Nikita Mirzani Semprot Pengusaha Sam Aliano Yang Laporkan Dirinya, Kata "Micin" pun Terlontar, Simak!

Nikita Mirzani Semprot Pengusaha Sam Aliano Yang Laporkan Dirinya, Kata "Micin" pun Terlontar, Simak!


CeriaNews.com -Nikita Mirzani menanggapi santai segala ucapan Sam Aliano terkait dirinya. Ia bahkan menyebut Sam begitu plin-plan dengan sikapnya. "Itu berarti dia itu gokil, mau minta maaf tapi nggak jadi. Kebanyakan makan mecin deh," kata Nikita di Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Jumat (20/10).

Terkait ucapan Sam yang konon katanya bersedia menanggung ganti rugi atas hilangnya sejumlah job Niki di dunia hiburan akibat laporannya ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), artis yang identik dengan image seksi tersebut juga tidak ingin menanggapi serius bahkan terkesan menolaknya, termasuk menolak mentah-mentah solusi untuk berdamai secara kekeluargaan.

"Nggak ah (damai). Mau ganti rugi, punya duit berapa memangnya? Niki mintanya besar loh pokoknya. Polisikan saja, Niki nggak masalah. Sudah biasa," katanya lagi.

Sementara itu, kuasa hukum Nikita Mirzani, Aulia Fahmi, juga menegaskan tidak ada pintu perdamaian antara kliennya dan Sam. Proses hukum akan tetap berjalan.

"Kita ikuti saja proses hukum nanti sampai diperiksa. Setelah itu mungkin akan dilimpahkan ke Kejaksaan lalu menuju pengadilan," katanya.

Perseteruan keduanya berawal dari kedatangan Sam ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dengan tujuan meminta lembaga tersebut mencekal publik figur yang dianggap telah mencemarkan nama baik pejabat negara dan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo.

Niki pun merasa terganggu dengan tindakan Sam tersebut. Ia menganggap Sam berusaha melakukan upaya pencekalan terhadap dirinya. Ia akhirnya melaporkan Sam ke polisi pada 9 Oktober 2017 lalu.
Di sisi lain, Sam merasa geram lantaran merasa Nikita telah mempermalukan dirinya di depan umum setelah secara terang-terangan mengunggah surat laporan terhadap dirinya yang harusnya bersifat rahasia karena merupakan dokumen resmi negara.

"Saya cukup geram dengan laporannya ke polisi. Apalagi dia juga mengunggah laporannya ke media sosial. Surat itu kan harusnya bersifat rahasia," kata Sam, Kamis (19/10) lalu.
Ia kemudian meminta Nikita meminta maaf kepadanya dengan memberikan tenggat waktu 10 x 24 jam. Akan tetapi, nampaknya Nikita Mirzani sudah benar-benar tidak membuka kesempatan untuk keduanya berdamai secara kekeluargaan.

Sumber: Jitunews.com
Read More
Bikin Heboh Soal Postingan 100 WNA Asal China, Ifan Seventeen Klarifikasi. Fakta Ini Mengejutkan!

Bikin Heboh Soal Postingan 100 WNA Asal China, Ifan Seventeen Klarifikasi. Fakta Ini Mengejutkan!


CeriaNews.com - Vokalis grup musik Seventeen, Riefian Fajarsyah atau yang dikenal dengan nama Ifan Seventeen, menjumpai pemandangan tak biasa saat bertolak ke Kendari, Sulawesi Tenggara.

Ia menumpang sebuah pesawat dari Jakarta pada Jumat (19/10/2017).
Di dalam kabin pesawat, ia berjumpa lebih dari 100 penumpang lainnya.

Yang membuat ia terkejut, ratusan penumpang itu sebanyak 70-80 persen didominasi oleh tenaga kerja asli Cina.

Ifan juga menyebutkan bahwa seluruh WNA asal Cina itu tidak bisa berbahasa Inggris maupun Indonesia.
Sang pramugari pesawat bahkan menyebut jika hal ini sudah biasa terjadi saat penerbangan ke Kendari.

Hal yang sangat disayangkan Ifan adalah soal lapangan kerja yang seharusnya bisa menjadi kesempatan untuk WNI namun justru diberikan kepada WNA.

"Pada saat Indonesia masih berlebihan SDM nya, masih banyak pengangguran, bahkan kita masih banyak mengirimkan sodara-sodara kita buat kerja bertaruh nyawa di negeri orang, kenapa kita harus memasukkan tenaga kerja dari negeri lain?!" tulis Ifan pada tautan yang diunggahnya.



Komentar netizen:


Bui Kiong: uiiii fan ....saudarah kita yg kerja di luar negeri jauh lbh byk....ngapain jg kau sewot gt. klu tak mau satu pesawat ama mereka kau bisa turun tau terbang pakai sapu nenek sihir aja..

Mitha Santoso: Makanya pada sekolah yg pinter.. karena semakin hari persaingan semakin ketat... lha nggene dewe podo saingan KIDS JAMAN NOW... GROUP2AN SEPEDA MOTOR dll... orang luar negeri mana ada begituan... dari kecil les sembarang kalir..sekolah sampek sore... ya bagaimana ya... jaman modern.. kalah pinter yo kalah.... 😄😄😄😄... Cathay Pacific hari2 juga hampir penuh orang indonesia yg tujuan surabaya dan Jakarta....

