CeriaNews.com
Istrinya Dituduh Pelanggaran Kampanye, Begini Tantangan Ahok ke Bawaslu! Share!

Istrinya Dituduh Pelanggaran Kampanye, Begini Tantangan Ahok ke Bawaslu! Share!


CeriaNews.com - Istri cagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Veronica Tan, diduga melakukan pelanggaran kampanye saat datang ke posyandu di RW 04, Cipinang Melayu, Jakarta Timur.

Vero, sapaan Veronica, diduga melakukan pelanggaran kampanye soal penggunaan fasilitas negara.

Ahok sendiri tidak terlalu ambil pusing dengan tuduhan yang dilayangkan pada istrinya.

Ahok malah menantang untuk membuktikan bila istrinya memang melakukan pelanggaran kampanye.

"Namanya diduga kok, diduga. Buktiin saja, ada nggak kampanye? Namanya juga diduga," ujar Ahok saat ditemui di Jalan Tanang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/3/2017).


Sebelumnya, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Jakarta Timur akan memanggil pihak Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur. Pemanggilan tersebut terkait dengan dugaan pelanggaran aturan kampanye yang dilakukan Veronica Tan, istri calon Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama, di RW 04, Cipinang Melayu.

Ketua Panwaslu Kota Jakarta Timur Sakhroji mengatakan menerima laporan dari warga terkait dengan kedatangan Veronica Tan ke acara posyandu di RW 04, Cipinang Melayu, pekan lalu.

"Tugas kita karena ada aduan ya harus kita tidak lanjuti. Cipinang Melayu itu ada acara Posyandu di RW 04 pada tanggal 16 Maret 2017. Pada saat itu, banyak warga yang datang memakai kotak-kotak dan di acara itu juga hadir Veronica Tan," kata Sakhroji saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (22/3/2017).

Dia mengatakan memang sempat ada pembicaraan antara liaison officer (LO) Partai NasDem dan kader posyandu untuk pemberian sumbangan.

Selain itu, Veronica Tan saat itu mensosialisasi program pemerintah yang sudah dilakukan dan yang belum.

Menurut Sakhroji, dugaan sementara ada pelanggaran kampanye dengan menggunakan fasilitas pemerintah.

"Dugaan sementara, pelanggaran kampanye dengan memanfaatkan fasilitas pemerintah. Berupa program posyandu," ucapnya.

sumber: detik.com
Read More
Pernah Alami Pengalaman Buruk Ini Yang Membuat Nia Dinata Mendukung Ahok

Pernah Alami Pengalaman Buruk Ini Yang Membuat Nia Dinata Mendukung Ahok


CeriaNews.com - Banyak selebritis yang memberikan dukungannya pada calon pertahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat. Tak hanya selebritis, sejumlah tokoh juga berikan dukungan. Salah satu yang memberi dukungan adalah Nia Dinata, seorang tokoh film. Ia mengungkapkan alasan mendukung Ahok-Djarot yaitu pasangan petahana ini berhasil mengubah mental birokrat.

Di tengah acara diskusi bertajuk Perempuan Jakarta Menebar dan Merawat Kebhinekaan Indonesia yang berlangsung di posko tim sukses Ahok-Djarot, Jalan Cemara 19, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/3/2017), Nia menceritakan pengalaman pada waktu membuat film berjudul Arisan 2. Itu terjadi tahun 2011.

Ketika itu, dia kesulitan mencari taman untuk lokasi syuting. Begitu mendapatkan lokasi yang cocok, muncul masalah baru lagi. Susah mendapatkan izin dari pemerintah.

"Dulu saya waktu buat film Arisan 2 tak ada adegan di taman, walau di niatan awal ada. Karena sulit izinnya, saya harus ke dinas pertamanan, kemudian ke RW. Mereka tidak berani, kemudian dilempar ke tempat lain. Akhirnya batal saya pakai lokasi taman," kata Nia.

