CeriaNews.com
Dua Orang Pelaku Bom Bunuh Diri Yg Meluluh Lantakkan Halte Kampung Melayu Terungkap, Simak!

Dua Orang Pelaku Bom Bunuh Diri Yg Meluluh Lantakkan Halte Kampung Melayu Terungkap, Simak!


CeriaNews.com - Polisi telah mengidentifikasi pelaku bom bunuh diri di Kampung Melayu, Jakarta Timur pada Rabu (24/5/17) malam.

Ada dua tersangka pelaku yang ikut tewas dalam serangan teror di kawasan terminal itu.

Merujuk pemberitaan The Strait Times yang mengutip sumber di Polri, pelaku bom bunuh diri punya kaitan dengan kelompok militan di Poso, Sulawesi Tengah.

Namanya adalah Solihin dan Ichwan Nurul Salam.

Solihin merupakan staf administrasi di Pondok Pesantren Darul Anshor di Poso.

Sedangkan Ichwan yang berusia 34 tahun, berasal dari Bandung, Jawa Barat.

Namun, Polri masih memverifikasi data pribadi kedua pelaku teror itu.

Sejauh ini, polisi menyimpulkan bom yang digunakan berdaya ledak rendah atau low-grade explosives.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk segera mengungkap teror itu.

Presiden yang beken disapa dengan panggilan Jokowi itu menilai serangan teror di kawasan terminal tersebut benar-benar keterlaluan.

"Ini sudah keterlaluan! Tukang ojek menjadi korban, sopir angkot menjadi korban, penjual lapak kelontong menjadi korban, polisi juga menjadi korban," tegasnya

sumber: straittimes/ara/jpnn
Read More
Imbauan Denny Siregar Usai Meledaknya Bom Bunuh Diri Di Kampung Melayu! Share!

Imbauan Denny Siregar Usai Meledaknya Bom Bunuh Diri Di Kampung Melayu! Share!


MELAWAN TEROR

Serangan serentak ISIS di banyak negara akhirnya mampir juga ke Indonesia..

Sesudah Bangkok diguncang bom di sebuah rumah sakit yang menewaskan 24 orang, Inggris juga kena saat konser dengan korban 22 orang. Fiipina sedang darurat militer ketika kota Marawi dikuasai ISIS dan para pastor diculik sedangkan kepala polisinya sudah terpenggal.

Dan Indonesia baru saja diguncang bom panci yang menyebabkan 5 korban tewas, termasuk 3 orang polisi..

Sejak bom Thamrin di awal 2016, baru sekarang inilah kepolisian kecolongan kembali. Tito Karnavian yang dilantik menjadi Kapolri Juli 2016, sudah bekerja keras menyisir dan menangkap para pelaku bom panci di beberapa daerah.

Bom panci yang pertama kali dikenalkan oleh Alqaeda dan diupload di internet melalui cara perakitan yang sangat sederhana dan murah, menjadi inspirasi sel-sel tidur ISIS yang kembali beraksi ketika "mendapat perintah".

Sulit untuk mengenal sel-sel tidur ISIS karena mereka bergabung di tengah masyarakat. Sel tidur ini tidak terkait langsung dengan organisasi, tetapi mereka adalah simpatisan dengan nama "Lone Wolf".

Mereka belajar semua dari internet dan tergugah semangat bunuh dirinya ketika melihat video ISIS berisi pesan-pesan untuk mendirikan negara khilafah melalui kerusakan yang ditimbulkan..

Untuk mereka yang dulu meremehkan - bahkan membully kepolisian karena masalah bom panci ini - sekarang bisa melihat sendiri bahwa bom ini tidak main-main dan bukan pengalihan isu..

Dalam terorisme yang dibutuhkan bukan hanya korban, tetapi dampak. Dampak ketakutan itulah yang terus disebar dan tersebar karena sebagian orang ingin terlihat gagah memperlihatkan foto hasil kerja mereka.