Trida Wijoyo: Irafan sy tau kamu artis mudah cari rejeki gak spt kami yg hidup susah, sy tau kamu jg membela negara dgn rasa geram karna bnyk pekerja asing dtg, tp kamu jg harus tau banyak sodara kita yg jd TKW/TKI, baik Legal atau Ilegal dinegara org, jgn jd api sehinga berita membesar sampai kenegara lain, kami2 jg tumpang cari rejeki di negeri org, kl mereka org China mau kerja di negeri kita mungkin mereka ada #Reason sendiri mau digaji murah, atau mmg bawaan investor.
#dont bully and peace.... salam limajari ^_^

Alfian Kurniansyah: ya udah warga kita juga banyak yg jadi tki
di Malaysia, Taiwan, cina, hongkong, Singapore, Brunei, Arab, khatar, tapi negara" tersebut warganya sewot gituuu riski kita udah di atur di mana tempat dan sumbernya mas gk usah kawatir Indonesia miskin karna kedatangan etnis cina


ADA YANG SALAH DENGAN NEGERI INI


Itu kata-kata yang pertama kali terlintas di kepala gw!
Mungkin udah kelima kalinya gw terbang ke daerah Sulawesi, 70-80% penumpangnya adalah tenaga kerja asli Cina, yang gak bisa Bahasa Inggris apalagi Bahasa Indonesia.
Terakhir hari ini pesawat ke Kendari sekitar 70-80 orang isinya mereka semua.


Sempet bikin merinding waktu Seventeen harus manggung di Morowali, 95% isi pesawatnya adalah tenaga kerja asli Cina, let's say sekitar 130 orangan kali ya.
GILA SIH, LO BISA BAYANGIN, SERASA ADA DI NEGERI LAIN.
Dan menurut info pramugarinya, "IT HAPPENS EVERYDAY" GILA!!
Seventeen manggung di Morowali 6 bulanan yang lalu, kalo itu terjadi tiap hari??! SEKARANG UDAH RUAMEEE BANGET BERARTI!!


Dari info yang gw tau ini juga terjadi di Bogor, Solok Selatan (Sumbar), Manokwari (Papua) dan entah mana lagi.
Men, gw sih gak akan ngomong soal politik karna bukan kapasitas gw.


TAPI SATU HAL YANG ADA DI KEPALA GW ADALAH,

Pada saat Indonesia masih berlebihan SDM nya, masih banyak pengangguran, bahkan kita masih banyak mengirimkan sodara-sodara kita buat kerja bertaruh nyawa di negeri orang, kenapa kita harus memasukkan tenaga kerja dari negeri lain?!

ADA YANG SALAH DENGAN NEGERI INI • • Itu kata-kata yang pertama kali terlintas di kepala gw! Mungkin udah kelima kalinya gw terbang ke daerah Sulawesi, 70-80% penumpangnya adalah tenaga kerja asli Cina, yang gak bisa Bahasa Inggris apalagi Bahasa Indonesia. Terakhir hari ini pesawat ke Kendari sekitar 70-80 orang isinya mereka semua. • • Sempet bikin merinding waktu Seventeen harus manggung di Morowali, 95% isi pesawatnya adalah tenaga kerja asli Cina, let's say sekitar 130 orangan kali ya. GILA SIH, LO BISA BAYANGIN, SERASA ADA DI NEGERI LAIN. Dan menurut info pramugarinya, "IT HAPPENS EVERYDAY" GILA!! Seventeen manggung di Morowali 6 bulanan yang lalu, kalo itu terjadi tiap hari??! SEKARANG UDAH RUAMEEE BANGET BERARTI!! • • Dari info yang gw tau ini juga terjadi di Bogor, Solok Selatan (Sumbar), Manokwari (Papua) dan entah mana lagi. Men, gw sih gak akan ngomong soal politik karna bukan kapasitas gw. • • TAPI SATU HAL YANG ADA DI KEPALA GW ADALAH, Pada saat Indonesia masih berlebihan SDM nya, masih banyak pengangguran, bahkan kita masih banyak mengirimkan sodara-sodara kita buat kerja bertaruh nyawa di negeri orang, kenapa kita harus memasukkan tenaga kerja dari negeri lain?!
A post shared by Riefian Fajarsyah (@ifanseventeen) on


Postingan ini sudah dikomentari lebih dari 5ribu netizen. Bagaimana menurut anda?

Dan karena netizen ramai memborbardir akhirnya akhirnya Ifan membuat klarifikasi namun tetap saja kena bully sebagian netizen. berikut klarifikasinya:

Assalamualaikum Wr. Wb.
Salam sejahtera buat semua..


Cuma pengen sedikit menyampaikan, karna emang postingan terakhir gw kok kayanya rusuh banget 😂


Coba dibaca baik2, yang pasti dari awal, gw sedikitpun tidak ada maksud untuk menjatuhkan ataupun membela pihak manapun.
Cuman rasa concern aja kok rame ya Tenaga Kerja Asing berdatangan ke Indonesia, yang kebetulan kali ini dari RRC / Tiongkok.
Jadi sebenernya ini bukan masalah ras, apalagi soal agama.


Tapi ternyata keadaan negara kita emang bener2 memprihatinkan, berkenaan masalah penyampaian suara.
Sedikit kritis aja kok ya jadi salah banget, jadi dikaitkan kemana-mana, jadi diburu kesana-kemari.
Penyampaian suara prihatin dikesankan sebagai kritisi yang berbau politik.


Sebenernya sekarang gw lebih pengen untuk mengajak temen-temen dari kedua kubu untuk tidak lagi mempermasalahkan masalah pribumi atau bukan, WNI atau keturunan.
Yuk sama-sama kita bantu pemerintah untuk selalu berani melaporkan hal-hal yang menurut kita janggal yang ada di depan mata kita.
Sama-sama kita berbenah untuk menjadi bangsa yang lebih kuat dan lebih baik lagi.


"Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri." ~ Dr. Ir. Soekarno

Assalamualaikum Wr. Wb. Salam sejahtera buat semua.. • • Cuma pengen sedikit menyampaikan, karna emang postingan terakhir gw kok kayanya rusuh banget 😂 • • Coba dibaca baik2, yang pasti dari awal, gw sedikitpun tidak ada maksud untuk menjatuhkan ataupun membela pihak manapun. Cuman rasa concern aja kok rame ya Tenaga Kerja Asing berdatangan ke Indonesia, yang kebetulan kali ini dari RRC / Tiongkok. Jadi sebenernya ini bukan masalah ras, apalagi soal agama. • • Tapi ternyata keadaan negara kita emang bener2 memprihatinkan, berkenaan masalah penyampaian suara. Sedikit kritis aja kok ya jadi salah banget, jadi dikaitkan kemana-mana, jadi diburu kesana-kemari. Penyampaian suara prihatin dikesankan sebagai kritisi yang berbau politik. • • Sebenernya sekarang gw lebih pengen untuk mengajak temen-temen dari kedua kubu untuk tidak lagi mempermasalahkan masalah pribumi atau bukan, WNI atau keturunan. Yuk sama-sama kita bantu pemerintah untuk selalu berani melaporkan hal-hal yang menurut kita janggal yang ada di depan mata kita. Sama-sama kita berbenah untuk menjadi bangsa yang lebih kuat dan lebih baik lagi. • • "Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri." ~ Dr. Ir. Soekarno
A post shared by Riefian Fajarsyah (@ifanseventeen) on


FAKTANYA:

Menurut laporan dari web BNP2TKI data TKI yang keluar negeri tahun 2016 dan 2017 saja ada 357.185 dimana tahun 2016 sebanyak 175.445 dan tahun 2017 sebanyak 181.740

http://www.bnp2tki.go.id/uploads/data/data_11-10-2017_102658_Laporan_Pengolahan_Data_BNP2TKI_2017_(s.d_September_)_1.pdf

Sementara data tenaga asing ke Indonesia  hingga tahun 2016 tercatat sebanyak 74.183 orang TKA bekerja di Indonesia. Sementara 21.271 ribu di antaranya berasal dari China. Dari Januari hingga Juli 2017, perusahaan yang mengajukan rencana penggunaan tenaga kerja asing (RPTKA) paling banyak dari sektor konstruksi, pembangunan smelter, dan PLTU.

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/3562880/ada-74000-tenaga-kerja-asing-di-ri-paling-banyak-dari-china

Sumber: Tribunnews.com  via infoteratas.com
Read More
Disebut Polisi, Anies Paksa Buka Jalur Turun Puncak, Ini Klarifikasi Dari Pihak Anies

Disebut Polisi, Anies Paksa Buka Jalur Turun Puncak, Ini Klarifikasi Dari Pihak Anies


CeriaNews.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan datang terlambat saat acara pelantikan kepengurusan Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA), di Kebun Raya Bogor. Anies mengaku, keterlambatannya itu karena terjebak macet di Jalur Puncak setelah mengikuti kegiatan PNS Pemprov DKI Jakarta di area perkebunan teh Gunung Mas, Puncak, Bogor. Dia lantas membandingkan kondisi kemacetan di Jakarta dengan Puncak saat akhir pekan.

"Mohon maaf saya datangnya terlambat, karena PNS Jakarta setahun sekali ada kegiatan outting di sana (Puncak). Saya pulang lebih awal, tapi tetap saja traffic di Puncak kalau akhir pekan mengalahkan Jakarta," ucap Anies, Sabtu (21/10).

Menanggapi hal tersebut, Satuan Lalu Lintas Polres Bogor menampik terjadinya kemacetan di Jalur Puncak. Kasat Lantas Polres Bogor Ajun Komisaris Polisi Hasby Ristama menjelaskan, Anies turun dari arah Puncak menuju Bogor saat polisi sedang menerapkan sistem satu arah (one way) ke arah Puncak. Sehingga, otomatis kendaraan yang diprioritaskan untuk melaju dari arah Jakarta menuju Puncak.

"Justru, pak Anies meminta kami membuka jalur pada saat one way (satu arah). Padahal kami sudah minta beliau agar melintas jalur alternatif, tapi tidak mau," kata Hasby, saat dikonfirmasi.

Hasby menyayangkan sikap Pemprov DKI Jakarta yang tidak berkoordinasi dengan kepolisian setempat guna mengatur rekayasa lalu lintas. Hal itu mengingat kondisi lalu lintas di Jalur Puncak setiap akhir pekan sangat padat.

"Bila berkoordinasi, kami pun bisa memberikan gambaran situasi Jalur Puncak. Seharusnya penyelenggara (Pemprov Jakarta), juga memaksimalkan kendaraan bus bila ingin pergi rombongan sehingga tidak membludaknya kendaraan di Puncak," kata Hasby.

Penjelasan Lengkap Pihak Anies soal Rombongan Tea Walk di Puncak

Rombongan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan disebut polisi menerobos jalur one way usai meninggalkan acara Tea Walk di Gunung Mas, Bogor. Namun keterangan berbeda disampaikan Ketua Tim Komunikasi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Naufal Firman Yursak.