Setelah Jakarta dipimpin Ahok dan Djarot, kata Nia, situasinya berbeda sekali. Pada tahun 2015, ketika membuat film berjudul Kisah Tiga Dara, mudah sekali mendapatkan izin menggunakan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak.

Cucu Otto Iskandardinata tersebut mengaku hanya membutuhkan waktu satu hari untuk mendapat persetujuan dari pemerintah.

"Buktinya ada itu di film saya gunakan RPTRA Amir Hamzah. Saya pikir gila dari 2011 dan 2015 biasa begini, dalam empat tahun ada perubahan paradigma," kata Nia yang tinggal di Tangerang Selatan, Banten.

Nia memang tidak bisa memilih di pilkada Jakarta karena ber-KTP Tangerang Selatan. Tapi, dia berharap Jakarta kembali dipimpin Ahok dan Djarot.

Pilkada Jakarta putaran kedua akan dilaksanakan pada 19 April 2017. Ahok dan Djarot menghadapi pasangan Anies Baswedan - Sandiaga Uno.

Sumber: berantai.com
Read More
Tak Terima Disebut Sebagai Zombie, Ratna Sarumpaet Balas Netizen Ini

Tak Terima Disebut Sebagai Zombie, Ratna Sarumpaet Balas Netizen Ini


CeriaNews.com - Ratna Sarumpaet namanya sering disorot lantaran sikapnya terhapa Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan juga Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Aktivis kemanusiaan ini pun kerap mendapat kritikan dan sindiran dari para netizen. Belakangan Ratnamerasa prihatin atas ulah seorang netizen pemilik akun @juztineho127 yang menyebutnya seperti zombi atau mayat hidup dalam dalam film horor.

Seniman kawakan ini pun menduga netizen itu sedang frustasi lantaran merasa terancam hingga harus mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas.

"Kasian mbk @justineho127 ini. Hanya org y merasa terancam y suka mencacimaki orang dg kata2 Kotor mbk. Masak msh muda sdh frustrasi?," ujar Ratna lewat akun Twitter pribadinya, Selasa (21/3/2017).

Rasa prihatin Ratna ini karena selain disebut zombi, aksi-aksi protes kerasnya kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) atau Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), disebut netizen @juztineho127 sebagai aksi pesanan.

Menurut netizen tersebut, cuitan-cuitan pedas ibu dari artis cantik Atiqah Hasiholan itu terjadi sebagai bentuk curahan hati atau curhat, lantaran oknum-oknum yang memesannya untuk melakukan aksi protes atau demo, belum memberikan imbalan setelah dia dijadikan tersangka dalam kasus dugaan makar.

"@RatnaSpaet zombie 1 ini lg curhat,pesanan mandek gara2 nyangkut ksus makar, bukannya demo u yg sesuai pesanan? baunya kek bangkai ni nenek," kata @juztineho127.

Sumber: berantai.com
Read More
Video Pria Mengaku Anggota FPI Dilawan Saat Mau Rebut Paksa Kaos Fotografer

Video Pria Mengaku Anggota FPI Dilawan Saat Mau Rebut Paksa Kaos Fotografer


CeriaNews.com - Sebuah video menjadi viral di media sosial, video ini awalnya diunggah oleh Mita melalui akun Twitter miliknya, @NkAsmita. Video ini berdurasi singkat hanya 32 detik, diunggah pada Kamis (16/3/2016), sekitar pukul11. Video ini mendapatkan banyak respon, telah di-retweet hampir 3 ribu dan mendapat sekitar 800 like.

Dalam rekaman itu tampak pertikaian antara seorang pria berpeci dengan wanita. Pria yang pakai peci yang marah-marah itu rupanya meminta kaos milik teman Mita.

Karena menurut pria berpeci itu kaos yang dipakai teman Mita berlambang palu arit seperti lambang PKI. Seperti ini penjelasan Mita yang disampaikan dalam unggahan bersama video di bawah.

