Dijuluki Santun Tapi Pembohong, Gak Nyangka Begini Reaksi Anies Baswedan!

Dijuluki Santun Tapi Pembohong, Gak Nyangka Begini Reaksi Anies Baswedan!


CeriNews.com -Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengakui adanya kontrak politik yang ia pernah ia lakukan saat kampanye lalu.

"Iya ada dan karena itulah akan kita laksanakan semua," ujar Anies Baswedan, Jumat (10/11/2017).

Ia berharap buruh dapat memberikan waktu pada pemerintahnnya untuk 5 tahun ke depan.

"Tapi beri kita waktu untuk kita menjalankan. Ada yang harus dikerjakan bulan ini, ada yang harus dikerjakan bulan depan," kata Anies, di Balai Kota, Monas, Jakarta Pusat.

Mantan menteri Pendidikan meminta agar semua pihak dapat memaklumi keputusan terkait UMP dan 9 kontrak politik laiinya.

"Jadi semuanya perlu waktu untuk pelaksanaan, karena itu beri kita waktu, nanti akan kita tunaikan," tambah Anies.

Aksi masa buruh yang menuntut revisi UMP tahun 2018 ini dilakukan di depan Balai Kota sejak pukul 14.00 WIB.

Meski di demo hingga petang dari pantauan tribunnews.com, baik Anies Baswedan dan Sandiaga Uno belum nampak menemui para buruh.

Anies dihadapan awak media mengatakan mengapresiasi aksi buruh yang dilakukan tertib.

"Saya ingin mengapresiasi aksi berjalan baik dan tertib dan saya hormat sepenuhnya kepada mereka juga pada pimpinannya terutama Pak Said Iqbal," ujar Anies.

Sumber: Infomenia.net
Read More
Buruan Lihat Videonya, Gak Nyangka Ahok Bisa Pamer Kemampuan Bahasa Arabnya Didepan Delegasi...

Buruan Lihat Videonya, Gak Nyangka Ahok Bisa Pamer Kemampuan Bahasa Arabnya Didepan Delegasi...


CeriaNews.com - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, pamer berbahasa Arab ketika menjamu delegasi Seminar Internasional Bahasa Arab, 25 Agustus 2015, di Balai Kota, Jakarta Pusat.

Dalam video yang diunggah Tempo Channel, tampak saat akan berpidato, Ahok minta penerjemah bahasa Arab, yang kontan saja disambut gelak tawa oleh tamu.

Di hadapan delegasi, yang sebagian datang dari negara-negara Arab, Ahok mengucapkan kalimat dalam bahasa Arab yang kemudian diterjemahkan oleh seorang penerjemah ke dalam bahasa Indonesia.

Ahok menyampaikan dirinya berharap bahasa Arab berkembang sehingga dimengerti semua orang mengingat beberapa kosa katanya sudah akrab dipergunakan.

Video yang ditonton lebih dari setengah juta kali itu mendapat 159 komentar, lebih dari seribu suka.

Salah satu komentar mengatakan, daripada menghina Ahok mendingan mendoakan Ahok agar mendapat hidayah.



Sumber: Beraninews.com
Read More
Gregetan Dengan Sikap Anies Jumpa Para Bos Reklamasi, Fahri Sampai Ngomong Begini

Gregetan Dengan Sikap Anies Jumpa Para Bos Reklamasi, Fahri Sampai Ngomong Begini


CeriaNews.com - Pertemuan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan pengembang proyek reklamasi direspons oleh Dewan Perwakilan Rakyat.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengingatkan Anies terkait janjinya menolak reklamasi saat kampanye.

Fahri mengatakan, persoalan reklamasi perlu dibicarakan dengan presiden, DPR, DPRD, dan pimpinan partai politik sebelum mengambil langkah ke tingkat berikutnya.

Konsolitasi tingkat elite itu, menurutnya, perlu dilakukan demi menyelesaikan masalah Jakarta secara lebih strategis.

Fahri khawatir, jika bertemu langsung dengan pengembang, Anies bakal diajak bernegosiasi terkait penyelesaian reklamasi. Padahal menurut Fahri, seharusnya Anies mendengarkan semua pihak.

