Ternyata Ini Alasan Joker Genggam Kapak Gergaji Saat Bubarkan Kebaktian..

Ternyata Ini Alasan Joker Genggam Kapak Gergaji Saat Bubarkan Kebaktian..


CeriaNews.com - Akhir pekan lalu, media sosial diramaikan dengan video warga Rumah Susun Pulogebang yang disebut membubarkan ibadah kebaktian anak-anak pada Sabtu (23/9/2017).

Warga yang bernama Nasoem Sulaiman alias Joker itu disebut membuat anak-anak takut karena marah-marah sambil membawa gergaji dan kampak.

Akibat video yang viral itu, Joker dianggap tidak memiliki toleransi antarumat beragama. Apalagi sampai membawa benda tajam di depan anak-anak.

Pada Minggu (24/9/2017), Kepala Unit Pengelola Rusun Pulogebang, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta, kepolisian, serta tokoh masyarakat setempat langsung memediasi masalah ini.

Dalam potongan video lain, terlihat Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta Agustino Darmawan sedang memarahi Joker.

"Pak Gubernur juga marah sama saya gara-gara ini. Jangan terjadi lagi. Semua ada saluran berbicara dengan Kepala UPRS, bukan bertindak sendiri. Saya ingatkan sekali lagi jangan coba-coba bertindak sendiri. Siapapun!" kata Agustino dalam video itu.

"Kalau ada orang dari luar menghasut, laporkan ke saya. Saya juga punya sarana untuk menyelesaikan. Anda semua ini kan bersaudara bukan musuh. Saya tidak mau ini terulang lagi," tambah dia.

Kesalahpahaman

Kepala Unit Pengelola Rusun Pulogebang Ageng Darmintono menjelaskan kronologi terjadinya peristiwa itu. Menurut Ageng, Joker merupakan tukang bangunan yang bekerja menggunakan gergaji, kampak, palu, dan linggis.

Saat pulang bekerja, Joker melihat kegiatan kebaktian anak-anak di lantai 3 Blok F dan secara spontan berusaha membubarkannya karena merasa terganggu.

Saat marah-marah itu, Joker masih membawa serta alat kerjanya yang kemudian dianggap sengaja dibawa untuk mengancam warga.

"Ini murni kesalahpahaman," kata Ageng.

Meski demikian, bukan berarti apa yang dilakukan Joker bisa dibenarkan. Apalagi, Joker juga sempat melontarkan kata-kata yang kurang baik di depan anak-anak saat melakukan pembubaran itu. Ageng mengatakan Joker harus belajar untuk menghargai hak beragama orang lain.

"Memang seharusnya beliau banyak belajar tentang hak beragama," ujar Ageng.

Kesempatan terakhir

Usai dimediasi, kata Ageng, Joker mengakui kesalahannya, menyesal dan meminta maaf kepada warga yang merasa terganggu dengan sikapnya.

"Tadi sudah menyatakan menyesal, meminta maaf, dan tidak akan mengulangi lagi," ujar Ageng.

Dinas Perumahan akan memberikan sanksi tegas hingga dikeluarkan dari rusun kepada Joker jika mengulangi perbuatannnya.

"Tadi sudah disepakati dengan Kapolres, kalau dia berbuat itu lagi, keluarkan dari rusun saya bilang. Kami sudah komit tadi, keluarkan dari rusun!" ujar Agustino.

Sumber: Berantai.com
Read More
Tak Terima Amien Rais Disebut “Pengkhianat Bangsa”, Begini Serangan Balik Kader PAN Pada Try Sutrisno

Tak Terima Amien Rais Disebut “Pengkhianat Bangsa”, Begini Serangan Balik Kader PAN Pada Try Sutrisno


CeriaNews.com - Mantan Wakil Presiden Try Sutrisno melontarkan kritikan pedas terhadap mantan Ketua MPR Amien Rais.

Pernyataan Try membuat Sekretaris Fraksi PAN di MPR Saleh Partaonan Daulay pun meradang. Saleh menyesalkan pernyataan Try Sutrisno soal kiprah politik Amien Rais dalam amandemen UUD 1945. Sebab, sebagai tokoh nasional, tidak sepantasnya Try menyampaikan hal itu di ruang publik. Apalagi, pernyataan itu tidak jelas arah dan esensinya.