"Keramaian yg baru saja trjadi mengatas namakan FPI merebut paksa kaos unisoviet airline milik teman saya photograper Tempo cc @PartaiSocmed"

Pria berpeci itu juga mengatasnamakan dirinya FPI. Tampak seorang wanita yang kemudian membalas sikap tidak sopan santun pria berpeci itu. Wanita itu adalah Vina Simanjuntak, pemilik akun Twitter @Vnsimanjuntak. Vina terlihat tidak terima dengan sikap arogan yang ditunjukkan pria berpeci itu.

Ketika si pria itu berteriak: "Eh, logo lu PKI!", sontak Vina langsung membalasnya.

"Eh PKI dari mata lu bisa lihat gak, eh elu Nike pake Amerika cuy" sahut Vina.



Dia terus memarah-marahi pria berpeci itu sampai di jalan. Sebelumnya pria berpeci itu memutuskan untuk pergi karena beberapa orang merekam aksi arogannya. Sementara itu Vina juga me-retweet video yang diunggah temannya, Mita.

Padahal perlu kalian ketahui kaos yang dituduh pria berpeci itu berlogo PKI wujudnya seperti ini. Sebenarnya kaus itu bergambar logo Russian Airlines, Aeroflot. Vina juga mendapatkan gambar wajah pria berpeci yang marah-marah itu.


"Sdh brgm komentar & dpt kepceran mukanya. Di IG tsb jg ad video saat OTD yg mengaku dr ormas ni ketakutan wkt divideoin" begitu tweet @Vnsimanjuntak


Sumber: berantai.com
Read More
Djarot Ditolak Sejumlah Orang Saat Pengajian, Ternyata Malam Harinya Didatangi FPI

Djarot Ditolak Sejumlah Orang Saat Pengajian, Ternyata Malam Harinya Didatangi FPI


CeriaNews.com - Sekelompok ibu rumah tangga melakukan aksi demo saat calon Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat menghadiri acara pengajian Majelis Taklim An Nisaa, di Jalan Kramat Lontar, nomor H 95, Senen, Jakarta Pusat, Senin (20/3/2017) siang. Tahu adanya penolakan tersebut, Djarot pun merasa sangat kaget.

"Saya kaget mau diganggu (sejak) tadi malam. Majelis taklim kok mau diganggu. Yang benar saja," ujar Djarot.

Djarot berharap muslimat yang menghadiri acara pengajian agar tetap sabar dan jangan terpancing emosi menjelang pilkada Jakarta periode kedua.

"Ibu-ibu sabar dan tawakal, bikin hati kita seperti samudera yang luas. Samudera dikirim apapun nggak pernah ngeluh, dikasih sampah diolah oleh samudera jadi mutiara," kata Djarot.

Pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengajak peserta pengajian untuk mendoakan agar sifat kebencian menjelang Jakarta dihilangkan. Tujuannya agar pilkada berlangsung baik.

"Saya minta tolong ibu sabar, jangan ditanggapi. Supaya jangan masuk dalam hati kita. Lebih baik kita sambil mendoakan saudara kita yang kurang-kurang, yang suka mencaci maki, doakan biar sadar. Supaya mendapatkan hidayah dari Allah SWT. Supaya Jakarta damai," kata Djarot.

Djarot mengatakan selama menjalani kampanye dia dan Ahok tidak pernah menyerang rival politik, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

"Berbeda pilihan silakan tunjukkan 19 April, nggak usah saling ganggu. Pernah tidak saya ke mana-mana menyampaikan sesuatu yang kasar, menakut-nakuti? Nggak boleh," katanya.

"Ibu-ibu saya mohon jangan ada benci dan dendam di dalam hati ibu sekalian. Harus memaafkan. Nanti akan kita tunjukkan siapa yang benar-benar berakhlak mulia," Djarot menambahkan.

Pemilik rumah tempat acara pengajian, Saefudin (44), mengaku didatangi puluhan anggota FPI dinihari tadi. Mereka meminta acara pengajian tersebut tidak dilangsungkan kalau dihadiri Djarot.

"Ada sekitar 50 orang datang anggota FPI. Minta supaya acara ini tidak diteruskan ya kita nggak bisa," ujarnya.