Dampak yang diinginkan mereka selain ketakutan adalah juga sebagai inspirator bagi simpatisan ISIS dimanapun berada. ISIS memainkan emosi kebanggaan kepada sel-sel tidur mereka dimana saja untuk melakukan apa yang mereka sebut sebagai "jihad".

Cara melawan terorisme seperti ini adalah tetap percaya kepada pemerintah dan aparat keamanan.

Pada situasi seperti ini, melarikan diri dan aset keluar negeri karena rasa takut yang berlebihan bukanlah opsi yang bijak. Karena tidak ada satupun tempat di dunia ini yang aman kecuali di negeri sendiri. Lihat, Inggris yang ketat pengawasannya terhadap teroris saja diguncang keras dengan jumlah korban yang lebih besar.

Sementara ini hindari dulu tempat keramaian dan mulailah koordinasi lintas agama untuk memperketat penjagaan di wilayah masing2, karena teroris tidak mengenal siapa dan apa agama anda.

Korban di Kampung Melayu adalah orang2 kecil yang tidak berdosa.

Tunjukkan bahwa kita tidak takut karena ketakutan kita itulah tujuan mereka..

Angkat cangkir kopinya..

Sumber: FB Denny Siregar

Silahkan dishare jika berkenan, terima kasih.
Read More
Gila! Pawai Obor Sambut Ramadhan, Anak-Anak Menyanyikan "Bunuh Si Ahok Sekarang Juga"! Share!

Gila! Pawai Obor Sambut Ramadhan, Anak-Anak Menyanyikan "Bunuh Si Ahok Sekarang Juga"! Share!


SEDIH

Sedih mendengar anak-anak ini dengan santai dan riang menyanyi lagu pembunuhan. Ini terjadi pada acara pawai obor tadi di sekitar Jl. Gajah Mada, Jakarta. Di waktu yang hampir bersamaan aksi teror bom terjadi di Kampung Melayu. Sedih banget.



Info dari Twitter:


Beberapa Komentar Netizen:

Budi Asrawan: Ini akibat overdosis beragama,, terlalu overdosis, jadinya efeknya lebih parah dari narkoba jauh lebih parah,, terapan beragama dalam kehidupan sehari hari akan membutakan mata jadi fanatik berlebihan, mereka dari kecil udah diracun kayak gini, besarnya mereka bisa jadi terorist atau paling jelek akan jadi amat radikal..janganlah terlalu berlebihan dalam beragama saudaraku,, beragama itu urusan pribadi antara kita dan Tuhan,, cukup gitu ajaa.

Budiani Budiani: Menunggu tanggapan dr pemerintah.! Ini bukan masalah sepele....anak2 ini adlh penerus bangsa, tdk bisa didiamkan hal seperti ini. Harus ada teguran dan sangsi keras dr pemerintah utk pihak penyelenggara. Sudah keterlaluan dan sangat tdk beradab!!!

Tonny Hanif: Ini adalah dampak nyata akibat tidak adanya kontrol terhadap etika warga
negara dalam beragama. Semua yg dikatakan guru dan ustad selalu dianggap benar walaupun sudah keblablasan dan menyimpang jauh dari ahlak ajaran agamanya. Mereka resisten terhadap kritik dg bersembunyi dibalik kekuatan dominasi mayoritas.

Joane Mulyo: Lingkungan dan keluarga yg membuat mereka spt itu....
Lingkungan terbiasa mendengar kata2 provokatif.. Dari mana?? Ya dari masjid...
Efek Karya dari pak jeka dan pak eep...
Kita yg 'waras' tak perlulah mengutuk mereka masih anak2...