“Sebagai mantan wakil presiden, semestinya Pak Try tahu persis apa yang terjadi pada kisaran 1998-1999. Reformasi itu adalah keharusan dan tuntutan semua orang. Termasuk salah satu amanat reformasi adalah melakukan amandemen terhadap UUD 1945,” kata Saleh dalam keterangan persnya di Jakarta, Minggu (24/9/2017).

Dijelaskan, amandemen UUD 1945 merupakan amanat rakyat sehingga politikus dari berbagai pihak sudah seharusnya menjalankannya, termasuk pada waktu itu Fraksi TNI/Polri. Namun, dia mengatakan, perlu diingat bahwa seluruh rumusan amandemen adalah kesepakatan seluruh fraksi.

Maka, dengan demikian, dia berpendapat, Amien Rais yang waktu itu memiliki posisi sebagai ketua MPR juga tidak bisa mendikte semua anggota MPR. “Jadi kalau ada yang menyalah-nyalahkan Amien Rais, berarti ada yang melupakan sejarah. Itu juga sama dengan menyalahkan rakyat yang memang menginginkan amandemen,” ucapnya.

Saleh mengatakan, tidak semua masyarakat kecewa terhadap amandemen, di luar sana banyak juga masyarakat yang menyambut gembira amandemen UUD 1945. Dengan amandemen itu, dia mengatakan, telah banyak perubahan dalam sistem politik dan ketatanegaraan Indonesia, termasuk menganulir kepemimpinan seorang presiden lebih dari dua periode.

Karena, dengan amandemen, Saleh melanjutkan, sistem demokrasi Indonesia menjadi lebih terbuka dan kesempatan untuk mengisi jabatan-jabatan politik terbuka lebar bagi semua pihak. “Mungkin ada beberapa aspek dalam reformasi yang dirasa tidak pas saat ini,” kata dia.

Kader PAN itu menjelkaskan, jika itu yang disebut maka semestinya yang disuarakan adalah adanya amandemen lanjutan untuk menyempurnakan dan menambal yang dianggap tidak pas itu.

“Bukan malah menyalah-nyalahkan dan seolah semua yang dilakukan membawa kemunduran besar bagi Indonesia,” sesalnya.

Namun Saleh yakin, jika Amien Rais sangat terbuka untuk mendiskusikan persoalan ini kepada semua pihak, termasuk kepada Try Sutrisno yang juga dianggap bagian penting dari sejarah reformasi itu. Namun demikian, diskusi seperti itu harus dilakukan secara baik-baik tanpa ada niat dan pretensi untuk saling menyalahkan.

“Jangan dengan mudah menyebut pengkhianat bangsa. Sebab, orang lain juga tahu sejarah. Orang lain juga punya penilaian sendiri siapa yang berjasa dan siapa yang berkhianat,” urai Saleh.

Sebelumnya, Try sempat mengungkapkan kekecewaan terhadap Amien Rais karena hasil amandemen UUD 1945 tidak dilakukan oleh MPR. Try bahkan menyebut Amien sebagai pengkhianat bangsa karena tak konsisten menerapkan amandemen UUD.

“Tetapi setelah terjadi diketok dan empat kali diamandemen itu, kesepakatan semuanya tidak dijalankan oleh MPR sesuai catatan kita. Kalau kata orang Pak Ali Sadikin lebih keras bicara, pengkhianat bangsa ini Amien Rais,” tegas Try di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (22/9/2017) yang lalu.

(netralnews/suaraislam)
Read More
Panglima TNI Keliru Soal 5.000 Pucuk Senjata. Ternyata Ini Yang Sebenarnya..

Panglima TNI Keliru Soal 5.000 Pucuk Senjata. Ternyata Ini Yang Sebenarnya..


CeriaNews.com - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan 5000 pucuk senjata yang dipesan oleh institusi tertentu adalah pesanan Badan Intelijen Negara (BIN) yang diperuntukkan bagi sekolah intelijen. Pengadaannya pun tidak perlu meminta izin dari Mabes TNI.