 "Jangan main bawah, nanti dia diajak nego dan dia bahaya nanti. Lebih baik dia lihat mapping besar apa kepentingan nasional kita di situ, apa janji kampanye dia di situ apa kepentingan pengusaha di situ," kata Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (25/10/17).

Anies sebelumnya mengikuti pertemuan dengan pengembang, politikus, serta akademisi terkait reklamasi.

Pertemuan itu dilaksanakan di kediaman Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Meski tak mempersoalkan pertemuan itu, Fahri menyarankan agar Anies memperbaiki sistematika dalam menyelesaikan masalah reklamasi Teluk Jakarta.

Fahri berpendapat, seharusnya Anies menemui pemerintah pusat terlebih dulu sebelum bertemu dengan pengembang reklamasi Teluk Jakarta.

Langkah itu sebagai bagian konsolidasi dengan pengambil kebijakan yang berkaitan dengan proyek tersebut.

"Jangan langsung kepada kontraktor, Pak Prabowo benar ketua partai, oke. Presiden dia harus ketemu, Mendagri dia harus ketemu, DPRD harus silaturahim dulu," kata Fahri.

Fahri menambahkan, pertemuan dengan pengembang reklamasi, tidak akan menyelesaikan persoalan yang ada.

"Dia boleh selesaikan itu dengan pengembang tapi belum tentu elitenya mau, masyarakatnya terima, kan begitu masalahnya, makanya itu harus sistematis dan terbuka," katanya.

Sebelumnya, Anies menjelaskan pertemuan dengan pengembang reklamasi itu dilakukan sebelum dirinya dilantik sebagai gubernur. Dia mengklaim tak ada kesepakatan apapun antara dirinya dengan para pengembang reklamasi.

Anies mengatakan, pertemuan itu untuk mendengarkan pembicaraan yang dilakukan para pengembang. "Iya, tapi enggak ada kesepakatan apapun," kata Anies

sumber: cnnindonesia.com
Read More
Sandiaga Bikin Sayembara Mencari Sepatu, Simak!

Sandiaga Bikin Sayembara Mencari Sepatu, Simak!


CeriaNews.com - Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno menggelar sayembara kepada siapa yang bisa menyediakan sepatu pantofel untuknya. Sepatu tersebut akan dia pakai untuk ngantor di Balai Kota dan juga blusukan.

Sejak melakoni tugasnya sebagai Wagub, Sandiaga kerap mengenakan sepatu kets. Padahal mengacu pada Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 23 Tahun 2016 tentang Pakaian Dinas, sepatu yang digunakan haruslah pantofel berwarna hitam.

Sandi pun mengaku bersalah karena selama ini telah melanggar Pergub. Tak mau terus-terusan melanggar, dia kemudian untuk pertama kali sejak menjadi Wagub, mengenakan pantofel saat mengunjungi Markas Kodam Jaya Jayakarta di Cililitan.

"Saya hari ini pertama kali pakai sepatu pantofel hitam. Karena sepatu ini harus dipakai, karena masuk pergub. Sepatu harus pantofel hitam. Jadi kemarin seminggu lebih saya pakai sepatu kets, melanggar pergub. Dan harus pakai kaus kaki hitam," kata Sandiaga, Selasa (24/10).

Menurut Sandiaga, pantofel yang dia pakai ke Markas Kodam Jaya Jayakarta merupakan sepatu yang dibelikan istrinya 9 tahun lalu. Sepatu bermerek Tod's itu pun diakui Sandiaga sudah 'jebol' dan dia harus segera mencari gantinya.

Selama ini Sandiaga identik dengan sepatu kets 910 berwarna hitam dalam menjalankan setiap aktivitasnya. Sepatu lari 910 dengan merek SandiUno merupakan hasil produk UMKM binaan OK OCE.


Masih terkait UMKM, Sandiaga pun membuka sayembara kepada UKM-UKM lokal untuk membuat sepatu pantofel yang bisa menarik hatinya. Sepatu yang nyaman digunakan saat acara resmi maupun blusukan.