Usriah: Astagfirullahal'adhim.....!
Padahal Ko Ahok sudah mengalah dan rela dipenjara, tpi rupanya kebencian sudah kadung merasuk dalam dan sulit disembuhkan, saudarlah wahai saudara seimanku, sebentar lagi sudah mau masuk bulan Ramadhan, jadilah muslim yang sejuk, yang mendamaikan jangan terus teriak menebar kebencian, apalagi dengan membawa anak-anak yang hati dan pikirannya masih polos

Disusun: Admin CeriaNews.com
Sumber: FP KataKita


Tolong bantu share, agar hal krusial ini bisa menjadi perhatian masyarakat luas, terima kasih.
Read More
Usai Ahok Cabut Permohonan Banding, Kembali Ia Jadi Sorotan Media Internasional

Usai Ahok Cabut Permohonan Banding, Kembali Ia Jadi Sorotan Media Internasional


CeriaNews.com - Saat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dijatuhi hukuman penjara 2 tahun, media internasional ramai memberitakan. sebelum hal itu pun Ahok telah menjadi sorotan dunia. Kini ia kembali ramai diperbincangkan lantaran mencabut permohonan bandingnya. Keputusan ini memang cukup mengejutkan.

Tak hanya media lokal saja yang memberitakannya, pencabutan banding atas kasus penodaan agama dengan Ahok sebagai terdakwa ini juga diberitakan oleh media internasional.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Veronica Tan, beserta adik Ahok, Fify Letty Indra bersama Tim Advokasi Bhinneka Tunggal Ika BTP yang mendampingi kasus dugaan penodaan agama menjelaskan perihal pencabutan memori banding.

Konferensi pers digelar di Gado-Gado Boplo, Jalan Gereja Theresia, Jakarta Pusat, Selasa (23/5/2017). Veronica Tan meneteskan air matanya saat membacakan sepucuk surat yang ditulis oleh suaminya di balik tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Terlihat Veronica mengenakan kebaya kuning itu tak kuasa menahan air matanya saat menjelaskan permintaan Ahok yang menerima putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dengan vonis 2 tahun penjara.

Berikut deretan media-media Internasional yang turut memberitakan putusan Ahok untuk mencabut banding atas kasus penodaan agama yang menjeratnya!

1. Newsweek


Portal berita Newsweek ini memberitakan pencabutan banding oleh Ahok ini dengan judul 'Jailed Former Jakarta Governor Ahok Will Drop Appeal Against Blasphemy Conviction', menuliskan bahwa Ahok mencabut banding pada sebuah konferensi pers yang diwakili oleh sang istri Veronica Tan.

Newsweek juga menuliskan Veronica Tan yang menangis saat membacakan pernyataan resmi yang ditulis oleh Ahok langsung di balik jeruji Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Tak hanya itu, Newsweek juga menuliskan bahwa alasan Ahok mencabut banding tersebut adalah khawatir dengan warganya yang nanti bergejolak dan semakin banyaknya bentrokan yang terjadi jika Ahok terus melanjutkan banding yang ia ajukan pada 11 Mei 2017 silam.

2. The New York Times


Sama seperti Newsweek, portal berita asal Amerika Serikat, The New York Times ini juga memberitakan pencabutan banding yang dilakukan oleh Ahok.
Mengangkat beritanya dengan judul 'Governor of Jakarta Withdraws Appeal of Blasphemy', The New York Times menuliskan pencabutan banding ini bukanlah sebuah paksaan namun berasal dari hati dan hasil diskusi keluarga.

The New York Time juga menuliskan keputusan tak terduga dari Ahok ini diambil karena ditakutkan bisa memperpanjang ketegangan agama dan etnis di negara mayoritas memeluk agama Islam di dunia.

Portal berita ini juga mengungkapkan penuntutan yang dilakukan kepada Ahok ini dipandang sebagai sebuah settingan yang dilakukan oleh rival politiknya dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.

3. Strait Times

Portal berita negara tetangga Singapura, Strait Times pun turut memberitakan pencabutan banding yang dilakukan oleh Ahok ini. Strait Times menuliskan berita ini dengan judul 'Jailed Jakarta governor's appeal against blasphemy conviction dropped to allow prosecutors to appeal sentence, family says', menuliskan keputusan pencabutan banding atas kasus yang tengah menjerat Ahok ini berasal dari permintaan keluarga.

