Tulisan Viral Yang Mengharukan, "Air Mancur Di Monas Itu Menari Indah Untukmu Pak Ahok"! Share!

Tulisan Viral Yang Mengharukan, "Air Mancur Di Monas Itu Menari Indah Untukmu Pak Ahok"! Share!


CeriaNews.com - Air Mancur Menari, yang berada di dalam kawasan Monas, akan segera dioperasikan kembali pada Agustus mendatang.

Djarot menyebut anggaran perbaikan Air Mancur Menari ini tidak menggunakan dana APBD DKI Jakarta, melainkan dari uang patungan.

Pihak yang ikut patungan perbaikan air mancur ini adalah Djarot, mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Kepala Unit Pengelola (UP) Monas Sabdo, dan musisi Addie MS.

Wahai Jakarta, sungguh orang itu - lelaki yang kalian 'napi'kan itu - telah mewakafkan dirinya.

Kebebasannya sebagai manusia telah ia wakafkan dengan mendekam di dalam sel.

Semua warisan karya besarnya telah ia wariskan bahkan sampai sekarang - ketika ia sudah dipenjara.

Dan ternyata, kini kita baru tahu - bersama beberapa pihak lain - ia juga ikhlas memberikan uangnya untuk Jakarta. Air mancur menari adalah salah satu wakafnya yang lain.

Tak soal berapa rupiah yang ia berikan, tapi pemberian itu mengalir dari hatinya - dalam sepi. Kita tak akan tahu jika Djarot tak menceritakannya sekarang.

Wahai Jakarta, apa yang pernah kau berikan pada lelaki Cina yang sering dituding kafir, dimaki anjing ini ?

Adakah ? Adakah ? Tak ada, kecuali air tuba yang kau siramkan ke wajahnya, dan terjerembablah dia ke balik penjara.

Wahai Jakarta, ia tak akan pernah meminta apapun darimu - sebab kekejamanmu saja ia terima dan ia maafkan.

Wahai Jakarta, sungguh aku tak sanggup melihat wajahmu yang bopeng sebelah. Wajah yang senyum menyeringai di atas tawa perih seorang lelaki yang telah memberikan segalanya buatmu.

Maka sesaat lagi - ketika air mancur itu kembali menari - biarkan tarian pertama yang indah dan lincah itu dipersembahkan baginya.

Mungkin tarian itu bisa sedikit menyapu dukanya, serta menepis sedikit sepinya.

Mungkin pula, seorang penyapu jalan yang pernah ditolongnya berbisik lirih : " Air mancur itu kembali menari untukmu pak Ahok..."

Djarot: Perbaikan Air Mancur Menari Monas Patungan Bersama Ahok

Air Mancur Menari, yang berada di dalam kawasan Monas, akan segera dioperasikan kembali pada Agustus mendatang.

Djarot menyebut anggaran perbaikan Air Mancur Menari ini tidak menggunakan dana APBD DKI Jakarta, melainkan dari uang patungan.

Pihak yang ikut patungan perbaikan air mancur ini adalah Djarot, mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Kepala Unit Pengelola (UP) Monas Sabdo, dan musisi Addie MS.

"Kalau Air Mancur Menari Monas, anggarannya dari patungan bersama Pak Ahok, Pak Sabdo, saya juga ikut, dan Addie MS," ujar Djarot di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (26/7/2017).

"(Biayanya) ya sekitar Rp 400 juta," tuturnya.

Selain supaya air mancur tersebut bisa beroperasi lagi, Djarot ingin Monas kembali menjadi ikon Jakarta dengan versi lebih baru dan menarik.

"Kita ingin air mancur itu berfungsi kembali karena menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung Monas," ucapnya.

Rencananya, Air Mancur Menari akan diresmikan pada 12 Agustus mendatang. Saat beroperasi, air mancur ini akan diiringi lagu-lagu daerah khas Betawi hingga dangdut.

Selain air mancur, Djarot akan meresmikan toilet yang berbentuk botol minuman Coca-Cola. Toilet ini memiliki standar toilet di tempat wisata sehingga akan menjadi ikon yang bagus di Monas.

