diana Sastrajaya
DIANA WIDJAJA
Dick Leitch
Dicky Herman
Dicky Kurniawan
Dicky Tjokrosaputro
Dicky Yordan
Didi Ferdinand Korompis
Didit Abdurachman Rustandi
Didit Budijarto
Dina Eldelina Pow
Diniwati
Dino Koeshandery
Diono Nurjadin
Dixon Koesdjojo
Djajadi Djaja
Djajadinata Hardjono
DJAMALUDDIN TANOTO
DJAMALUDDIN TANOTOand LIMIWATY LIE
Djan Faridz
Djatmiko Tedjo
Djauhara Faizal
Djerisin Kuesar
Djie Tjian An
Djie Tjian An and Febe Maryanti Wirjadi as joint tenants with right
Djohan Is Hardjo
Djohan Tjiunardi
DJOKO SOEGIARTO TJANDRA
Djoko Kartono
Djoko N. Labbaika
Djoko Nirmala Labbaika
Djoko Soesanto Gusti
Djoni Muchsin
Djoni Rion Gui
Djoni Rion Gui and Kusnadi Gui as joint tenants with right of survivorship
Djoni Sukohardjo
Djonny Koesoemahardjono
Djuana Sulestio
Djuffan Achmad
Djumharbey Anwar
Djuniar Tunggal
Doddy Agustiawan Tjahjadi
Dodi Suhartono Abdul Kadir
Dody Lukito Hendrokusumo
Dolly Periagutan Pulungan
Dominique Gallamnn
Don MacDonald
Doni Irawan
Donny Imam Priambodo
Donny Yoesgiantoro
Doreen Sim
Dorys Setiawati Herlambang
Douglas Vincent Tingey
Dr Hmnm Hasyim Ning
Dr R. Soeparmadi
Dr. Cheam Soon Tee
Dr. Darmadi Goenawan
Dr. Johnny Goenawan
Dr. KAHAR TJANDRA, EVY TJANDRA
Dr. KAHAR TJANDRA, EVY TJANDRA, NANCY TJANDRA MULJADI
Dr. Pudji Witomo
Drs. Aryanto Agus Mulyo
Drs. J.B Netyaka
Dunn Fa Chong
Dwiarti Widiyani