"Rombongan Gubernur sepenuhnya dipandu oleh petugas pengawalan dari Polres Bogor dan Dinas Perhubungan menuju jalur alternatif," kata Firman dalam keterangannya, Sabtu (21/10/2017).

Sebelumnya Kasat Lantas Polres Bogor AKP Hasby Ristama menyebut tentang rombongan Anies yang menerobos one way. Selain itu, Kapolres Bogor AKBP Andi Mochmammad Dicky mengatakan kegiatan Tea Walk yang diadakan Pemprov DKI Jakarta tak berkoordinasi dengan polisi.

Berikut penjelasan lengkap yang disampaikan Firman:

21 Oktober 2017

Siaran Pers Terkait Rombongan Gubernur DKI Jakarta dan Kegiatan Tea Walk Korpri

Terkait beredarnya kabar rombongan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Kegiatan Tea Walk hari ini, berikut penjelasan kami:

1. Tidak benar adanya penilangan terhadap rangkaian Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan. Perjalanan dari gerbang tol Ciawi sudah dikawal oleh Polres Bogor dan Dishub Bogor. Baik menuju ke Gunung Mas, hingga turun kembali melewati Cibinong, Jawa Barat, rangkaian Gubernur masih dikawal oleh Dishub dan Kepolisian.

2. Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan sudah bersurat kepada Pihak Kepolisian terkait kegiatan Tea Walk. Surat dengan nomor 5150/1.731-1 tertanggal 10 Oktober 2017 itu dibuat oleh Dinas Perhubungan dan ditandatangani oleh Kepala Dinas Perhubungan Andri Yansyah ditujukan kepada Kakorlantas Mabes Polri dengan perihal Permohonan Bantuan Perlintasan VVIP dan Pengaturan Lalu Lintas. Tak hanya itu, surat tembusan ke Polres Bogor juga telah dikirim dan diterima pada tanggal 12 Oktober atas nama Nurdin (surat dan bukti tanda terima terlampir).

3. Rombongan Gubernur sepenuhnya dipandu oleh petugas pengawalan dari Polres Bogor dan Dinas Perhubungan menuju jalur alternatif. Rute ditentukan oleh Patwal; termasuk saat melewati ruas jalan raya puncak sepanjang +/- 3 km menuju jalur alternatif, adalah mengikuti panduan Patwal Polres Bogor. Rombongan kemudian turun melalui jalur alternatif (bukan melalui jalur utama yang berlaku one way) hingga ke Kota Bogor melalui jalur alternatif tapos ciawi. Di bagian inilah terjadi miskomunikasi dari jajaran tim pengawalan.

4.Panitia kegiatan Soliditas dan Solidaritas Anggota Korpri Provinsi DKI Jakarta telah berkoordinasi baik dengan pengelola kawasan dan kepolisian terkait rencana kegiatan. Kepadatan di jalur Puncak pada akhir pekan memang kerap terjadi, ditambah dengan adanya beberapa titik perbaikan jalan.

5. Pihak penyelenggara rangkaian acara Korpri Provinsi DKI Jakarta memohon maaf atas ketidaknyamanan pengguna jalan di jalur menuju Puncak atau sebaliknya.

Demikian informasi ini disampaikan. Pemprov DKI berterima kasih atas koordinasi dan bantuan aparat Dishub dan Kepolisian Bogor dalam ikut mengawal rombongan Gubernur DKI. Pemprov DKI Jakarta juga memohon maaf kepada masyarakat atas polemik yang ditimbulkan dari situasi ini.

Tim Komunikasi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta

Naufal Firman Yursak



Sumber: Berantai.com
Read More
Polisi Heran Mobil Rombongan Anies Terobos Arus One Way Puncak. Kronologinya Ternyata Begini

Polisi Heran Mobil Rombongan Anies Terobos Arus One Way Puncak. Kronologinya Ternyata Begini


CeriaNews.com - Polisi menyebut mobil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sempat menerobos jalur one way usai meninggalkan acara Tea Walk di Gunung Mas, Bogor. Padahal, Anies sudah sempat disarankan agar melewati jalur alternatif.

"Komunikasi dengan ajudan Pak Anies, (namanya) Pak Didiet, 'mau turun bisa nggak' sekitar jam 10.00 WIB lewat telepon. Saya sampaikan dari awal sifatnya tunggu one way dulu," kata Kasat Lantas Polres Bogor AKP Hasby Ristama kepada wartawan, Sabtu (21/10/2017).

Hasby menambahkan saat itu dirinya sudah memberitahu jika arah Bogor menuju Puncak sedang diberlakukan sistem one way. Sehingga dia menyarankan agar rombongan Anies melalui jalur alternatif.

"Mau turun ke bawah itu one way awalnya kita tidak mengiyakan, karena masih dekat dengan mobil pendorong kami ya sudah. Cuma beliau berhenti dahulu sehingga menjauh dari tim pendorong kami, kami siapkan ada tim kami, arahan lewat jalur alternatif supaya aman, dan selamat," kata Hasby.

"Saya dengar dari HT personel kalau kendaraan beliau melawan arus sistem one way," sambungnya.

Hasby mengatakan hari ini proses one way menuju kawasan Puncak juga terhambat karena padatnya kendaraan di acara Tea Walk Korpri di Gunung Mas. Dia menambahkan kepadatan di Puncak pun tak terelakkan.

"Proses one way (hari ini) juga terhambat karena ada acara korpri biasa (one way) selesai pukul 08.30 WIB ini jadi 09.30 WIB. Di Puncak waktu satu jam saja tersendat bikin padat, hari ini sampai Interchange Bogor. Masalah komunikasi saja, kami sudah sampaikan jangan sampai menerobos arus, tapi tetap jalan turun ke bawah," jelasnya.