Penyediaan toilet ini terhambat lantaran ia dan Ahok tidak terpilih dalam Pilgub DKI 2017.

"Ini sebagai contoh nantinya semua toilet di Jakarta, bentuknya seperti ini. Waktu kampanye kita sampaikan dengan Pak Ahok ya, bahwa toilet umum di Jakarta standarnya harus bagus kayak di mal. Karena kita kalah sih, jadi susah melanjutkannya," ujarnya.

Sumber:  FB Herry Tjahjono & Detik.com

Silahkan dishare jika berkenan, terima kasih.
Read More
Jawaban Telak untuk Haters Yg Serang Jokowi dengan Isu "Janji Kampanye Buyback Indosat"! Share!

Jawaban Telak untuk Haters Yg Serang Jokowi dengan Isu "Janji Kampanye Buyback Indosat"! Share!


Bismillaah..

Meluruskan fitnah 1:



Pembelian kembali Indosat jadi bahan kampanye negatif ekstrimis menjelang Pilpres 2019. Mereka menganggap, Pak Jokowi sudah berjanji akan membeli Indosat (buyback Indosat) dalam Debat Capres 2014 yang lalu. Namun, yang ada dalam benak ekstrimis hanyalah janji BUYBACK INDOSAT. Titik.

Saya mau meluruskan hal ini, agar tak jadi fitnah terus-menerus:

1. Pak Jokowi tak pernah menjanjikan Buyback Indosat dalam kondisi Indonesia bagaimanapun!

2. Buyback Indosat DIJANJIKAN PAK JOKOWI PADA PERTUMBUHAN EKONOMI DI ATAS 7%, silakan simak pada menit 01:15 tautan ini:
https://www.youtube.com/watch?v=5acXMUS2y6E

3. Issue Indosat ini sebenarnya muncul ketika Capres Prabowo yang ga paham tentang penjualan Indosat. Capres Prabowo memakai istilah 'penjualan Indosat' seolah memang benar Indosat itu 100% udah jadi milik asing, padahal sebesar 14,29% saham Indosat masih dimiliki pemerintah RI, dan yg dijual sebesar 41,94%.

4. Ketika pemerintahan Megawati terpaksa menjual sebagian saham Indosat, seharusnya Capres Prabowo jangan hanya mempermasalahkan saham Indosat sebagian dijual, tapi mengapa dijual? Utk menjelaskan hal ini, saya rasa user website jual beli barang bekas atau baru spt Bukalapak, OLX, atau Tokopedia akan lebih tau; karena sedang tak punya uang. Mengapa memilih menjual saham Indosat? Ini cerita lain lagi.

5. Analog, mengapa Gerindra tega mengajak boikot Pilpres 2019 karena presidential threshold tetap 20%? Jawabannya: karena itu menyulitkan pemenuhan obsesi Capres Prabowo dan jadi presiden adalah harga mati.

Dengan status ini, fitnah BUYBACK INDOSAT (dalam kondisi ekonomi apapun) udah saya luruskan. Pak Jokowi dalam kampanye nya di Debat Capres 2014, sekali lagi sebagai penekanan, berjanji AKAN BUYBACK INDOSAT SAAT PERTUMBUHAN EKONOMI DI ATAS 7%. Saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia baru 5,01%.

Minta pendapat yang merajok ga mau jalan toll, yg katanya manfaatnya cuman 2 minggu dalam setahun (ini ucapan orang yg ga paham equilibrium dalam rekayasa lalulintas, hehe..): Pak Zafrullah Idrus dan haters lainnya yg menentang as sunnah Nabi utk mendukung pemimpin. Silakan.. (mengenai Mobil Esemka, di status saya berikutnya..)

Sumber: FB Andrian Kaifan via FP KataKita

Silahkan dishare jika berkenan, terima kasih.
Read More
Ini Sindiran Nyelekit Sekda DKI Saefullah Atas Ide Sandi Ajak PNS Lari Ke Kantor

Ini Sindiran Nyelekit Sekda DKI Saefullah Atas Ide Sandi Ajak PNS Lari Ke Kantor


CeriaNews.com - Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah mengatakan ajakan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Sandi Uno kepada pegawai negeri sipil (PNS) untuk berlari menuju ke kantornya tidak menimbulkan hal yang kontra produktif.