Strait Times juga menuliskan saat-saat Veronica Tan menangis pada saat membacakan surat dari Ahok pada saat konferensi pers yang dilakukan pada, Selasa (23/5/2017).

Tak hanya itu, Strait Times juga menjabarkan latar belakang dari Ahok dijatuhkan hukuman 2 tahun penjara hingga pencabutan banding.

4. ABC News


Berita ABC News dengan judul 'Jakarta's former governor Ahok dropping appeal against jail sentence for blasphemy', menuliskan keputusan Ahok untuk mencabut banding adalah untuk kebaikan negara.

Demi keadaan negara yang kondusif, Ahok rela menerima vonis penjara 2 tahun yang ia terima atas kasus penodaan agama yang menjeratnya. ABC News juga menjelaskan bahwa sang istri, Veronica Tan mendukung keputusan Ahok untuk menerima vonis tersebut.

Oleh karena itu, Veronica menjadi wakil Ahok untuk membacakan surat pernyataan resminya pada konferensi pers yang digelar pada, Selasa (23/5/2017).

5. Aljazeera



Aljazeera menjadi portal berita internasional yang tidak pernah ketinggalan dalam memberitakan seluk beluk Ahok. Kali ini ia memberitakan pencabutan banding yang dilakukan Ahok dengan artikel yang berjudul 'Jakarta's ex-governor Ahok drops blasphemy appeal'.

Aljazeera menuliskan saat-saat Veronica Tan yang menangis ketika membacakan surat dari Ahok pada konferensi pers terkait pencabutan banding pada kasus penodaan agama yang menjerat Ahok. Aljazeera juga menuliskan keputusan tersebut sangat mengejutkan dan di luar perkiraan.

Keputusan pencabutan banding tersebut dipicu karena banyaknya unjuk rasa dan bentrokan yang terjadi antara pendukung Ahok dan masyarakat lainnya. Ahok tidak mau hal tersebut berkelanjutan maka dari itu ia lebih memilih untuk menerima vonis 2 tahun penjara yang dijatuhkan untuknya.

Sumber: Berantai.com
Read More
Begini Pernyataan Keras Ketua GP Ansor Manado Terkait Rizieq Shihab Yang Tidak Kunjung Ditangkap

Begini Pernyataan Keras Ketua GP Ansor Manado Terkait Rizieq Shihab Yang Tidak Kunjung Ditangkap


CeriaNews.com - Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Manado Rusli Umar secara tegas meminta agar pihak kepolisian segera menangkap Ketua Front Pembela Islam (FPI), yang saat ini mangkir dari pemeriksaan.

Hal ini disampaikan Rusli ketika memimpin aksi bersama Ormas Milisi Waraney dan Banser di depan DPRD Sulut siang tadi.

"Kami minta Habib Rizieq segera ditahan, karena dia tidak mencintai NKRI. Siapapun yang tidak cinta terhadap NKRI itu adalah musuh GP Ansor," tegas dia.

Dirinya juga menyatakan siap melakukan demo setiap hari sampai Habib Rizieq ditahan.

"Kalau perlu kami akan turun ke jalan setiap hari sampai Habib pulang ke Indonesia dan mempertanggungjawabkan perbuatannya," kata dia.

Ia juga mendorong agar pihak kepolisian dapat segera menjemput Rizieq dari luar negeri.

"Bapak-bapak polisi harus tegas, kalau memang dia bersalah maka harus dihukum, jangan ditunda-tunda lagi," tandasnya.

sumber: tribunnews.com
Read More
Usai Terjadi Ledakan Di Terminal Kampung Melayu, Ditemukan Ada Potongan Tubuh di TKP

Usai Terjadi Ledakan Di Terminal Kampung Melayu, Ditemukan Ada Potongan Tubuh di TKP


CeriaNews.com - Ledakan keras terjadi di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur.