Hingga saat ini Anies belum memberikan konfirmasi soal peristiwa ini. Sebelumnya, Wagub DKI Sandiaga Uno menyebut dia juga terjebak macet saat menuju acara Tea Walk Korpri DKI di Gunung Mas. Meski macet, menurutnya acara ini juga memberi dampak ke masyarakat.

"Saya tanya ini gimana dampaknya? Katanya oleh warga setempat malah membantu perekonomian. Karena di sana hotel-hotelnya juga penuh dan lain sebagainya. Jadi ada give and take. Tapi mungkin koordinasinya harus lebih baik mengenai lalu lintas ke depan," kata Sandiaga.

Kapolres Bogor AKBP Andi Mochmammad Dicky mengatakan kegiatan Tea Walk yang diadakan Pemprov DKI Jakarta tak berkoordinasi dengan polisi. Imbasnya, jalur Ciawi menuju simpang Gadog dipadati kendaraan.

"Untuk kegiatan tersebut tidak memberitahukan kepada satuan wilayah setempat dan sejak pagi hari banyak dari kendaraan tersebut yang melambung sehingga petugas beberapa kali melaksanakan penilangan dan peneguran," kata Kapolres Bogor AKBP Andi Mochammad Dicky dalam keterangannya, Sabtu (21/10).

Saat dimintai konfirmasi, Korpri DKI menyebut urusan izin adalah tanggung jawab pengelola lokasi karena sudah dimintai retribusi. Didi mengatakan retribusi itu sudah termasuk tanggung jawab soal keamanan. Dia menegaskan Pemprov DKI memang tidak perlu mengajukan izin kepada kepolisian.

"Karena ini wahana wisata, sama dengan di Jakarta, di Ancol, sekian banyak ribu datang orang tidak perlu harus lapor ke polisi yang datang. Jadi itu menjadi tanggung jawab pengelola. Jadi seharusnya yang koordinasi dengan pihak aparat itu pengelola kawasan wisata di sini," kata Sekretaris Dewan Korpri DKI Jakarta Didi Hartaya di Gunung Mas, Puncak, Sabtu (21/10). (detik.com)
Read More
Melanggar Sistem Satu Arah di Puncak, Tujuh Mobil Pengawal Anies Ditilang, Simak Videonya!

Melanggar Sistem Satu Arah di Puncak, Tujuh Mobil Pengawal Anies Ditilang, Simak Videonya!


CeriaNews.com - Pengawal Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan, tak tertib saat berlalulintas di Puncak Bogor, Jawa Barat, Sabtu (21/10/2017).

Bahkan terkesan arogan . Betapa tidak, disaat petugas Polres Bogor memberlakukan sistim satu arah untuk mengurai kemacetan kendaraan baik yang hendak turun atau naik, pengawal Gubernur ini malah menerobos sistim satu arah.

Sikap tak terpuji ini, selain mengancam nyawa mereka juga nyawa pengguna jalan lainnya.

Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Hasby Ristama mengatakan, seharusnya sebagai pejabat publik, Anies dan pengawalnya taat pada aturan yang berlaku.

Tindakan pengawal Anis Baswedan yang menerobos jalur yang sedang berlaku satu arah ini, akhirnya dilakukan tindakan tegas oleh kepolisian.

Tujuh mobil yang menerobos sistim oneway ditilang. Sedangkan yang lainnya lolos dari perugas. “Karena melambung dan melawan arus saat berlaku satu arah, kami lakukam tilang,”kata AKP Hasby Sabtu (21/10/2017).

AKP Hasby menyayangkan sikap tak terpuji ini. Pasalnya saat pengawalan DKI 1 ini berlangsung, semua pejabat utama Polres Bogor, sedang berada di jalur.

“Pak Kapolres dan Pak Wakapolres serta Kabag Ops di jalur. Kita ini mengatur jalur agar semua pengguna jalan mendapat kenyamanan. Ini kita berlaku oneway, malah ada yang menerobos,”ujarnya . (yopi/poskotanews.com)

Read More
Jokowi Kena Macet Rela Jalan 3 Km, Gubernur Santun Kena Macet Terobos One Way

Jokowi Kena Macet Rela Jalan 3 Km, Gubernur Santun Kena Macet Terobos One Way


CeriaNews.com - Presiden Joko Widodo terpaksa berjalan kaki menuju lokasi peringatan HUT ke-72 TNI di Dermaga PT Indah Kiat, Cilegon, Banten, Kamis (5/10/2017) pagi.

Jokowi berjalan kaki karena kemacetan menghambatnya menuju lokasi peringatan HUT ke-72 TNI.

Berdasarkan pengamatan Kompas.com yang mengikuti iring-iringan Presiden Jokowi, kemacetan mulai terjadi di jalan alternatif Tol Merak Atas. Adapun jarak titik awal kemacetan ke lokasi sekitar 4 kilometer.

Jokowi dijadwalkan menjadi inspektur upacara dalam peringatan HUT TNI ke-72 ini. Berdasarkan geladi bersih yang digelar sebelumnya, upacara harusnya dimulai pukul 08.00 WIB. Namun, hingga pukul 08.02 iring-iringan Jokowi masih terjebak kemacetan.

