NU Dukung Ahok Jadi Gubernur DKI Jakarta

NU Dukung Ahok Jadi Gubernur DKI Jakarta


NU Dukung Ahok Jadi Gubernur DKI, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjabat kedudukan Gubernur DKI Jakarta.

“Sepanjang beliau adil dan berpihak kepada rakyat, itulah gubernur kita semua,” ungkap Said ketika ditemui di Masjid An-Nadhlah Rahmah Nusantara, Ciracas, Jakarta Timur.

Menurut beliau, patokan dalam memilih pemimpin yang baik adalah keadilan, kejujuran, dan amanah. “Bukan agama,” ungkapnya.

Dan lagi Said melihat kinerja Ahok cukup baik, menilai sepak terjangnya sebagai Wakil Gubernur DKI. “Lumayan, masih lumayan,” jelasnya.

Dan pada kesempatan yang sama, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta Tubagus Robby Budiansyah berharap Ahok dapat mengajak organisasi Islam, seperti NU dan Muhammadiyah, sebagai penasihatnya.

“Kalau dia tidak meminta kami sebagai pendukungnya, kami tidak bisa bantu apa-apa. Apalagi dia tidak begitu paham mengenai Islam,” ungkapnya.

Bagaimana menurut Anda?


Source: Tempo

15 Responses to "NU Dukung Ahok Jadi Gubernur DKI Jakarta"

  1. itu hanya menurut said aqil saja. NU yg mana pak, NU kok dibawa2, terlalu banyak yg tdk suka klo NU dukung Ahok, mending said mundur aja dr ketua PBNU

    BalasHapus
  2. Emang orang Islam yang jumlahnya jutaan di Jakarta udah kehabisan kader yang jujur, adil, mumpuni? lha kalau ditimbang seimbang sama-sama adil misalnya, apa yang muslim tidak diberi nilai plus?

    BalasHapus
  3. Emang orang Islam yang jumlahnya jutaan di Jakarta udah kehabisan kader yang jujur, adil, mumpuni? lha kalau ditimbang seimbang sama-sama adil misalnya, apa yang muslim tidak diberi nilai plus?

    BalasHapus
  4. mau kalian tuduh China... Kristen atau pemakan babi. ini sudah suratan Takdir Dari Tuhan. bahwa Ini yang di kirimNya utk warga Jakarta yg haus akan keadilan.

    BalasHapus
  5. Tidak penting apa latar belakangmu,
    Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang lebih baik untuk semua orang,
    Orang tidak akan tanya apa agamamu, apa sukumu, apa latar belakangmu.

    BalasHapus
  6. Masa??? Kata siapa pak? Bertentangan sama Al-Qur'an dong? Ko NU yang sekarang seperti ini? Apakah Nabi kita pernah membolehkan kita memilih Pemimpin Non Muslim di daerah Mayoritas Muslim??? #ngajilagipak #mondoknyakuranglama

    BalasHapus
  7. Mengajak umat memilih pemimpin non muslim sama saja menantang ketetapan Allah pak zaid. Sadarlah bpak

    BalasHapus
  8. Adil...? (Penggusuran di mana-mana,eh... giliran di glodok gak jd di gusur)

    BalasHapus
  9. (Akan muncul) para Dai penyeru ke nerka Jahannam, barangsiapa yg menerima seruan mereka, maka merekapun menjerumuskan ke dalam nerka ( HR Bukhari 6/615-616 dan 13/35 Muslim 12/235-236)

    BalasHapus
  10. Bahaya nu kini menyebar aliran sesat..

    BalasHapus
  11. Bahaya nu kini menyebar aliran sesat..

    BalasHapus
  12. jangan bawa NU jika ingin memilih orang kafir menjadi pemimpin,krn ulama NU yg takut kepada Allah tidak akan melanggar larangan Allah apalagi saat melanggar mengajak umat,takutkan pada Allah SWT

    BalasHapus
  13. koxmentar kawan kawan lebih jujur ketimbang komentar para politisi karena kita tak punya tendensi sementara politikus kadang punya ambisi pribadi

    BalasHapus
  14. Nggak tau benar atau salah.tp nyatanya semua yg dilakukan ahok melebihi apa yg pernah dijalani petinggi petinggi muslim.yg bahkan semua hal yg dilakukanya untuk masyarakat rata rata tergolong utk agama islam. Sempat saya bertanya sama orang tua,apa salah memilih ahok yg non muslim ?jawab orang tua saya, toh jaman rosul pun ada pemimpin yg non muslim memimpin wilayahnya.selama adil dan jujur,dan bermanfaat utk masyarakatnya dlm menjalankan amanah,kenapa tidak.
    Mungkin pertahankan terus kepedulianmu utk rakyat.dan jadilah pemimpin yg diharapkan, utk jakarta dan indonesia

    BalasHapus
  15. Inti seorng muslim itu syahadat. Syahadat trdiri dr dua kalimat. Yg pertma ashaduallailahaillah yg artinya tiada tuhan selain allah, bagaimana kita mengimaninnya? Tentu dengan perpegang teguh pada Al-Quran yg sudh jelas itu firmanNya. Yg kedua wa ashaduanna muhammadarosulullah yg artinya muhammad utusan Allah,bagaimana kita mengimaninya? Tentu dengan Hadistnya.

    BalasHapus