Meski sepakat dengan Sandi untuk menggerakkan hidup sehat dengan olah raga, Saefullah juga mengingatkan agar olah raga tersebut tidak mengganggu kinerja PNS.

“Jadi disesuaikan, Monas kan sudah rapih, joging di Monas kan juga bagus. Kita juga jam olahraga terbatas. Karena PNS harus memberikan pelayanan ke masyarakat  juga, berolahraga tapi gak mengurangi kualitas pada pelayanan,” kata Saefullah di Balaikota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (24/7/2017).

Saefullah menambahkan, ajakan Sandi untuk berlari dari rumah ke kantor kepada PNS juga harus disesuaikan dengan jarak.
Pasalnya, menurut Saefullah banyak PNS DKI Jakarta yang tinggal di luar Jakarta.

” Ya tergantung jarak lah disesuaikan. Kan rumah PNS DKI macam-macam, masa dari Depok lari, sampai sini seminggu dong,” ujarnya sambil berkelakar.

Sebelumnya, Sandi yang menggilai olahraga lari berencana akan membudayakan kegiatan olah raga di lingkungan kerjanya.

Sandi berharap sekali dalam sepekan, PNS meninggalkan kendaraannya untuk berjalan kaki dan berlari menuju tempat kerjanya.

Sumber: poskotanews.com
Read More
Jangan Cuma Salahin Jokowi Terus, Nih Penyebab Meroketnya Harga Garam Hingga 3 Kali Lipat

Jangan Cuma Salahin Jokowi Terus, Nih Penyebab Meroketnya Harga Garam Hingga 3 Kali Lipat


CeriaNews.com - Ironi. Sering disebut sebagai kota garam, namun kelangkaan stok garam di Kabupaten Rembang kian menjadi. Harga garam melonjak drastis hingga tiga kali lipat dari harga normal.

Berdasarkan pantauan, untuk garam satu bungkus isi 10 kotak garam, semula harga Rp 2500 kini naik menjadi Rp 7 ribu. Sedangkan untuk garam dapur, yang semula hanya seharga Rp 10 ribu kini melonjak hingga Rp 25 ribu.

Salah satu penjual bahan makanan di Pasar kota Rembang, Yakno, menyebutkan kenaikan harga garam terjadi belum lama ini. Akibat dari kenaikan tersebut, banyak dari pembelinya yang mengeluh kepadanya.

"Harganya naik sampai berkali-kali lipat, tapi justru setelah kami cek takaran dalam kemasannya juga berkurang. Contohnya garam dapur, padahal sebelumnya satu bungkus isi penuh garam, tapi sekarang masih ada sisa ruang dari bungkus yang tidak terisi garam," ungkapnya, Selasa (25/7/17) siang.

Hal senada diungkapkan Yuni, penjual sembako asal Sumberjo. Ia mengaku selain harga garam yang terus merangkak naik, ketersediaan garam dari pemasok juga kian menipis.

"Ya mungkin karena stok tipis itu yang menyebabkan harga terus naik. Semoga saja kondisi seperti ini cepat kembali seperti semula," akunya.

Kenaikan harga garam tersebut ditengarai stok garam yang kian langka, lantaran anomali cuaca yang tidak menentu. Curah hujan yang masih cukup tinggi membuat produksi garam terhambat dan menyebabkan gagal panen berkali-kali.

Sumber: detik.com
Read More
Begini Usaha Yg Ditempuh Jaksa Untuk Hadirkan Ahok Dalam Sidang Buni Yani!

Begini Usaha Yg Ditempuh Jaksa Untuk Hadirkan Ahok Dalam Sidang Buni Yani!


CeriaNews.com - Jaksa penuntut umum (JPU) akan menghadirkan empat saksi fakta sekaligus, antara lain Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada sidang lanjutan terdakwa Buni Yani dalam perkara pelanggaran UU ITE.