"Nanti saya akan lakukan sayembara kepada UKM lokal untuk membuat sepatu pantofel sesuai Pergub, supaya Pak Anies nggak susah ubah Pergub yang bisa saya pakai dengan mobilitas tinggi," kata Sandiaga di Jakarta Selatan, Selasa (24/10).

Hingga saat ini belum dijelaskan secara rinci seperti apa sayembara yang akan dia buat. Termasuk soal apa hadiah untuk pemenang sayembara.
(rna/yld)
Read More
Niat Buktikan Tanah Abang Tidak Semrawutan, Eh Haji Lulung Malah Kena Skakmat Begini!

Niat Buktikan Tanah Abang Tidak Semrawutan, Eh Haji Lulung Malah Kena Skakmat Begini!


CeriaNews.com - Beredar berita diberbagai media bahwa Metrotvnews sudah menyebar berita hoax soal pedagang kembali berdagang di tanah abang.



Padahal di artikel Metrotvnews tidak ada yang salah, toh dibawah foto sudah ada keterangan gambar.


Akhirnya salah satu tokoh masyarakat Betawi dan juga anggota DPRD dari PPP, Haji Abraham Lunggana alias Haji Lulung, mencoba untuk mengecek langsung ke lokasi yang kebetulan berdekatan dengan tempat tinggalnya.
Lulung memposting begini:


Sontak saja postingan haji Lulung kena bully netizen yang berada di Jakarta. Berbeda dengan netizen yang diluar Jakarta yang pasti percaya postingan haji Lulung.



Berikut komentar menohok netizen:




















Sumber: Infoteratas.com
Read More
Ditanya Apakah Akan Kembali Ke Panggung Politik, Jawaban Ahok Ini Bikin Sedih...

Ditanya Apakah Akan Kembali Ke Panggung Politik, Jawaban Ahok Ini Bikin Sedih...


CeriaNews.com - Ignatius Haryanto, satu dari sepuluh penulis buku "Kami Ahok" yang mengunjungi Basuki Tjahaja Purnama di rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, menanyakan langsung kepada pria yang akrab disapa Ahok itu tentang minat kembali ke dunia politik.

Kunjungan itu berlangsung pada Selasa (24/10/2017) siang kemarin, di mana pengalaman selama pertemuan itu ditulis oleh Hary di akun Facebook-nya yang diizinkan untuk dipublikasikan oleh Kompas.com.

"Banyak orang pada nanya ke gua, apa nanti gua akan balik ke politik lagi apa enggak? Gua susah kalau jawab pertanyaan begitu. Biasanya yang nanya gitu, gua kasih cerita soal Sun Tzu," demikian ucapan Ahok yang ditulis oleh Hary.

Saat itu, Ahok menceritakan kisah dari tokoh bernama Sun Tzu, seorang jenderal dari Cina sekaligus ahli strategi militer dan filsuf pada masa Cina kuno. Kala itu, ada seorang bangsawan yang bertanya kepada Sun Tzu, apakah dia perlu mengabdi kepada negara.

"Sun Tzu hanya menjawab, hasrat itu harusnya datang dari hasrat untuk mengabdi bagi negara, pada pemerintah," sebut Ahok dalam tulisan Hary.

Setelah menjelaskan hal itu, Ahok menutup pertemuan tersebut dengan menyinggung sedikit mengenai integritas. Ucapan Ahok soal itu tidak dijelaskan lebih lanjut karena petugas jaga telah mengingatkan waktu kunjungan sudah melewati batas yang seharusnya.

"Dan ia menutup pembicaraan tadi dengan kalimat begini: 'Integritas itu bisa dibuang, tapi tak bisa dicuri...' Kalimat bersayap ini entah kepada siapa ia tujukan," tulis Hary.

Pertemuan itu berlangsung dari pukul 13.10 hingga 13.50 WIB. Selain membicarakan tentang buku, Ahok turut berbagi pengalamannya selama di tahanan yang diisi dengan berolah raga, menulis, hingga belajar Bahasa Mandarin.

Sumber: Kompas.com
Read More
Miris Nasib Nenek Eneng! Sosok yang Pernah Jadi 'Jualan' Kampanye Politik Anies Baswedan, Pas Sudah Jadi..

Miris Nasib Nenek Eneng! Sosok yang Pernah Jadi 'Jualan' Kampanye Politik Anies Baswedan, Pas Sudah Jadi..