Ini menyebabkan Jokowi keluar dari mobil RI 1 yang membawanya ke lokasi. Jokowi pun berjalan kaki sekitar 3 kilometer ke lokasi. Jarak itu berdasarkan perhitungan Kompas.com dengan bantuan aplikasi Google Maps.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu berjalan kaki bersama warga yang juga memadati lokasi peringatan HUT ke-72 TNI. Jokowi yang semula hanya didampingi anggota Paspamres dan polisi, kemudian ditemani Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian.

Aksi Jokowi yang berjalan kaki pun diikuti Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dan Kepala Staf Kepresidenan, yang ikut dalam rombongan. Namun, Jokowi telah berada jauh di depan Teten dan Ryamizard.

Tiga ratus meter menjelang lokasi upacara, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Mulyono, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Ade Supandi, dan Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal Hadi Tjahjanto menyambut kedatangan Presiden. Mereka berjalan kaki bersama menuju lokasi upacara.

Rencananya, upacara peringatan HUT TNI diawali dengan parade pasukan dan defile berjumlah 5.932 orang yang terdiri dari Batalyon Upacara 1 Perwira Gabungan, Brigade Upacara II Akademi TNI, Brigade Upacara TNI AD, Brigade Upacara TNI AL, Brigade Upacara TNI AU, Batalyon Upacara PNS, Batalyon Komponen Cadangan, dan Batalyon Pasukan Lintas Sejarah TNT.

Tidak hanya parade, TNI juga menampilkan latihan gabungan dengan menggunakan alutsista andalan dari masing-masing matra TNI, Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.

Tak Mau Ikut Arahan Polisi, Mobil Gubernur Anies Terobos Jalur dan Ditilang

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuat contoh tak baik hari ini. Setelah membuat macet pagi hari dengan kegiatan tea walk pegawai Pemprov DKI Jakarta di Gunung Mas, Puncak Bogor, Sabtu (21/10/17), siangnya Anies Baswedan justru meminta jalur khusus yakni meminta jalur one way dibuka ketika turun dari Puncak menuju Kota Bogor.

Ceritanya, Anies akan menghadiri pelantikan pengurus Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) di Kebun Raya Bogor. Namun saat turun, Anies terjebak macet.

Acara pelantikan dijadwalkan dimulai pukul 10.00 Wib. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang merupakan Ketua Kagama diagendakan menerima Anies.

Namun karena tak kunjung hadir, acara pun dimulai dan Ganjar meninggalkan lokasi pukul 11.00 Wib karena masih ada acara di Jawa Tengah.

Akhirnya, Anies tiba di lokasi Kebun Raya pada pukul 11.30 WIB. Mengenakan pakaian batik cokelat, alumnus Fakultas Ekonomi UGM 1989 ini disambut panitia.

Anies mengaku, keterlambatannya itu karena terjebak macet di Jalur Puncak setelah mengikuti kegiatan PNS Pemprov DKI Jakarta di area perkebunan teh Gunung Mas, Puncak, Bogor.

Namun, Satuan Lalu Lintas Polres Bogor membantah adanya kemacetan di Jalur Puncak.

Menurut Kasat Lantas Polres Bogor Ajun Komisaris Polisi Hasby Ristama, yang terjadi Gubernur DKI Jakarta itu turun dari Puncak menuju Bogor saat polisi sedang menerapkan sistem satu arah (one way) ke arah Puncak. Jadi, kendaraan hanya satu arah dari Bogor menuju Puncak.

Hasby Ristama menambahkan pihaknya sudah meminta Anies agar melintas jalur alternatif, tapi tidak mau.

Hasby mengatakan seharusnya sebagai pejabat publik, Anies dan pengawalnya taat pada aturan. Dia juga menyayangkan sikap Pemprov DKI Jakarta yang tidak berkoordinasi dengan kepolisian setempat guna mengatur rekayasa lalu lintas.

Meski merupakan rombongan pejabat, Polres Bogor tak membiarkan pelanggaran ini begitu saja. Tujuh mobil rombongan Anies yang menerobos sistem one way ditilang.

“Karena melawan arah saat sistem one way, kami lakukan tilang,” kata Hasby.

Sumber: kompas.com & tagar.id
Read More
Ditanya Kenapa Terobos One Way, Anies Hanya Gelengkan Kepala Sambil Ngomong Begini..

Ditanya Kenapa Terobos One Way, Anies Hanya Gelengkan Kepala Sambil Ngomong Begini..


CeriaNews.com - Polres Bogor menyebut rombongan Korpri Pemprov DKI yang menyelenggarakan Tea Walk di Puncak ikut andil membuat macet jalur puncak pada Sabtu kemarin. Gubernur DKI Anies Baswedan menyatakan mengenai persoalan itu sudah dijelaskan duduk perkaranya.

"Sudah dijelaskan, sudah dijelaskan," kata Anies sambil menggelengkan kepala, di Masjid Jami'Al Mansur, Jembatan Lima, Minggu (22/10/2017).

Pihak Pemprov DKI maupun tim komunikasi Anies Sandi memang sudah memberikan penjelasan. Intinya, Pemrov DKI melalui Dishub sudah memberitahukan agenda Tea Walk tersebut ke Polres Bogor.

Dishub DKI juga menunjukkan bukti surat pemberitahuan tersebut. Tak hanya itu, Dishub DKI juga menyatakan rombongan Pemprov DKI pada acara Sabtu kemarin tersebut dikawal Satlantas Polres Bogor.
Berikut penjelasan lengkap tim Anies-Sandi:

21 Oktober 2017
Siaran Pers Terkait Rombongan Gubernur DKI Jakarta dan Kegiatan Tea Walk Korpri
Terkait beredarnya kabar rombongan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Kegiatan Tea Walk hari ini, berikut penjelasan kami:

1. Tidak benar adanya penilangan terhadap rangkaian Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan. Perjalanan dari gerbang tol Ciawi sudah dikawal oleh Polres Bogor dan Dishub Bogor. Baik menuju ke Gunung Mas, hingga turun kembali melewati Cibinong, Jawa Barat, rangkaian Gubernur masih dikawal oleh Dishub dan Kepolisian.

2. Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan sudah bersurat kepada Pihak Kepolisian terkait kegiatan Tea Walk. Surat dengan nomor 5150/1.731-1 tertanggal 10 Oktober 2017 itu dibuat oleh Dinas Perhubungan dan ditandatangani oleh Kepala Dinas Perhubungan Andri Yansyah ditujukan kepada Kakorlantas Mabes Polri dengan perihal Permohonan Bantuan Perlintasan VVIP dan Pengaturan Lalu Lintas. Tak hanya itu, surat tembusan ke Polres Bogor juga telah dikirim dan diterima pada tanggal 12 Oktober atas nama Nurdin (surat dan bukti tanda terima terlampir).

3. Rombongan Gubernur sepenuhnya dipandu oleh petugas pengawalan dari Polres Bogor dan Dinas Perhubungan menuju jalur alternatif. Rute ditentukan oleh Patwal; termasuk saat melewati ruas jalan raya puncak sepanjang +/- 3 km menuju jalur alternatif, adalah mengikuti panduan Patwal Polres Bogor. Rombongan kemudian turun melalui jalur alternatif (bukan melalui jalur utama yang berlaku one way) hingga ke Kota Bogor melalui jalur alternatif tapos ciawi. Di bagian inilah terjadi miskomunikasi dari jajaran tim pengawalan.

4.Panitia kegiatan Soliditas dan Solidaritas Anggota Korpri Provinsi DKI Jakarta telah berkoordinasi baik dengan pengelola kawasan dan kepolisian terkait rencana kegiatan. Kepadatan di jalur Puncak pada akhir pekan memang kerap terjadi, ditambah dengan adanya beberapa titik perbaikan jalan.

5. Pihak penyelenggara rangkaian acara Korpri Provinsi DKI Jakarta memohon maaf atas ketidaknyamanan pengguna jalan di jalur menuju Puncak atau sebaliknya.

Demikian informasi ini disampaikan. Pemprov DKI berterima kasih atas koordinasi dan bantuan aparat Dishub dan Kepolisian Bogor dalam ikut mengawal rombongan Gubernur DKI. Pemprov DKI Jakarta juga memohon maaf kepada masyarakat atas polemik yang ditimbulkan dari situasi ini.

Tim Komunikasi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta
Naufal Firman Yursak

Sumber: Detik.com
Read More
Ngeri! Gara-gara Lawan Arus Saat One Way, Suami dan Istri Tewas di Jalur Puncak

Ngeri! Gara-gara Lawan Arus Saat One Way, Suami dan Istri Tewas di Jalur Puncak


CeriaNews.com - Kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban tewas kembali terjadi di jalur Puncak, Kabupaten Bogor. Kecelakaan maut pada Sabtu pagi ini, menewaskan pasangan suami-istri pengendara sepeda motor saat petugas Kepolisian Resor Bogor memberlakukan sistem one way (satu arah) di jalur Puncak.

"Kedua pengendara motor yang tewas ini kondisinya melawan arus saat petugas melakukan one way dari Puncak ke arah Jakarta," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Bogor Ajun Komisaris Hasby Ristama, Sabtu, 21 Oktober 2017.

Dia mengatakan saat itu kondisi jalur Puncak sangat padat bahkan terjadi kemacetan parah akibat kegiatan Tea Walk jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Gunung Mas. "Karena jalur dari arah Jakarta menuju Puncak ditutup (one way), keduanya pun nekat melawan arus," kata dia.

Identitas dua korban tewas tersebut, yakni Saepudin, 48 tahun, pengendara motor Honda MegaPro, dan Nurhayanti, 47 tahun. "Dua korban meninggal ini diduga merupakan suami-istri asal Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor," kata dia.

Sedangkan korban luka dalam kecelakaan di Jalan Raya Puncak, tepatnya di Tanjakan Selarong, depan Pijat Reflexi Bunda and Me, Kampung Cibogo RT 3 RW 5 Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, ini diketahui bernama Romi Angga Lesmana, 21 tahun. Pengendara sepeda motor Honda Supra ini adalah seorang mahasiswa asal Megamendung, Puncak. "Korban hanya mengalami luka lecet di jidat, sedangkan dua korban tewas mengalami luka parah di kepala," kata dia.

Berdasarkan keterangan sejumlah warga, kecelakaan maut itu awalnya terjadi saat sepeda motor Honda MegaPro bernomor polisi F-2411-CV, yang dikemudikan Saepudin, melaju kencang dari arah Gadok menuju Puncak. "Padahal saat itu jalur Puncak dalam proses one way dari arah Puncak menuju Jakarta," kata dia.

Setibanya di jalur menanjak (Tanjakan Selarong) dan menikung ke kiri, sepeda motor oleng dan melebar ke arah kanan, langsung menyenggol truk Colt Diesel dari arah berlawanan, arah Puncak menuju Gadog (Jakarta), dengan kecepatan tinggi. "Setelah menyenggol truk, motor korban jatuh sehingga tubuh korban dan istrinya terjunggal. Saat terjatuh posisi kepala korban membentur aspal," kata dia.