"Kita upayakan empat, termasuk Ahok kalau memang bisa. Ini sisa empat yang belum, makanya kita panggil sekalian," ujar salah sseorang atu JPU Andi M Taufik usai sidang di Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung, Selasa (25/7).

Kkhusus untuk menghadirkan Ahok, pihaknya akan mengirimkan surat permintaan kepada rutan tempat mantan Gubernur DKI Jakarta itu berada.

"Kita mulai hari ini kita layangkan surat panggilan, tapi harus melalui lapas. Mudah-mudahan (dikabulkan). Kita lihat saja," kata dia.

Ia tidak bisa menjamin Ahok dapat dihadirkan dalam persidangan lanjutan pada Selasa (1/8) di Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung.

"Ikuti perkembangan. Saksi ada empat. Jadi, jangan terburu-terburu, lihat perkembangan selanjutnya. Yang jelas, kita akan menghadirkan saksi," kata dia.

Sumber: (beritasatu.com)
Read More
Singgung Utang Negara, Yusril Komentar Provokatif Begini Soal Penggulingan Jokowi!

Singgung Utang Negara, Yusril Komentar Provokatif Begini Soal Penggulingan Jokowi!


CeriaNews.com - Yusril Ihza Mahendra mengatakan masyarakat bisa melakukan penggulingan terhadap Presiden Joko Widodo, menyusul masalah utang negara. Menurut pakar hukum tata negara itu, Jokowi telah melanggar UU Keuangan, karena total utang pemerintah secara keseluruhan tidak boleh melebihi 30 persen dari APBN.

Pria yang juga mantan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) ini mengungkap, utang yang dimiliki Indonesia sudah di atas 50 persen dari APBN. Sehinga Jokowi telah melanggar UU Keuangan.

‎"Utang Indonesia sudah di atas 50 persen, presiden sudah bisa (kena) impeachment‎," ujar Yusril saat ditemui JawaPos.com di Gedung Bank Bukopin, Cawang, Jakarta, Selasa (25/7).

Oleh sebab itu, Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) ini mengaku, seharusnya Presiden Jokowi mengeluarkan Perppu tentang utang, ketimbang mengeluarkan Perppu Ormas. Karena dianggap lebih genting. Pasalnya utang negara telah melewati batas 30 persen dari UU Keuangan.

"Jadi Jokowi baiknya mengeluarkan perppu supaya utang ‎negara bisa melebihi 50 persen," katanya.

Sumber: JPNN.com
Read More
Kisah Menyedihkan Profesor Yohanes Surya Ditinggal Dosen dan Mahasiswanya

Kisah Menyedihkan Profesor Yohanes Surya Ditinggal Dosen dan Mahasiswanya


CeriaNews.com - Ditinggalkan banyak dosen dan mahasiswa, pemilik sekaligus rektor Universitas Surya, Profesor Yohanes Surya, optimistis manajemen kampusnya segera keluar dari krisis keuangan. Ditemui Tempo di ruang kerjanya pada pertengahan Juni lalu, doktor lulusan College of William and Mary, Virginia, Amerika Serikat, ini yakin kampusnya bakal bangkit kembali. “Sebentar lagi masalah ini akan selesai,” kata Yohanes.

Kampus Universitas Surya, yang berada di kawasan Gading Serpong, Tangerang Selatan, Banten, beroperasi pada 2013. Perguruan tinggi swasta ini tengah terjerat utang kredit tanpa agunan di Bank Mandiri Rp 16 miliar. Berikut ini petikan wawancara Tempo dengan Yohanes Surya. Wawancara lengkapnya baca majalah Tempo edisi pekan ini, 24-30 Juli 2017.

Universitas Surya memperoleh dana lewat KTA student loan atas nama orang tua mahasiswa dari Bank Mandiri, tapi orang tua tidak menyadari itu.
Saya mendapat info soal KTA ini bahwa ada satu universitas yang pernah melakukannya. Saya pikir ini ada baiknya. Lalu saya minta tim marketing mengurusnya. Saya kurang tahu di lapangan seperti apa. Setahu saya, ada penjelasan dari Mandiri, tapi mungkin ada orang tua yang tidak mendapat penjelasan.