CeriaNews.com - Kehidupan Nenek Eneng atau biasa dipanggil Mak Eneng pernah diangkat oleh Anies Baswedan saat mengikuti debat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017 pada waktu lalu. Anies menyebut terdapat warga Jakarta yang mengaku kelaparan saat dia melakukan kampanye di Kampung Beting, Koja, Jakarta Utara.

Saat menyambangi tempat tinggal Mak Eneng, Senin (23/10/2017), Liputan6.com harus melewati gang berukuran 75 sentimeter dengan panjang dua meter untuk menuju rumah yang berukuran 2X2 meter itu. Tak ada pintu layaknya hunian pada umumnya. Mirisnya, ia tinggal sebatang kara di tempat tersebut.

Aktivitasnya hanya dapat dilakukannya di atas rumah panggung dengan lantai triplek. Sebab, kedua matanya sudah tak berfungsi. Untuk meminta makanan dan minuman pun, dilakukannya dengan berteriak kepada tetangga.

"Lapar, tolong, tolong, lapar ini," teriak Rumianingsih, warga RT 003/RW 019, Kampung Beting, kepada warga lainnya.

Saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendatangi rumah Mak Eneng, Rumianingsih sempat menyaksikannya. Tak hanya mengobrol, kata dia, Anies juga memberikan bantuan yang dititipkan kepada Ketua RT.

Dia menjelaskan, dahulu Mak Eneng sempat bekerja sebagai tukang pijat. Namun setelah terjadi insiden kecelakaan beberapa tahun lalu, dia tidak dapat melihat dan tidak dapat melakukan aktivitas lainnya.

Terendam Banjir

Bahkan untuk buang air besar ataupun kecil, Mak Eneng melakukan di sekitar rumah panggungnya. Sehingga terdapat bau tak sedap kala siapapun datang ke tempat tinggalnya.

Lanjut dia, Mak Eneng pernah diungsikan di pos RW Kampung Beting kala musim banjir tiba. Sebab, wilayah itu sering terendam banjir kala musim hujan. Apalagi tempat tinggalnya merupakan kawasan bekas rawa-rawa yang membuat beberapa rumah dapat terperosok ke dalam. Seperti halnya rumah yang ditempati oleh Mak Eneng.

Namun usai itu, rumah Mak Eneng sempat diperbaiki Ketua RT setempat. Tempat tinggalnya direnovasi berbentuk panggung agar tiap banjir tiba, dia tak perlu mengungsi.

"Kalau banjir bisa sampe sebetis. Dulu diungsikan sebentar, di sana juga bekas buang air besar dan air kecil kita bersihkan bareng-bareng," papar dia.

Ketua RT 003/RW 019 Kampung Beting, Agus Zaenal menyatakan tak pernah meminta kepada warganya untuk bergantian membantu Mak Eneng.

Bantuan dari warga memang hanya berdasarkan panggilan hati dari tetangga sebelahnya saja.

"Enggak pernah koordinir, tapi sukarela dari tetangga dekat saja. Kalau ada pemeriksaan lansia, iya kita antar," kata Agus.

Untuk kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, kata Agus, Mak Eneng sempat memilikinya. Namun, dengan kondisi rumah yang hanya berbentuk bale-bale, kartu itu pun hilang.

"Sering hilang, makanya KTP dan KK kita yang simpan. Takut hilang," ujar Agus.

Hal itu juga diungkapkan oleh Mak Eneng saat ditanya soal administrasi kependudukannya. Dia menyadari keadaan tempat tinggalnya yang tidak memungkinkan memang menitipkan KTP dan KK ke Ketua RT.

"Punya lah KTP, dulu dianterin sama Bu RW ke kelurahan. Ini banyak lubang makanya dititipin," ucap Mak Eneng.

Sudah Lapor Dinsos

Ketua RW 019 Kampung Beting, Ricardo Hutahaean mengakui salah satu warganya sudah lama tinggal di rumah berukuran 2x2 meter. Beberapa kali pihaknya telah mencoba melaporkan kepada pihak Dinas Sosial DKI Jakarta untuk memproses kelangsungan hidup Mak Eneng.