Dalam kondisi korban tersungkur di jalan aspal, dari arah Gadog (Jakarta), datang sepeda motor yang dikemudikan Romi. Sepeda motor yang melaju dengan kecepatan tinggi itu menabrak sepeda motor korban yang sudah terguling.

"Ada pengendara motor lain yang juga melawan arah dan tidak dapat mengendalikan motornya, menabrak motor dan kedua korban," kata Hasby Ristama.

Saat ini, kasus kecelakaan motor tersebut tengah ditangani penyidik unit Kecelakaan Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Bogor.(tempo.co)
Read More
Anak Buah Anies di Pemprov DKI: Alexis Tidak Bisa Ditutup Karena Tidak Ditemukan Pelanggaran

Anak Buah Anies di Pemprov DKI: Alexis Tidak Bisa Ditutup Karena Tidak Ditemukan Pelanggaran


CeriaNews.com - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata DKI Jakarta tak bisa menutup tempat hiburan malam Alexis di Jakarta Utara.

Hal ini karena disbudpar DKI tak menemukan adanya pelanggaran hukum. Sebelumnya, warga menuntut Alexis untuk ditutup karena dugaan praktik prostitusi.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belum bisa berkomentar banyak mengenai janjinya semasa kampanye, yakni menutup Hotel Alexis dan perihal proyek reklamasi.

Usai dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta di Istana Negara, Senin (16/10/2017), wartawan bertanya kepada Anies soal kapan penutupan Hotel Alexis dilakukan.



Anies pun menjawab, "Nanti kalau sudah diumuminlah".

Menurut Anies, akan menimbulkan kegaduhan jika penutupan hotel itu digembar-gemborkan di media massa.

"Ramai nanti," ujar dia.

Sementara, saat ditanya soal kelanjutan proyek reklamasi di Pantai Utara Jakarta, Anies lebih irit bicara.

"Nantilah. Pokoknya lihat janji saja," ujar Anies.

Anies menegaskan, saat ini adalah waktu untuk bekerja menunaikan apa yang telah ia janjikan semasa kampanye Pilkada Ibu Kota.

"Kami akan serius mulai bekerja langsung. Harapannya apa yang sudah direncanakan, bisa dilaksanakan," ujar Anies.

Janji kampanye

Anies Baswedan pertama kali menyuarakan niatnya untuk menutup hotel Alexis di Jakarta Utara pada debat publik yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta, 13 Januari 2017 lalu.

Saat itu, Anies menyinggung calon gubernur pesaingnya, Basuki Tjahaja Purnama, yang dianggap lebih tegas menggusur warga ketimbang menindak prostitusi.

"Untuk urusan penggusuran tegas, tetapi urusan prostitusi Alexis lemah. Prostitusi kelas tinggi aturannya a, b, c, enggak bisa bertindak. Di mana pegangan nilainya?" tanya Anies kepada Basuki atau Ahok, kala itu.

Sehari setelah debat publik, Anies kembali mempertegas niatnya untuk menutup hotel Alexis sebagai bentuk menindak tegas prostitusi. Anies menjanjikan untuk mewujudkan rencananya itu jika memenangkan Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Ya, ya (ditutup). Saya sampaikan kita sudah kerja susah-susah, narkoba dibiarkan begitu saja. Rusak semuanya. Karena itu, kita serius kemarin," ujar Anies saat ditemui pewarta pada 14 Januari 2017.

Sementara itu, soal isu reklamasi, Anies-Sandi dengan tegas menyatakan bahwa mereka menolak reklamasi, pada masa kampanye Pilkada DKI 2017.

"Mengapa kita menolak reklamasi, karena memberikan dampak buruk kepada nelayan kita dan memberikan dampak kepada pengelolan lingkungan," kata Anies saat debat putaran kedua Pilkada DKI 2017 pada 12 April 2017.

Dalam beberapa kesempatan selama masa kampanye itu, Anies sering mengungkapkan niatnya menghentikan reklamasi dan menyelamatkan nelayan di Jakarta Utara. Menurut Anies, jika reklamasi tetap dilanjutkan, lebih banyak mudarat ketimbang manfaatnya.

Sumber: (MetroTvNews/Kompas.com)
Read More
Video Viral Gara-gara Tersenggol, Anak Tentara Nekat Aniaya Pengendara Motor di Denpasar, Nasibnya Sekarang Begini…

Video Viral Gara-gara Tersenggol, Anak Tentara Nekat Aniaya Pengendara Motor di Denpasar, Nasibnya Sekarang Begini…


CeriaNews.com, Denpasar - Video penganiayaan yang diduga dilakukan anak TNI terhadap sesama pengendara motor di area parkir RSUP Sanglah, Denpasar, viral di media sosial. Kejadian berawal saat pelaku yang bekerja sebagai penagih utang, bersenggolan dengan motor yang dikendarai korban.

Puoerwo Koespandi yang tak terima langsung mengejar dan menganiaya korban. Ia juga mengancam dirinya tinggal di asrama militer

Seperti ditayangkan Patroli Siang Indosiar, Sabtu (21/7/2017), sementara korban yang mengalami luka di bibir dan pelipis kanan menjalani pemeriksaan di RSUP Sanglah untuk mendapatkan surat visum. Aparat Reskrim Polsek Denpasar Barat langsung mengamankan pelaku dari kediamannya di asrama tentara di Jalan Sudirman, Denpasar.

Kini pelaku diperiksa di ruang tahanan Polsek Denpasar Barat dan terancam dengan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara



Sumber: Darirakyat.com
Read More