Dalam perjanjian kerja sama tentang student loan, justru yang bertanda tangan adalah PT Surya Research International (SRI) dan Bank Mandiri.
Iya, benar. Memang Bank Mandiri tidak bisa melakukan perjanjian dengan Yayasan Surya Institute. Kami pinjam PT SRI untuk melakukan kerja sama ini. Kami harus melakukannya untuk mendapatkan student loan.

Kenapa kampus tidak menyiapkan dana sejak awal?
 Kami memang punya gedung. Waktu itu, kami pikir ada universitas yang pernah melakukan student loan, kami coba. Ini bisa ditanyakan ke Bank Mandiri.

Apa pertimbangan Anda memilih membayar gaji dosen dengan student loan?
Kami punya sumber-sumber, gedung dijaminkan, mendapat pinjaman dari bank, itu satu alternatif. Ketika ada student loan, kami pikir jalan dengan Mandiri akan lancar. Namun ternyata ke sininya mandek. Kalau tahu akan seperti ini, enggak usah pakai student loan.

Mengapa menggunakan PT SRI saat mengurus student loan?
Pembicaraan tim marketing kami dengan Bank Mandiri memang bisa. Logikanya, pasti semua pihak sudah setuju. Sebenarnya PT SRI yang cari dana men-support Yayasan, karena Yayasan Surya Institute rugi terus. Seperti Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Surya, awalnya juga tidak mungkin hidup kalau tidak di-support PT SRI.

Dosen dan mahasiswa memilih meninggalkan kampus Universitas Surya?
Kami sudah bicarakan waktu perampingan dan restrukturisasi. Kami bilang, kami beresin dulu universitas, lalu kami cari gajinya. Sekarang sudah mulai dicicil, tapi belum seluruhnya.

Sumber: Infomenia.net
Read More
Jangan Terlalu Euforia Dan Terlena Dengan Prestasi Pakdhe Jokowi, Musuh Sudah Bergerak

Jangan Terlalu Euforia Dan Terlena Dengan Prestasi Pakdhe Jokowi, Musuh Sudah Bergerak


CeriaNews.com - Mewaspadai Jurus membabat rumput untuk menjegal Pak Dhe..

Tidak dipungkiri, bahwa Team strategi Pak Dhe untuk menjaga serbuan dari para lawan lawannya patut diakui jempol. Dan itu terbukti Pak Dhe tetap diatas angin ketimbang semua tokoh tokoh yg ada dimuka bumi negri ini.

Nyaris semua Pengamat juga mengakui bahwa Prestasi dari kinerja Pak Dhe yg Visioner satu persatu sudah diselesaikan. Dan ini tentu saja telah mendapatkan apresiasi yg positip.

Jika diperhatikan dengan seksama, keadaan ini seperti halnya Ahok ketika sebagai Incumbent dengan Prestasi kerjanya berhasil membawa Jakarta dengan kemajuan kemajuan yg Signifikan. Apa jadinya ? Para Pendukung Ahok terlena dengan EFORIA yg berkepanjangan. Team Ahok lupa bahwa lawan lawannya sudah begerak sejak awal langsung ke titik pertahanan yg paling mematikan yaitu tempat Ibadah dan tingkat RT/ RW.

Dan ini nampaknya juga terjadi saat ini. Banyak pengamat bahkan lembaga survey internasional juga mengatakan bahwa kinerja Pak Dhe yg luarbiasa mendapat apresiasi hingga medapat rangking tertinggi didunia.  "Hebat. Jempol. Presidenku luar biasa. ". Ini respon para pendukung Pak dhe. Ini Eforia dari para penulis yg selalu suka menulis tentang luar biasanya Pak Dhe.

Apakah para Penulis, PARTAI pendukung serta simpatisan Pak Dhe menperhatikan Fakta dilapangan?

Beberapa waktu yg lalu, istriku pulang dari pengajian bilang gini " Mas, apa betul pemerintahan Jokowi Hutangnya paling banyak ?"