Pascaledakan, terlihat beberapa potongan tubuh manusia.

Salah seorang warga bernama Rohimat mengatakan warga berkerumun di salah satu titik tak jauh dari Halte TransJakarta Kampung Melayu.

"Mereka melihat potongan tubuh, ada potongan tubuh," ujarnya kepada detikcom, Rabu (24/5/2017).

Rohimat mengatakan ledakan terdengar sebanyak dua kali.

Bau sangit tercium pascaledakan tersebut.

"Ledakannya berselang sekitar lima menit," kata Rohimat, yang saat kejadian melintas di kawasan tersebut.

"Warga banyak yang panik, banyak juga yang berkerumun," tambahnya.

Kondisi Toilet yang Diduga Sumber Ledakan di Kampung Melayu Rubuh

Ledakan terjadi di toilet dekat Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur. Kondisi toilet yang diduga asal ledakan rusak parah dan runtuh.

Warga sekitar saat ini berkumpul di sekitar lokasi kejadian. Polisi sudah memasang garis polisi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) agar warga tidak terlalu mendekat ke area terminal.

Bahkan juga warga yang berkumpul di flyover Kampung Melayu yang berada di atas Terminal Kampung Melayu.

Warga yang berkumpul hanya bisa berada sekitar 50 meter dari lokasi. Angkot yang sebelumnya berada di sekitar terminal saat ini mulai dievakuasi oleh polisi.

Salah seorang warga bernama Rohimat mengatakan ledakan tersebut terdengar sekitar pukul 21.00 WIB, Rabu (24/5/2017). Warga berlarian begitu terdengar suara ledakan.

"Kejadiannya persis di Terminal Kampung Melayu. Warga panik, berlarian. Suara ledakannya keras," ujarnya kepada detikcom.

sumber: detik.com
Read More
Breaking News! Terjadi Ledakan di Halte Busway Terminal Kampung Melayu Jakarta Timur!

Breaking News! Terjadi Ledakan di Halte Busway Terminal Kampung Melayu Jakarta Timur!


CeriaNews.com - Dikabarkan terjadi dua kali ledakan di sekitaran Kampung Melayu, Jakarta Timur.

Kabar tersebut berhembus dari media sosial Twitter.

"Kira-kira 5 menit yang lalu telah terjadi ledakan bom sebanyak 2x di terminal Kampung Melayu. Belum diketahui penyebabnya," jelas akun @Mary0nix, Rabu (24/5/2017).

Banyak spekulasi yang keluar dari netizen perihal ledakan tersebut.

Ledakan bom hingga meledaknya mesin TransJakarta ramai diperbincangkan di media sosial itu.

"Ada ledakan di kampung melayu jakarta timur!! Menurut kabar bom di halte busway!," terang akun @zachbaroh.

Saat dikonfirmasi, petugas dari Polsek Jatinegara masih berupaya mencari kebenaran tersebut.

Bahkan, pihaknya langsung menerjunkan beberapa personel untuk memastikan kabar tersebut.

"Katanya, baru katanya ada ledakan, kita sedang mengecek lokasi, sedang dalam perjalanan," jelas petugas jaga Polsek Jatinegara, Aipda Agus saat dikonfirmasi Okezone.

sumber: okezone.com
Read More
Mengharukan! Sifat Terpuji Ahok, Tak Lupa Kembalikan Uang Operasional Gubernur DKI Rp 1,2 M Usai Mundur!

Mengharukan! Sifat Terpuji Ahok, Tak Lupa Kembalikan Uang Operasional Gubernur DKI Rp 1,2 M Usai Mundur!


CeriaNews.com - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengundurkan diri dari Jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta pada Selasa 23 Mei 2017.

Surat pengunduran diri Ahok ditujukan langsung kepada Presiden Joko Widodo dengan tembusan Kemendagri.