Tapi acara tersebut tetap dilaksanakan. Acara pengajian mendapat penjagaan ketat dari polisi dan Banser NU. Benar saja, sekitar 20 meter, ketika Djarot tengah memberikan sambutan, sekelompok ibu demonstrasi menolak kehadiran Djarot. Mereka membawa spanduk bertuliskan "kami warga kelurahan lontar menolak kedatangan paslon 2 atau penista agama."

Sumber: Suara.com
Read More
Mengharukan! Dana Patungan Kampanye Ahok-Djarot Sentuh Rp 12,3 Miliar! Share!

Mengharukan! Dana Patungan Kampanye Ahok-Djarot Sentuh Rp 12,3 Miliar! Share!


CeriaNews.com - Memasuki minggu kedua, Tim Sukses (Timses) calon petahana Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat telah berhasil mengumpulkan total dana patungan rakyat sebesar Rp 12,3 miliar.

Dengan hasil itu, Timses yakin dana patungan rakyat akan mencapai target sebesar Rp 25 miliar pada 7 April 2017 mendatang atau masa akhir pengumpulan dana kampanye putaran dua.

Bendahara Timses Basuki-Djarot (BaDja), Charles Honoris, meyakini, dalam beberapa hari ke depan akan semakin banyak masyarakat yang ikut berpartisipasi.

"Kami optimistis dana patungan rakyat putaran dua akan mencapai target. Dengan batas waktu pengumpulan yang kurang dari dua minggu lagi, masyarakat pasti akan terus bersemangat untuk berpartisipasi," kata Charles di Jakarta, Selasa (21/3).

Menurutnya, masyarakat yang telah berpartisipasi hingga batas maksimal ( Rp 75 juta per orang dan Rp 750 juta per organisasi berbadan hukum berdasarkan peraturan KPUD) di putaran pertama dapat kembali mengikuti patungan di putaran kedua.

Total dana patungan putaran kedua ini akan digunakan untuk berbagai keperluan pemenangan Basuki-Djarot. Antara lain, untuk melakukan pelatihan saksi TPS, pembuatan iklan, serta keperluan logistik selama masa kampanye.

Sejauh ini, dijelaskan, sudah ada sebanyak 2.050 donatur yang telah berpartisipasi pada patungan rakyat. Patungan Rakyat dapat dilakukan melalui dua cara yakni secara online di www.ahokdjarot.id/patungan/ atau setor tunai melalui kantor cabang BCA di seluruh wilayah Indonesia.

Setelah selesai menyalurkan dananya, masyarakat diimbau untuk memastikan partisipasinya dengan mengisi formulir penyumbang dan memeriksa kembali partisipasi mereka secara online melalui website ahokdjarot.id. Dalam website ini, donatur bisa memastikan apakah formulir yang mereka isi sudah diterima secara lengkap oleh tim Kampanye Rakyat.

Guna menghindari adanya dana tidak dapat dipakai, Timses juga mengharapkan masyarakat untuk memastikan bahwa mereka melakukan patungan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yakni dengan mengisi formulir, menuliskan nomor KTP, nomor NPWP dan tanda tangan basah pada formulir patungan.

Bagi yang melakukan patungan via online, formulir yang telah diisi dapat dikirim ke Posko Basuki-Djarot di Jalan Proklamasi No 53, Jakarta Pusat. Hasil patungan kemudian akan langsung disalurkan ke rekening kampanye Basuki-Djarot.

Perlu diketahui, KPUD mewajibkan setiap pasangan Cagub-Cawagub untuk membuka rekening penampungan pada bank umum dan KPUD hanya mengizinkan satu pasangan memiliki satu rekening.

Basuki-Djarot mengadakan Kampanye Rakyat sebagai terobosan baru untuk pembelajaran politik kepada masyarakat serta mengajak masyarakat untuk lebih berpartisipasi aktif.