"Dari penjajakan dan penelitian yang saya lakukan, maka pembelian atau pengadaan senjata, apalagi dari Pindad yang bukan standart TNI itu memang perlu minta izin, tapi bukan dari Mabes TNI. Tetapi cukup dari Mabes Polri. dan sudah dilakukan," kata Wiranto di Kantor Kementerian Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu (24/9/2017).

Selain itu, pembelian senjata yang ternyata hanya berjumlah 500 pucuk, juga tidak perlu izin khusus terlebih dahulu kepada Presiden dan tidak perlu melibatkan Presiden.

"Dengan demikian, maka isu ini saya kira kita tutup. Karena sudah tidak ada masalah sebenarnya," ujar Wiranto.

Ia berharap, masyarakat tidak perlu khawatir akan isu yang pertama kali dihembuskan oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Isu tersebut hanyalah kesalahan komunikasi yang tidak utuh diterima publik Sehingga menimbulkan spekulasi seakan-akan ada suatu kelompok yang ingin menggangu keamanan nasional.

"Tidak perlu dikhawatirkan karena ada satu kekuatan lain yang akan membeli senjata sampai 5000 pucuk untuk ke hal-hal yang akan mengganggu kepentingan nasional atau keamanan nasional. Itu tidak benar sama sekali," kata Wiranto.

Sebelumnya, hari Jumat (22/9/2017) dalam forum silaturrahim bersama para Purnawirawan TNI, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Gatot
mengatakan ada institusi yang telah memesan 5.000 pucuk senjata dan mencatut nama Presiden.

Dalam pertemuan tersebut dihadiri oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto dan Mantan Wakil Presiden Try Sutrisno serta Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Ini transkrip lengkap rekaman Panglima TNI Sebut Akan ada 5 Ribu Senjata Masuk Secara Ilegal:


Ada semacam ketika politik tidak bermoral, atau saat yang dikatakan abri saat dulu terjadi saat ini sekarang pak, sehingga suatu saat kami-kami yang junior ini melakukan langkah yang diluar kepatutan para senior itu hanya kami sebagai bayangkari.

Tapi datanya kami pasti akurat, ada kelompok institusi yang mau membeli 5000 pucuk senjata, bukan militer, ada itu, ada yang memaksa, ada yang mempidanakan, untuk apa, ada, dan data-data kami, intilejen kami akurat.

Kami masuk pada hulu inti-intinya dan ini hanya untuk internal kami saja pak, karena kalau tidak ini pak, kalau tidak, bahkan TNI pun akan dibeli, pokoknya tidak semua disini bersih pak.


Ada yang punya keinginan dengan cara amoral, untuk menempuh jabatan, dan saya berjanji akan membuat mereka merintih pak bukan hanya menangis, biarpun itu jendral, karena ini berbahaya pak, kalau sudah TNI lari ke Politik, selesai semuanya, ujung-ujungnya nanti kita tidak bisa gugat apa-apa lagi pak, undang-undang pidana militer masuk semua masuk, itulah awal dari perkelahian dan itulah awal dari kehancuran negara, maka apapun akan kami lakukan, dan kami mohon doa restu saja pak.

Memakai nama presiden, seolah-olah itu dari presiden yang berbuat, padahal yakin itu bukan presiden, informasi yang saya dapat dari A1 tidak akan saya sampaikan disini, ini yang saya pikir saya sebagai seorang manusia, seorang prajurit, saya dianugrahi panglima TNI, sebagai seorang orang tua, anak-anak saya dua-duanya udah menikah udah S2, saya sudah punya cucu pak.



Bahkan di tengah perdebatan netizen, kicauan admin Twitter @_TNIAU menjadi perhatian tersendiri.
Dalam kicauannya, akun Twitter itu seolah meragukan pernyataan Panglima TNI.

5 ribu pucuk itu banyak lho, gimana cara ''ngumpetinnya''? Dan apakah penyataan Panglima ini memang benar? Krn dari @Puspen_TNI blm ada ket," begitu kicaunya.