Siapa yg tidak terkejut dengan pertanyaan itu? Duuhh..sampai segitunya mereka melakukan propaganda hingga ibu2 yg gak ngerti apa apa dicekoki informasi yg menyesatkan. Jelas lawan lawan Pak Dhe sudah bergerak dilapisan paling bawah. Bukan hanya ditempat Ibadah, bahkan dalam acara acara tingkat RT ditengarai sudah diselipkan pesan pesan meski masih berupa sindiran, namun sindiran tsb mengarah untuk mendiskreditkan Pemerintah.

Jika ditingkat Elite Team pak dhe berhasil membuat lawan tidak berkutik, ditingkat bawah  lawan sudah bergerak. Tempat Ibadah sudah di" kuasai" dengan sepenuhnya. Tokoh Agama dari golongan putih tidak mau terjebak dipusaran omongan tentang politik. Tokoh agama golongan putih menghindar jika berbicara soal ranah yg akan menimbulkan keresahan umat.

Namun tokoh Agama pembenci Pak dhe sudah menyingsingkan lengan membabat rumput agar tanah jadi gersang. Jadi tandus. Apa jadinya? Tentu pohon yg rindang daunnya juga akan berguguran. Rontok. Lalu apa? Pohonnya tentu juga akan tumbang,

Eforia itu bagus. Namun melihat kondisi riil dilapangan tentu lebih utama ketimbang malah terlena .

Jika begini apa mau cuman srupat sruput kopi?
Jika begini apa mau cuman berbicara kura kura?

Tidak percaya tulisan ini? Pasang janggut Palsu lakukan Verifikasi dan Investigasi . Jangan lupa bawa kopi biar bisa nyruput. Yg penting jangan naik kura kura!!

Sumber: Tulisan Ganggas Yusmoro
Read More
Denny Siregar Ungkap Permainan Mafia Uang Di Balik Beras Pangan Subsidi Pemerintah

Denny Siregar Ungkap Permainan Mafia Uang Di Balik Beras Pangan Subsidi Pemerintah


MAKELAR BERAS BERBAJU SINTERKLAS..

Di balik cacian dari mereka yang mengaku para petani beras di inbox saya, saya harus kagum dengan kinerja pemerintah kali ini..

Dalam kasus beras ini, pemerintah benar-benar berusaha melindungi dua sisi dari para pelaku pasar, yaitu produsen dan konsumen.

Produsen atau petani, dilindungi dengan memberikan subsidi benih dan pupuk supaya mereka bisa menurunkan biaya produksinya. Dengan turunnya biaya produksi, harga jual mereka juga terjangkau.

Dengan harga jual terjangkau, maka konsumen pun mampu membelinya.

Karena itu pemerintah mengeluarkan Perpres untuk penetapan dan penyimpanan bahan pokok dan penting. Juga Permendag yang mengatur harga acuan bawah untuk melindungi petani dan harga acuan atas untuk melindungi konsumen.

Pemerintah menjaga dua rantai ini dari pihak ketiga, yaitu para makelar.

Para makelar seperti PT IBU yang membeli beras dengan harga biasa dari petani dan menjualnya kembali dengan harga sangat tinggi itu merusak program stabilitas harga pangan.

Apa yang terjadi ketika makelar seperti PT IBU ini dibiarkan ? Jelas akan membentuk kartel pangan.

Dengan modal besar mereka, mereka membeli gabah atau beras dari tangan petani dengan harga yang "sedikit" lebih tinggi dari harga Bulog. Mereka mengemasnya dan menjual dengan harga selangit kepada konsumen.

Bayangkan, keuntungan mereka bisa sampai 300 persen tanpa harus bekerja apa-apa, cuma modal duit dan mengontrol pasar. Petani gak kaya-kaya, pembeli tercekik lehernya.

Jika model seperti PT IBU ini dibiarkan, maka perusahaan sejenis akan berlomba-lomba melakukan hal yang sama. Mereka akan membentuk asosiasi dan asosiasi itu menjadi kartel yang mengontrol harga beras di negeri ini, mirip seperti harga daging.