Selain mengundurkan diri, Ahok juga mengembalikan uang operasional gubernur yang masih diterimanya sebesar Rp 1,28 miliar.

Tim kuasa hukum Ahok, Fifi Lety Indra membenarkan pengembalian uang operasional itu. "Iya benar sudah dikembalikan," ujar Fifi saat dihubungi, Rabu (24/5/2017).

Menurut Fifi, pengembalian itu atas keinginan Ahok sendiri. "Benar keinginan Pak Ahok," ucapnya.

Pada foto kwitansi yang diterima Liputan6.com, Ahok mengembalikan uang sisa dari Biaya Penunjang Operasional (BPO) ke kas DKI sebanyak Rp. 1.287.096.775 yang ditransfer ke Biro Administrasi Setda Provinsi DKI Jakarta.

Ketua Tim Kuasa Hukum Ahok , I Wayan Sudirta, mengatakan kliennya itu mengundurkan diri lantaran tidak ingin mengganggu pemerintahan dengan status hukumnya saat ini.

Intinya, kata dia, niat baik Ahok tidak ingin merepotkan pemerintahan.

"Dia ingin suasana damai dan kepentingan bangsa tidak terganggu karena dirinya. Ini wujud menciptakan kedamaian dan melakukan sesuatu yang baik," kata dia.

sumber: liputan6.com
Read More
Surat Pengunduran Diri Ahok ke Presiden Jokowi Ini Bacanya Bikin Sedih! Share!

Surat Pengunduran Diri Ahok ke Presiden Jokowi Ini Bacanya Bikin Sedih! Share!


CeriaNews.com -Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengajukan pengunduran diri dari posisi Gubernur DKI Jakarta ke Presiden Jokowi. Ini surat pengunduran dirinya:

Surat pengunduran diri Ahok yang didapat detikcom, Rabu (24/5/2017), diketik di atas kertas putih. Ahok membubuhkan tanda tangannya dengan pulpen warna biru.

Dalam surat itu, Ahok melandaskan pengajuan pengunduran dirinya karena vonis 2 tahun yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

"Mohon kiranya Bapak Presiden Republik Indonesia mengabulkan permohonan pengunduran diri saya ini," ujar Ahok di bagian akhir suratnya.

Berikut surat pengunduran diri Ahok:

Surat pengunduran diri Ahok. Foto: dok. Istimewa
Sehubungan dengan ditetapkannya putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara dengan Nomor 1537/Pid.B/2016/PN.JKT.Utara yang dibacakan pada 9 Mei 2017 dan terbitnya keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 56/P tahun 2017 tentang Pemberhentian Sementara Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan Penunjukan Pelaksana Tugas Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Sisa Masa Jabatan Tahun 2012-2017 tertanggal 12 Mei 2017, maka dengan ini saya:

Nama lengkap: Ir. Basuki Tjahaja PUrnama , M.M

Tempat lahir: Manggar (Kabupaten Belitung Timur)

Tanggal lahir: 29 Juni 1966

Dengan ini menyampaikan surat pengunduran diri sebagai Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta sesuai Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 130/P Tahun 2014 tentang Pengesahan Pemberhentian Wakil Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Masa Jabatan Tahun 2012-2017 dan Pengesahan Pengangkatan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Sisa Masa Jabatan Tahun 2012-2017.

Mohon kiranya Bapak Presiden Republik Indonesia mengabulkan permohonan pengunduran diri saya ini.


Sumber: Detik.com & Merdeka.com
Read More
Sandiaga Bantah Pernah Mengenal Nazaruddin, KPK Selanjutnya Siap Untuk Lakukan Ini..

Sandiaga Bantah Pernah Mengenal Nazaruddin, KPK Selanjutnya Siap Untuk Lakukan Ini..


CeriaNews.com - Pernyataan Sandiaga Uno yang mengaku tidak kenal dengan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin menjadi pembicaraan hangat netizen di media sosial.