Dengan mengikuti patungan dana kampanye juga memperhatikan kesiapan pemilih melalui DPT, maupun mengawal Pilkada. Melalui partisipasi ini, masyarakat akan turut berkontribusi menciptakan model demokrasi yang bersih, transparan, dan partisipasif.

Sumber: Beritasatu.com
Read More
Atas Nama Kakek Buyutku, Aku Tersinggung Dengan Ucapanmu Hai Anies!

Atas Nama Kakek Buyutku, Aku Tersinggung Dengan Ucapanmu Hai Anies!


Atas Nama Kakek Buyutku, Aku Tersinggung Dengan Ucapanmu Hai Anies!

Baru saja kulihat videomu yang kupahami seolah ras Arab lah yang berani nekat pertama kalinya mengaku bertanah air Indonesia. “Cuma orang Arab yang berani melakukannya di th 1934, yang lain tidak ada ….”

“Orang Jawa mengaku bertanah air Indonesia. Kalau Indonesianya gak jadi, dia kembali jadi orang Jawa. Orang Celebes mengaku bertanah air Indonesia, kalau Indonesianya gak jadi, dia kembali jadi orang Celebes. Lha kalau orang Arab ngaku bertanah air Indonesia, lalu Indonesianya gak jadi, mau kembali kemana? Benar benar nekat. Cuma orang Arab yang berani nekat begini ….” kata Anis Basw.

Sontoloyo, gelarmu profesor, tapi pemikiranmu kompresor. Apakah kakekmu yang mendeklarasikan itu di th 1934 tinggalnya masih di Arab? Bukan! Pasti sudah punya rumah di Jakarta (apalah namanya disaat itu), berdagang di Jakarta, punya teman di Jakarta, punya tetangga satu kampung yang bukan cuma Arab saja.

Artinya kakekmu sudah menjadi bagian dari mereka, tinggal ditengah mereka. Kalau Indonesia gak jadi, ya kakekmu tetap pulang ke rumahnya di Jakarta dan satu kampung dengan warga lainnya. Ada Betawi, ada Tiongha, ada Jawa dll.

Satu hal yang diriku tak habis pikir denganmu hai Anis Basw, kenapa kamu memilih berpikir secara primordial, dengan sudut pandang yang sempit seakan cuma orang Arab saja yang berani mendeklarasikan itu? Bukannya di th 1928 sudah terlebih dahulu ada Sumpah Pemuda? Jong Java, Jong Borneo, Jong Sumatra, Jong Celebes, Jong Ambon dll. Semua berikrar bertanah air satu, berbangsa satu, berbahasa satu.

Anis, kamu kampanye dengan kemasan agama, seolah agamamu dan kelompokmu yang paling benar. Kamu cenderung inklusif, merasa superior dibanding yang lainnya. Kelakuanmu saat ceramah di video tadi juga sama, yaitu mengunggul unggulkan orang Arab, dibanding suku dan ras lainnya. Sok hebat kamu. Atas nama kakek buyut ku, terus terang aku tersinggung, Anis. Kamu meremehkan suku dan ras lain yang bukan Arab, padahal kami semua saudaramu setanah air.

Semua suku dan ras yang menjadi bagian dari republik ini punya kontribusi masing masing dalam kemerdekaan. Tak boleh ada yang merasa lebih penting dan lebih berjasa. Kita ini satu, janganlah yang satu bermegah atas lainnya, dan menganggap yang lain lebih rendah. Kita ini setara, bukan beda kasta. Tak ada suku atau ras kelas VIP, Bisnis dan Ekonomi. Kita sederajat dalam kedudukan sebagai warga negara Indonesia.

Sontoloyo kowe, Nis.

Kaplok ndasmu sisan

Kahudi Waseso
Read More
Kesaksian Ahli Agama Soal Al-Maidah 51 Ini Sukses Bikin Team 212 Kejang-Kejang! Share!

Kesaksian Ahli Agama Soal Al-Maidah 51 Ini Sukses Bikin Team 212 Kejang-Kejang! Share!