Kicauan akun @_TNIAU itupun banyak discreenshot dan dibagikan ke media sosial.

Banyak netizen yang menganggap aneh kicauan tersebut, karena dianggap menunjukkan sikap tidak percaya kepada Panglimanya.

@barnabasburn Aneh jg admin @_TNIAU ini kaga percaya sm panglimanya, bahkan seperti melawan...jd inget kudeta turki kmaren...

@MataElangNKRI Saya curiga sama akun satu ini.. bisa2nya Kontra sama Panglima TNI. Kalau Panglima TNI kan oasti dilapori. Kalau Admin TNI AU kan blm pasti

@arulsVB jejak digital itu pait... *Pait banget yekan min ?!

Admin TNI AU pun sempat memberikan tanggapan atas kicauannya tersebut.

@_TNIAU Woles ajah, apapun yg dilaksanakan seorang prajurit pastinya atas perintah atasan, jangan lupa bahagia spy hati tak merana


Sumber: (suara.com/Infoteratas.com)
Read More
Ini Alasan Aneh Joker Mengamuk Kesetanan Genggam Kapak & Gergaji Bubarkan Kebaktian Anak

Ini Alasan Aneh Joker Mengamuk Kesetanan Genggam Kapak & Gergaji Bubarkan Kebaktian Anak


CeriaNews.com - Ingrid, warga lantai tiga Blok A ini menuturkan, kejadian ini berlangsung Sabtu sore, sekitar pukul 16.00 WIB.

Saat itu, kurang lebih 20 anak yang didampingi beberapa orangtua tengah menggelar ibadah di selasar lantai 3 Blok A.

“Kejadian jam 4, jadwal ibadah anak kecil. Baru nyanyi-nyanyi sekitar 10 menit dan mau doa pembuka. Namanya anak-anak kan teriak-teriak,” tutur Ingrid, Sabtu (23/9/2017).

“Nah, baru mau doa pembuka, si bapak itu dateng dari lantai empat, dia marah-marah, ‘ada apa neh?’ dia melanjutkan.

Menurut Ingrid, tidak jelas alasan Joker membubarkan peribadatan anak itu. “Pas ditanya enggak jelas alasannya, ngalor ngidul, kayak kesetanan.”

“Katanya dia abis kerja di lantai enam, roof top. Dia emosi cuaca panas, karena anak-anak pada nyanyi,” lanjut perempuan 37 tahun itu.

Namun, perempuan yang sudah tinggal di Rusun Pulogebang sejak April 2016 itu menyayangkan aksi tetangganya itu. Sebab, selain mengeluarkan kata-kata kotor dan makian, Joker juga membawa senjata tajam dan alat bangunan.

“Kita aja orang dewasa takut lihat dia bawa kapak sama gergaji besi, apalagi anak-anak. Makanya, anak saya yang masih dua tahun nangis ketakutan, umur anak-anak masih di bawah 10 tahun,” ujar penghuni Rusun Pulogebang itu.

Sumber: sisidunia.com via beraninews.com

Read More
Pengakuan Mengejutkan Saksi Inggrid Terhadap Bapak Garang Pembubar Kebaktian dengan Kapak & Gerjaji

Pengakuan Mengejutkan Saksi Inggrid Terhadap Bapak Garang Pembubar Kebaktian dengan Kapak & Gerjaji


CeriaNews.com - Penghuni Rusun Pulo Gebang Blok F, Jakarta Timur sempat digegerkan dengan kejadian pengusiran terhadap sekelompok anak-anak yang mengikuti kegiatan Sabtu Ceria.

Pengusiran dilakukan oleh seorang berinisial MN dengan menggunakan kapak dan gergaji besi.

Salah satu saksi, Inggrid mengatakan kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, Sabtu (23/9/17).

Inggrid menceritakan kejadian tersebut bermula dari ada kegiatan rutin anak-anak 'Sabtu Ceria' di selasar lantai 3, Blok F, Rusun Pulo Gebang.

"Sebenarnya itu kegiatan ibadah anak-anak tapi memang pas di rumah anak saya. Namanya kegiatan doa 'Sabtu Ceria' buat anak-anak," kata Inggrid di Blok F Rusun Pulo Gebang, Jakarta Timur, Minggu (24/9/2017).