Dan kalau itu terjadi, mereka bisa menimbun beras sehingga terjadi kelangkaan dan harga beras naik ke langit tinggi menimbulkan keresahan dimana-mana. Pemerintah juga yang disalahkan nantinya.

Akhirnya karena langka, pemerintah harus impor dan mulai lagi mafia impor bergerak. Siapa yang terlibat impor nantinya ? Ya perusahaan2 seperti PT IBU itu lagi...

Pemerintah melakukan tindakan pencegahan dengan membentuk Satgas Pangan. Dan inilah hasil kerja Satgas Pangan yang sukses, meskipun bukan apresiasi mereka dapatkan tetapi caci maki.

Petani - maaf - banyak yang tidak mengerti skema global ini. Buat petani, mereka cukup sibuk dengan proses tanam sampai penggilingan. Mereka lalu mencari pembeli dengan harga tertinggi.

Dan ketika PT IBU yang mereka identifikasi sebagai pembeli tertinggi di perkarakan, mereka seperti kehilangan keuntungan. Wajar mereka marah, karena itu berarti kehilangan laba.

Tetapi konsumen senang, karena harga beras kembali di stabilkan. Kebayang misalnya beras dikontrol oleh kartel, maka setiap lebaran kita akan ribut dengan langkanya dan mahalnya beras di pasar.

Mahalnya beras di pasar nantinya, tidak serta merta membuat petani kaya, karena gabah atau beras petani tetap dibeli dengan harga "secukup"nya.

Saya memang bukan petani - dan tidak mengerti masalah produksi beras - tetapi saya berusaha memahami masalah pada konteks global.

Supaya kita menjadi orang pintar dan tidak mudah dibohongi makelar yang berlagak sinterklas, sembunyi dibalik baju kesucian padahal sesungguhnya lintah penghisap darah demi gemuknya perut mereka.

Biar secangkir kopi yang mencerdaskan kita semua..

Seruput..

Sumber: FB Denny Siregar
Read More
Anies Nyinyir Soal Ahok, Ruhut Balas Sentil Anies Begini Saat Jadi Menteri

Anies Nyinyir Soal Ahok, Ruhut Balas Sentil Anies Begini Saat Jadi Menteri


CeriaNews.com - Pernyataan Gubernur DKI terpilih Anies Baswedan soal ketidakpahaman gubernur terdahulu dalam pengelolaan anggaran, mendapat tanggapan dari politisi Ruhut Sitompul.

Ruhut mengingatkan agar Anies jangan terlalu sibuk mengomentari pendahulunya di kursi DKI satu, sebab saat masih menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies juga kinerjanya dianggap tidak maksimal dan dicopot oleh Presiden Joko Widodo.

Mantan petinggi Partai Demokrat itu menduga, pencopotan Anies juga terkait pengelolaan anggaran. Ia menyinggung kelebihan anggaran atau over budget untuk dana Tunjangan Profesi Guru (TPG) sebesar Rp23 Triliun di Kemendikbud semasa kepemimpinan Anies.

"Kita lihat kebelakang lagi, waktu itu dia menteri saja di copot. Karena masalah anggaran juga kan," kata Ruhut, Minggu (24/7/2017).

Tak hanya itu, juru bicara Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok - Djarot Saiful Hidayat di Pilkada DKI 2017 itu juga meminta Anies untuk fokus merealisasikan janji-janji mereka selama masa kampanye.

Sebelumnya, sindiran Anies dilontarkannya saat menggelar halal bihalal dengan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Kahmi) di Yogyakarta, Rabu 19 Juli 2017 lalu.

Pada kesempatan itu Anies menyinggung soal adanya ketimpangan antara yang kaya dan miskin di ibukota. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya penyerapan anggaran Pemprov DKI.

Karenanya ia menilai gubernur sebelumnya tidak mengerti pengelolaan anggaran. Meski begitu ia tak menyebut siapa gubernur yang dimaksud.

"Ini potret (persoalan) di Jakarta, yang dibilang gubernur kemarin mengerti anggaran, padahal tidak memahami," ujar Anies.

Sumber: Netralnews.com
Read More