Rais Syuriyah PBNU, KH Ahmad Ishomuddin (tengah kanan) memberi keterangan usai Sidang Kasus Penodaan Agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (tengah kiri) di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (21/3). (DS/ Infonawacita)
Ahli Agama: Konteks Al-Maidah Ayat 51 Mengenai Perang

CeriaNews.com - Ahmad Ishomuddin, ahli agama yang dihadirkan kuasa hukum dari Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, menyatakan konteks surat Al Maidah ayat 51 adalah penjelasan mengenai perang. Surat Al-Maidah ayat 51 menjelaskan tentang hubungan antara orang Islam dengan pemeluk agama lainnya saat perang fisik terjadi.

"Kalau diterapkan dalam konteks kekinian, puncak permusuhan bisa terjadi jika konteksnya sama, yaitu terjadi peperangan secara fisik antara orang Islam dengan agama lain. Konteks surat Al Maidah ayat 51 adalah peperangan," kata Ishomuddin pada persidangan kasus dugaan penodaan agama, di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (21/3/2017).

Ahok menjadi terdakwa dalam kasus penodaan agama terkait pidatonya di Kepulauan Seribu pada September tahun lalu yang menyinggung surat Al Maidah ayat 51.

Ishomuddin menjelaskan makna "auliya" dalan surat Al-Maidah ayat 51 berarti teman setia. Dia tak sependapat dengan pernyataan, "memilih teman setia saja tidak boleh, apalagi memilih pemimpin dari pemeluk agama lain".

Menurut Ishomuddin, tafsiran tersebut tidak tepat karena tak melalui proses yang benar. Ada empat metode tafsir yang digunakan dalam menerjemahkan ayat suci Alquran, yakni metode penafsiran global, analisis, perbandingan antar ayat dengan hadis nabi atau ayat lain, dan kajian tematik.

"Saya meneliti beberapa kitab tafsir. Salah satu kitab tafsir berkata bahwa ayat tersebut ditujukan untuk orang beriman," kata Ishomuddin.

Pendapat lainnya, kata dia, mengatakan bahwa sasaran ayat tersebut bagi orang-orang munafik agar kembali pada keimanan dan tidak mengkhianati agama Islam. Dia menjelaskan, Al-Maidah ayat 51 itu bersifat wajib bagi umat Islam.

"Berdasarkan fikih, hukumnya haram menolong orang Yahudi atau Nasrani untuk memusuhi atau berkhianat pada Islam," ujar Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Jakarta tersebut.

Selain Ishomuddin, ahli lain yang dihadirkan penasehat hukum Ahok pada persidangan hari ini adalah C Djisman Samosir dan Rahayu Surtiati Hidayat. Djisman Samosir merupakan ahli hukum pidana dan dosen di Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan, Bandung. Sementara Rahayu merupakan ahli bahasa linguistik dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia.

Sumber: Kompas.com

Silahkan dishare jika berkenan, terima kasih.
Read More
Ridwan Kamil Marah Besar, Ancam Polisikan Pendukung Anies-Sandi Yg Satu Ini! Share!

Ridwan Kamil Marah Besar, Ancam Polisikan Pendukung Anies-Sandi Yg Satu Ini! Share!


CeriaNews.com - Walikota Bandung Ridwan Kamil marah gara-gara disebut anggota kelompok Syiah. Pria yang akrab disapa Kang Emil itu mengancam akan melaporkan netizen yang menyebarkan berita fitnah tersebut.

Ridwan Kamil telah men-screenshot obrolan di media sosial Instagram yang menyebut dia dan istrinya merupakan anggota kelompok Syiah. Screenshot tersebut diunggah Ridwan di Instagram pirbadinya, Senin malam (203/2017).

Ridwan menyebut dia dan istrinya telah difitnah. Ia mengisyaratkan segera melaporkan pemilik akun medsos yang menyebarkan berita fitnah itu ke polisi.