Inggrid menambahkan secara tiba-tiba datang MN dari lantai 4 dengan teriak-teriak dan membawa kapak serta gergaji besi. Sontak kejadian itu membuat anak-anak yang sedang beribadah tersebut panik. Padahal menurut Inggrid pihak RT sudah memberikan izin melakukan kegiatan tersebut.

"Kalau dari pengelolaan emang nggak ada larangan, tapi sesuai peraturan di blok ini setiap ada acara lapor ke Ketua RT, saya udah lapor ke RT. Pak RT izin ini tapi izin juga ke tetangga kanan-kiri, itu sudah saya lakukan tetangga juga nggak apa-apa," beber dia.

Inggrid menuturkan selama kegiatan dilakukan di tempatnya yakni lantai 3, Blok F semua tetangga dia tak pernah mempemasalahkan. Tapi menurut Inggrid, MN sudah tiga kali melakukan pengusiran setiap kali ibadah dilakukan di tempatnya.

"Ini sih kita sudah ke tiga kalinya orang itu bikin masalah cuma dia, orang yang sama. Orang itu juga orang sini," kata dia.

Inggrid pun melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cakung. Proses mediasi pun dilakukan antara Inggrid dan MN.

"Sudah saya maafin orangnya, saya yang nggak suka caranya ngamuk-ngamuk di depan anak-anak bawa senjata tajam itu bikin trauma dia bawa sampai teriak teriak," ungkap Inggrid.

Sementara itu Kapolsek Cakung, Kompol Sukatma mengatakan pemasalahan yang dialami Inggrid dan MN sudah diselesaikan dengan cara mediasi. Kedua belah pihak sepakat untuk menandatangani surat pernyataan.

"Udah dimediasi kemarin langsung. Setelah kejadian itu kita bawa ke polsek kita mediasi. Dua-duanya udah nggak ada masalah sudah menandatangi surat pernyataan juga untuk saling menghormati," kata Sukatma dikonfirmasi terpisah.

Sumber: detik.com
Read More
Preman Garang Tukang Palak Ini Ternyata Nyali Hello Kitty, Nangis Meraung-Raung Saat Ditangkap Polisi, Ini Videonya!

Preman Garang Tukang Palak Ini Ternyata Nyali Hello Kitty, Nangis Meraung-Raung Saat Ditangkap Polisi, Ini Videonya!


CeriaNews.com -Video preman menangis ketika digelandang polisi menjadi viral di media sosial.
Video itu diunggah oleh akun twitter @femimoza pada Jumat (15/9/2017).

Video tersebut menunjukkan seorang pria dengan tato di wajah menangis saat ditangkap lalu dibawa polisi ke dalam mobil.

Video tersebut otomatis menjadi perbincangan netizen dan membuat heboh warganet di Twitter.

Menurut keterangan pengunggah, video berdurasi singkat itu diambil Tegal.

Dalam video tersebut tampak seorang pria bertelanjang dada berjalan sambil digiring oleh pria yang diduga polisi.

Pria yang menangis itu tampak dikelilingi beberapa polisi dan sejumlah warga yang mengawalnya.

Yang membuat netizen ngakak adalah pria yang disebut preman itu tak menunjukkan muka garang, justru menangis.

"Saat malak, truk pun smp terguling, tp saat tercyduk preman berwajah penuh tato ini pun mewek seperti anak kecil (Tegal 13-09-17) (emoji)," tulis akun @femimoza dalam cuitannya tersebut,

"Raine ditato nangis (Mukanya ditato kok nangis)," ujar warga yang merekam video tersebut.

"Gebuki ae pak... Hajar pak..Hajar," ujar salah seorang warga, memprovokasi.

Berikut ini videonya:



Diduga preman tersebut meminta uang dengan paksa pada supir truk.

"Bikin resah ni preman... Preman hebat banget bisa njempalikno truk (menggulingkan truk)," kata pria yang merekam video itu.

Ekspresi dan tangisan preman tersebut sontak saja membuat warganet memberikan beragam komentar.