East Star Ventures Ltd
Eddi Sugiardi
Eddie Sudijono
Eddy Daud
EDDY HALIM
Eddy Handoko
Eddy Herman
Eddy Hussy
Eddy Iskandar
Eddy Kusnadi Sariaatmadja and SOFIE WIDJAJA SARIAATMADJA as joint
Eddy Pramono
Eddy Purwanto Lim
EDDY SETIAWAN
Eddy Sindoro
Eddy Susanto
Eddy Sutandinata
EDDY WILLIAM KATUARI
Eddy Winata
Eddyanto Hadisurjo
Eddyanto Hadisurjo and Ratna Kurniati Bahana
Edgardo Abelarde Tinsay
Edgardo Eloy Diaz Falconet
Edhie Hardjanto
Edi Firmansyah
Edianto Prasetyo
Edo Djunaydi
Edoardus Ardianto
Edward Ang
Edward Magnus Lang
Edward Magnus Lang / Hans Jurgen Kaschull
Edward Magnus Lang and Kartini Herawati Lang
Edward Stephanus Djauhari
Edwin Mohtar
Edwin Muchtar (Mr.)
EDWIN SOERYADJAYA
Edwin Sugiarto
Edy
Edy Kosasih
Edy Kusnadi
Edy Susanto
Edy Suwarno
Efendi Boedhiman
Effendy Husin
Efrem Wardhana
Eiffel Tedja
Eka Sinto Kasih Tjia
Eko Budianto
Eko Prasetyo Ang
Eko Purnomo
Eko Suharto
Eko Sukamto
El Beatrice
Eliani Johan
Eliezer Nugroho Tjandrakusuma
Elisabet Lay
Elisabeth Lintje
Elisabeth Magdalena
Elizabeth Januarti W
Elizabeth Jayne
Elizabeth Sindoro
Elizabeth, Alicia, Denise and Michelle as joint tenants with
Eljay Limited
Elke Camillia Kurniawan
Elline Yohan Yau
Elly Koeswandia Tjokronegoro
Elly Lestari Adiutama
Elly Nurlaila Hutabarat
Elly Soepono
Elmursil Moenzir
Elsa Djauhari
ELVIN TJANDRA
Elvina Jonas Jahja
Elvira Pudjiwati
Emi Sukiati Lasimon
Emil Abeng
Emily Stephana Djauhari
EMILY WATY SETIAWAN
EMMANUEL LESTARTO WANANDI
Emmy Damayanti
Emy Harjono
Emy Harjono/Andres S, Magbitang jr
Endah Sulistyorini Himawan
Endang Soertikanty
Endang Sugiarti
Endang Susila Budi
Endang Triningsih
Endro S. Wahono
Endy Suryokusumo
Enny Lukitaning Diah
Enny Soegiarto
Enny Trang
ENTARIO WIDJAJA SUSANTO
Era Helvani
Eric Hardono Tirtajasa
Erick Djuwadi
ERICK THOHIR
Erics Yoshawirja
ERIK SETIAWAN
Erika Debora Djauhari
Erlina Ongoredjo
Erlina Ongsoredjo
Erly Tandjung
Erna Widyastuti
Ernawati
Erni Gunawan
ERNITA HALIM
Erric B. Wibowo
Ervin Wijaya
Ervin Wijaya/Shiany Angsana/Andree Wijaya
Erwin Aksa
Erwin Aksa
Erwin Budisantosa
ERWIN CIPUTRA
Erwin Gunawan
Erwin Indra Hamid
Erwin Sasunto
Erwin Sutanto & Wiwiek Kwedarisman as joint tenants
ERWIN TUNGGUL SETIAWAN
Ery Yunasri
Esther Riawaty Hari
Eugene Trismitro
Eunice Meriati Satyono
Eva Berliana Rosway
EVAN SAMUEL DJAUHARI
EVELYN DJAUHARI
Evelyn Luciana Soeyapto
Evert Jimmy Lengkong
Evi Hamdani
Evi Wikarsa
Evi Yulisma Harahap
Evie Raviana
Ewik Hendri
Execorp Limited

F. Franky
Fabian Gelael
Fadjar Endranto
Fahmi Babra
Fahmi Idris
Fahyudi Djaniatmadja
Faisal Panggabean Law Firm
Faisol Soleh Masjkoer
Faiz Shahab
Faizan Abdul Rahan
Fan Chiang, Teng-Chang
Farah Liza
FARINA TADJOEDIN
Farouk Rais
FAS Consulting Asia Pacific Pte Ltd
Fauzi Ezeddin
Fauzi Jahja
Fauzi Jurnalis
Febrina Sari Bak
Febriyanti (Ms.)
Feilie Sulestijani
Felianah Soetemo
Fendi Santoso
Fensa Sofyan
Fenza Sofyan
Ferdinand Josef Wongkaren
Fernando Antonio Gil
Ferry Sudjono
Ferry Tenacious
Fida Unidjaja
Fides Pro Consulting (Business Advisory Services)
Fiefie Tjahjadi
Fifi Indra
Fifi Lety Indra & Partners
Fifi Novita Basarah Kisyanto
Fifi Wiriadinata
Financecorp Limited
FINNEY HENDRY KATUARI
Fiona Adeline Sutanto
Firdaus Siddik
Firman Matondang Silalahi
Fitri Wiriasari
Florden Investments S.A.
Florence & James
Florence Wanamurti
Flores Samudro
Foe Siat Khiun
Fong Felix
Fong / Aiwy
Fonny Tedjajadi
Foronkid Gunawan
Francisca Citrasari
Franciscus Xaverius Hardianto Tjondro
Frank Taira Supit
Franky Widjoyo
Frans Limas
Fransiscus Antonius S.A
Fransiskus Budhinata
Fransisous Iwo
Freddy H. Suryadiharja
FREDDY IGNATIUS KATUARI
Freddy Sumartono Santoso
Freddy Sutjipto
Freddyanto Tirtadjaja
FREEPORT Trading Group Limited
Fuad Segayir Alkatiri

Abjad G - Z klik link ini

0 Response to "Bocor! Ini Daftar Lengkap 800 Nama Pengusaha Kita yang Masuk PANAMA PAPERS!"

Poskan Komentar