“Contoh akun2 yang mulai memfitnah sana-sini tentang saya dan istri. siap2 jaman sekarang berhadapan dengan hukum. Hatur Nuhun. *sisi gelap politik,” tulis Ridwan di keterangan gambar screenshot.
Percakapan di medsos yang menyebut Ridwan Kamil Syiah pertama kali diunggah oleh akun Instagram detik.co. Akun ini mengunggah screenshot percakapan di Facebook yang membahas tentang Ridwan Kamil.

“Pantesan aja @ridwankamil mesra sama nasdem. Ternyata anggota syiah laknatullah. #antisyiahindonesia #antisyiah #syiahbukanislam,” tulis akun detik.co di keterangan gambar.

Postingan itu menuai kontroversi. “Ini yg punya akun pasti anak buahnya riziq cs. Besok atau lusa lu bakal ditangkep polisi, just wait. echo_redblacksiap2 muncul di media wajah anda min…mantap kang @ridwankamil,” komentar @agusdarmawanz.

Kalau dilihat dari status Facebook, akun ini adalah pendukung Anies-Sandi dan anti Ahok. cek tekape: https://www.facebook.com/100011712290761 (pojoksatu.id)

Read More
WOW! Putaran Kedua Ahok Dapat Dukungan Dari Warga Palestina, Ini Videonya! Share!

WOW! Putaran Kedua Ahok Dapat Dukungan Dari Warga Palestina, Ini Videonya! Share!


CeriaNews.com - Putaran kedua Pilkada DKI Jakarta diikuti oleh dua orang paslon yaitu Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Masyarakat Jakarta kembali akan menentukan pilihan kembali pada19 April 2017 nanti. Ahok-Djarot dengan nomor pilih 2 sedangkan Anies-Sandi dengan nomor tiga.

Menurut jadwal pemilu DKI putaran kedua, kegiatan kampanye akan berlangsung pada pada 7 Maret-15 April 2017. Selama waktu penyelenggaraan putaran kedua ini, KPU DKI juga akan menyusun daftar pemilih. Mulai dari daftar pemilih sementara (DPS) yang akan ditetapkan menjadi daftar pemilih tetap (DPT) putaran kedua Pilkada DKI Jakarta.

Ternyata gelaran pilkada DKI tak hanya menarik bagi masyarakat Indonesia.
Bahkan gaungnya sampai terdengar ke negara lain. Terbukti dari video dari sebuah akun Facebook yang diunggah pada Sabtu (11/3/2017). Akun Facebook yang menggunggah video tersebut bernama Mak Lambe Turah. Menurut keterangan akun tersebut ini merupakan video pernyataan dari penjaga toko di Betlehem Palestina.

"Penjaga toko di Betlehem Palestina ini ternyata tahu tentang Ahok juga. Ternyata Ahok mendunia sekali.."



Bisa dibilang ini mungkin sebuah dukungan kepada Ahok dalam pemilu DKI Jakarta. Soalnya, pria berjaket hitam itu mengatakan:

"God Bless Ahok, ladies and gentleman. And we all pray for him, until the 19th April so he got re-elected. God bless you, and 'Hidup Ahok'"

Ada banyak spekulasi dari video ini. Mulai dari bentuk kampanye dari pihak Ahok sendiri sampai memang akun Facebook ini memang mendukung kubu Ahok. Mari coba kita lihat komentar netizen.

"Hahahahaa..kerenlah ahok mendunia dan dia akan menjadi sejarah di indonesia orang yg fenomenal, GBU.." kata Mery Natalia Sianturi.

"Seminggu lalu sy baru kesini mak,betul loh dia tau ahok" kata Ester Heppy.

"Eaaa.....yg penasaran bisa dicek ini videonya editan apa enggak, sapa tau mau dijadiin bahan fitnah kaya biasanya, pak Ahok famous yaakk" kata Diajeng Anya.

"Di Taiwan juga pada kenal ahok mak, katanya klo ahok jadi gubernur lagi nih sodara bos aku mau main ke indonesia wkwkkwk dia nanya terus yg menang siapa bosen aku jawabnya wkwkkwkk" kata Monica Supardi.

Sumber: Berantai.com
Read More