@niaratmadja : Wkwkwk ngakak abis... br lihat ada preman ko cengeng

@Am0k4 : "Gtu aja udah mewek, apalagi dihajar bg.

@BertaDwita : (emoji ngakak) Cemen jd preman

@macan_jaya : "Mampusin saja preman gak berguna

@antonsumaryanto : "Gerombolan preman klas atas dan klas teri pada dasarnya ganas, tapi ditangkap sendirian menjadi pengecut dan kecil hati. (TribunWow)
Read More
Ini Surat Pengakuan Mengejutkan Pria Yang Ngamuk Bawa Kapak Gergaji Bubarin Kebaktian

Ini Surat Pengakuan Mengejutkan Pria Yang Ngamuk Bawa Kapak Gergaji Bubarin Kebaktian


CeriaNews.com - Seorang pria yang membawa kapak serta gergaji terekam video saat mau membubarkan ibadah anak-anak sekolah minggu, Sabtu (23/9). Pria yangmemakai lengan panjang kemudian berteriak-teriak kepada pemilik rumah sambil mengacung-acungkan dua senjata tajam itu. Anak-anak yang melihat langsung peristiwa mencekam ini menangis.

Sementara sejumlah ibu-ibu dan penanggung jawab ibadah sekolah minggu berusaha menangkan pria ini. Kejadian yang merusak semangat kebhinekaan itu berlangsung di Rusun Pulogebang, DKI Jakarta.Banyak pihak yang pada akhirnya menyayangkan kelakuan pria tersebut. Bahkan banyak netizen menyamakan tindakannya seperti PKI. Pasalnya belakangan ini bangsa Indonesia sedang diterpa isu dengan kebangkitan partai komunis.

Tapi pria ini yang belakangan diketahui bernama M. Nasoem Sulaiman meminta maaf kepada pemilik rumah dan penanggung jawab ibadah anak-anak sekolah minggu.

Permintaan maaf secara langsung ditulis di atas secarik kerta yang dibubuhi meterai dan tanta tangan pelaku. Ada juga tanda tangan dari beberapa saksi, kepala RT termasuk Keluarga Boy Palandeng yang diwakili oleh perempuan bernama Inggrid.

Dalam kertas tersebut ditulis bahwa ia mengaku khilaf atas perbuatannya lantaran dalam kondisi baru pulang kerja. Ia pun berjanji tak akan mengulang perbuatan yang meresahkan sesama warga. M. Nasoem Sulaiman juga menulis bahwa ia tidak ada dendam dengan keluarga.

Apabila jika sampai mengulangi perbuatannya lagi, ia bersedia dihadapkan pada pihak yang berwajib (polisi). Permintaan maaf yang ditulis tangan tertanggal 23 September 2017. Ini isi suratnya:


Surat Pernyataan
Yang bertanda tangan di bawa ini:

Nama : M. Nasoem Sulaiman

Alamat : Rusun Pulogebang. Blof F. No 309 RT 001/001. Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur.

Menyatakan bahwa kejadian di Rusun Pulogebang. Blof F, Lantai 3 Selasar, terkait kegiatan dari Keluarga Boy Palandeng (Inggrit/Inge) saya hilap karena kondisi baru pulang kerja.

Dan tidak akan mengulangi perbuatan seperti ini lagi.

Serta saya tidak ada dendam pada keluarga Inge.

Apabila kejadian serupa terulang lagi, saya bersedia dihadapkan pada yang berwajib serta pada kejadian ini saya pribadi minta maaf.


Menurut beberapa sumber peristiwa terjadi di Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) Daniel Jakarta. Penyerangan ibadah pertama kali diunggah Pemilik akun twitter @Ustadz Think. Akun ini juga telah menandai twitter Polda Metro Jaya agar menindaklanjuti aksi pria yang bertindak meresahkan tersebut.

"Ustadz Think @ustadzthink Ini sakit! Orang sedang kebaktian di Rusun Pulogebang di Usir oleh Pria Membawa Kampak dan Gergaji. cc : @HumasMetroJaya".