Namun, kata Ricardo, belum terdapat tindak lanjut dari Dinsos. Bahkan, pengajuan sebagai Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial (Kemensos) juga belum terealisasi hingga saat ini.
Saat ditanyakan akan hal itu, kata dia, pihak kelurahan mengatakan sudah melakukan pengajuan itu. Tetapi, memang nama Mak Eneng tidak tercatat sebagai salah satu bagiannya.

Kartu Jakarta Sehat (KJS) sebagai salah satu program kesehatan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga tidak menjangkau Mak Eneng.

"Kalau ditanyakan, mereka cuma bilang susah diajukan. Tapi saat datanya balik ke kelurahan, enggak ada nama Mak Eneng," kata Ricardo.

Soal tanggal lahir yang tercantum di Kartu Tanda Penduduk (KTP), kata dia, memang tidak sesuai dengan perawakan Mak Eneng yang sudah tampak tua dengan kerutan di tubuhnya.

Menurut Ricardo, usia Mak Eneng bekisar 80 tahun. Tetapi yang tercantum di KTP berkelahiran tahun 1961.

"Saat buat KTP, seomongannya dia. Tapi setahu saya umurnya berkisaran 80 tahun," jelas dia.

Sumber: Liputan6.com
Read More
Saat Dijenguk & Diberi Buku Biografi Ulama Besar, Ini Jawaban Mengejutkan Ahok

Saat Dijenguk & Diberi Buku Biografi Ulama Besar, Ini Jawaban Mengejutkan Ahok


CeriaNews.com - Hari ini terasa mendapatkan energi baru. Ya, energi positif. Saya dan beberapa teman bersua ke Ahok di Marko Brimob Depok. Sudah lama ingin bersilaturahim ke Ahok, tapi baru hari ini bisa dipenuhi.

Saya secara pribadi bisa menerima kekalahan Ahok dalam Pilgub DKI. Kalah dan menang dalam demokrasi adalah biasa. Tapi sampai sekarang saya masih belum bisa menerima bahwa Ahok dipenjara karena ujarannya. Ujaran Ahok bukan sebuah "kesalahan". Apalagi Ahok sudah minta maaf dan menyatakan tidak ada maksud menodai agama umat Islam.

Ahok sejak kecil tumbuh dalam lingkungan yang kuat tradisi Islamnya. Bahkan kakak angkatnya adalah seorang Muslim yang taat.

Bahkan di dalam penjara Ahok mengkhatamkan al-Quran terjemahan Kementerian Agama. Ia fasih menjelaskan urutan surat dalam al-Quran. Bahkan ia memaparkan isi surat al-Maidah dengan lugas dan jelas.

Maka dari itu, saya hingga sekarang ini tidak bisa menerima kalau Ahok divonis menodai Islam. Ahok justru belajar kandungan al-Quran untuk menyelami ajaran Islam. Ahok bertanya, "Apakah umat Islam juga tahu terjemahan dan isu kandungan al-Quran?"

Itulah sosok Ahok yang sangat jauh dari niatan untuk menodai Islam. Justru ia ingin belajar dan mendalami Islam melalui upaya memahami kandungan al-Quran.

Di akhir perbincangan, Ahok berbagi tips tentang hidup. "Pegangan hidup saya sekarang: sehat dan suka cita". Ia meniru ungkapan Jack Ma, owner Alibaba yang sangat terkenal itu yang punya prinsip dalam hidup: sehat dan bahagia.

Ahok sangat menikmati hari-harinya di penjara, karena bisa olahraga dan membaca buku. Sudah puluhan buku yang dibaca dan menulis ratusan halaman renungan.

Saya juga memberi kado buku Hadratussyaikh Hasyim Asy'ari. Ahok bilang, "Saya senang baca buku biografi. Saya punya waktu banyak untuk baca".

Selalu kagum dengan Ahok. Ia sosok yang tegar dan tangguh. Di penjara pun ia masih biasa berpesan: sehat dan suka cita.

Doa saya buat Ahok dan keluarga semoga sabar melalui ini semua. Selalu ada hikmah dalam peristiwa.