Untuk diketahui, Sandiaga diperiksa sebagai saksi terkait dugaan korupsi dalam proyek pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Khusus Penyakit Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana Tahun Anggaran 2009-2011.

Saat memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (23/5/2017), Sandiaga mengatakan bahwa ia tak mengenal Nazaruddin.

"Saya tidak kenal dengan Pak Nazaruddin, saya tidak berkomunikasi dengan Beliau," kata Sandiaga sebelum diperiksa sebagai saksi di Gedung KPK Jakarta, seperti dikutip dari Kompas.com.

Namun ternyata data yang dimiliki KPK ternyata menunjukkan bahwa Sandiaga pernah menjalin komunikasi dengan Nazaruddin.

Pertemuan itu terkait proyek di PT Duta Graha Indah, dimana Sandiaga Uno pernah menjabat sebagai Komisaris dan sering mendapat proyek dari bos Permai Grup, Nazaruddin.

Alhasil, pertemuan Sandiaga-Nazaruddin itu akan didalami KPK.

Hal itu disampaikan juru bicara KPK, Febri Diansyah.

Kini penyidik KPK tengah mengusut praktek korupsi dalam proyek yang dikerjakan antara relasi PT DGI dan Permai Grup.

"Soal apakah ada kaitan Nazaruddin dengan pihak lain (termasuk Sandiaga Uno), tentu akan kami gali lebih jauh karena kasus ini masih penyidikan," ucap Febri, Selasa (23/5/2017) di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.


Dua Indikasi Korupsi

Dari belasan proyek yang diberikan Permai Grup, dua kasus berproses di KPK karena ditemukan indikasi korupsi. Pertama dugaan korupsi pembangunan Wisma Atlet dan gedung serba guna Pemprov Sumsel.

Kedua dugaan korupsi pembangunan RS Pendidikan Khusus Penyakit Infeksi dan Pariwisata, Universitas Udayana tahun 2009-2011.

Bahkan dalam persidangan, Nazaruddin mengakui sempat bertemu dengan Sandiaga Uno bersama mantan ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum.

Pertemuan ini dilakukan untuk membahas proyek pemerintah agar dikerjakan oleh PT DGI. Pada awak media, Sandiaga Uno membantah mengenal Nazaruddin.

Bahkan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih itu mengklaim tidak pernah menjalin komunikasi apapun dengan Nazaruddin. Melainkan Sandiaga Uno hanya mengaku mengenal Anas sebagai kolega.

Hari ini, Sandiaga Uno diperiksa untuk tersangka mantan Direktur Utama PT Duta Graha Indah, Dudung Purwadi (DPW) yang adalah mantan anak buahnya.

Dalam dakwaan Nazaruddin, setidaknya ada belasan proyek dari Permai Grup yang dikerjakan oleh PT DGI, diantaranya pembangunan gedung Universitas Udayana, Universitas Mataram dan Universitas Jambi.

‎Ada juga pembangunan RS Indpeksi Tropis Surabaya, RSUD Ponorogo, Paviliun RS Adam Malik Medan, RSUD Sungai Daerah Kab Darmasraya, Gedung Cardiac RS Adam Malik Medan, dan lainnya.

Atas proyek-proyek itu, Nazaruddin mendapat uang Rp 23,1 miliar. Kini PT DGI telah berganti nama menjadi PT Nusa Konstruksi Enjiniring.

Febri menambahkan penyidik tidak akan berhenti hanya pada dua‎ pengusutan kasus. Menurutnya tidak menutup kemungkinan proyek lainnya juga ditelusuri guna mendalami adanya indikasi korupsi maupun suap.

"Saat ini kami masih fokus pada dua proyek. Apakah ada proyek lain yang juga kami telusuri, itu tidak tertutup kemungkinan," tambah Febri.

sumber: tribunnews.com
Read More