Oleh: Zuhairi Misrawi, Tokoh Muda NU
Read More
Ramai Foto Tanah Abang Semrawutan, Ini Tanggapan Anies Baswedan

Ramai Foto Tanah Abang Semrawutan, Ini Tanggapan Anies Baswedan


CeriaNews.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belum bisa berkomentar banyak tentang informasi yang meyebutkan, pedagang kaki lima (PKL) kembali marak mengokupasi trotoar kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Anies menganggap perlu mengecek langsung informasi tersebut.

Dari informasi yang belakangan beredar, ia melihat foto kondisi terkini PKL Tanah Abang yang digunakan sama seperti foto pada sekitar Mei 2017.

"Nanti saya cek di lapangan dulu karena fotonya kok sama dengan yang di bulan Mei dan kemarin rasanya agak unik tuh," kata Anies di Balai Kota, Rabu (25/10/2017).

Menurut Anies, kalaupun PKL kembali marak di trotoar Tanah Abang, dirinya memastikan akan ada penertiban.

Namun ia menjanjikan akan ada solusi saling menguntungkan bagi PKL dan para pejalan kaki.

"Ya mudah-mudahan bulan tertib trotoar tidak 1-2 bulan, harus bisa terus. Tapi berarti harus ada mekanisme pengelolaan yang baik, termasuk semuanya bisa merasa diuntungkan," kata dia.

Dari pantauan Kompas.com pada 17 Oktober, trotoar di depan Stasiun Tanah Abang masih dipenuhi PKL.

PKL berjajar di sepanjang trotoar dan terlihat semrawut sehingga mengganggu pejalan kaki serta pengguna jalan raya.

Saat itu, pada sekitar pukul 10.00 WIB, tepat di pintu keluar Stasiun Tanah Abang, ramai PKL yang berjualan makanan dan minuman ringan.

Sementara itu, di seberang jalan di wilayah Jati Baru, Jakarta Pusat, banyak PKL menjual pakaian, aksesori, minuman dan makanan.

Para PKL itu menjajakan dagangannya di lapak di atas trotoar, yang seharusnya digunakan untuk para pejalan kaki.

Sumber: kompas.com
Read More
Hari ke-8: Anies Baswedan Beri Solusi Atasi Banjir Dengan Mengeruk Sungai Tanpa Alat Berat Tapi Pakai...

Hari ke-8: Anies Baswedan Beri Solusi Atasi Banjir Dengan Mengeruk Sungai Tanpa Alat Berat Tapi Pakai...


CeriaNews.com -Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyalahkan Dinas Sumber Daya Air (Dinas SDA) dalam kasus tanggul jebol di kawasan Jatipadang, Jakarta Selatan di hari kerja ke-2 nya sebagai gubernur.

Tanggul jebol di Jatipadang menyebabkan kawasan pemukiman di sekitarnya terendam.

Bahkan warga sampai sempat dievakuasi karena khawatir air terus bertambah tinggi.

Anies mengatakan, menurut pihak Dinas SDA, kejadian jebolnya tanggul karena penyempitan jalur aliran sungai kali Sarua di lokasi tanggung jebol.

Pihak Dinas SDA mengakui sudah berupaya mengeruk di bagian itu agar aliran lebih lancar dan tak menyempit.


"Tapi pengerukan tak bisa dilanjutkan karena ada bangunan yang berdiri di atas turap," ujar Anies kepada wartawan di Balaikota DKI Jakarta, siang tadi.

Pengerukan tak diteruskan karena pengerjaan menggunakan alat berat di lokasi itu jadi tak lagi memungkinkan.

"Kalau begitu ya harus diteruskan meski pakai orang. Kalau alatnya nggak bisa masuk ya orangnya yang jalan. Jangan alat nggak bisa masuk terus berhenti. Jadi harus diteruskan sampai tuntas," tegas Anies.

Makanya pasukan biru mesti dikerahkan maksimal di lokasi-lokasi dimana normalisasi kali tak dapat dilakukan dengan alat berat.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tiba di Balaikota DKI usai menginspeksi mendadak Kelurahan Cikini di Jakarta Pusat, Selasa (24/10/2017)

Sumber: Tribunnews.com
Read More