Sumber: Berantai.com
Read More
Usir Kebaktian, Bapak Ini Teriak Keras Hina Kasar Ahok, Anak-Anak Menangis Trauma! Share!

Usir Kebaktian, Bapak Ini Teriak Keras Hina Kasar Ahok, Anak-Anak Menangis Trauma! Share!


CeriaNews.com – Sebuah video menjadi viral setelah mempertontonkan aksi beringas seorang pria yang menenteng gergaji besi dan kampak di Rusun Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur. Parahnya, ia marah-marah saat membubarkan kebaktian yang dilakukan penghuni rusun tersebut.

Video berdurasi dua menit dua puluh detik ini menjadi viral setelah diunggah di media sosial seperti facebook dan twitter. Menurut akun twitter @ustadzthink, pria ini mengamuk di depan ibu-ibu dan anak-anak yang sebelumnya tengah menggelar acara kebaktian.

"Ini sakit! Orang sedang kebaktian di Rusun Pulogebang di Usir oleh Pria Membawa Kampak dan Gergaji. cc : @HumasMetroJaya," tulis akun @ustadzthink, Sabtu 23 September 2017.

Kontan video ini langsung menuai banyak kecaman. Selain tindakannya mengusir acara kebaktian, pria ini marah-marah dengan membawa gergaji dan kampak di hadapan anak-anak. Suasana histeris terdengar saat anak-anak menjerit ketakutan.

"Orang ini ngancam bawa gergaji ama kapak, lokasi Rusun PuloGebang jakarta Timur. Tangkap ini orang @DivHumasPolri," tulis akun @hansjedi671.

"Ngeri banget kapaknya. Jangankan anak-anak, saya aja ketakutan melihat videonya. Pliss pak polisi tangkap orang ini," tulis akun @wati_hestia.

Sang pria yang terus berteriak itu bahkan menyinggung-nyinggung soal Ahok yang kini telah masuk penjara. Kemarahannya bahkan tak mereda meski seorang petugas keamanan datang untuk meredakan kemarahannya.

Belum jelas alasan mengapa pria ini tiba-tiba membubarkan acara kebaktian yang dilakukan penghuni Rusun Pulogebang tersebut.

Pria ini sempat berteriak, "Ahok itu bangs*t!! Ahok itu anj*ng!!". Anak-anak menangis ketakutan, Simak videonya:



Sumber: viva.co.id, cerianews.com

Tolong dishare agar Bapak ini bisa mendapatkan hukuman yang setimpal, terima kasih.
Read More
Polisi Tetapkan Pemilik Situs nikahsirri.com Jadi Tersangka Ternyata Karena Hal Ini..

Polisi Tetapkan Pemilik Situs nikahsirri.com Jadi Tersangka Ternyata Karena Hal Ini..


CeriaNews.com - Polisi menciduk Aris Wahyudi, pemilik situs nikahsirri.com. Polisi menyebut Aris menyediakan konten p0rnografi dalam situs tersebut.

"Ada gambar-gambar berkonten p0rnografi," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono kepada detikcom, Minggu (24/9/2017).

Argo menambahkan, tersangka menyediakan fasilitas yang diduga mengarah kepada perdagangan orang terselubung.

"Kalau ada yang berminat, dia memfasilitasi tapi harus bayar Rp 100 ribu untuk melihat konten itu. Artinya orang yang mau gabung ke konten itu harus bayar dulu," lanjutnya.

Aris ditangkap di rumah kontrakannya di Jl Manggis No A91 RT 01/10 Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi pada pukul 02.30 WIB dini hari tadi. Polisi juga membawa sejumlah barang bukti di rumahnya.

"Yang bersangkutan sudah kami tetapkan sebagai tersangka," ujar Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Adi Deriyan kepada detikcom, Minggu (24/9/2017).

Adi mengatakan, tersangka dijerat dengan UU Informasi dan Transaksi Elektroni (ITE) dan UU p0rnografi. Saat ini tersangka masih diperiksa intensif di Mapolda Metro Jaya.

"Kami masih melakukan pemeriksaan intensif. Untuk masalah penahanan, nanti ditentukan setelah gelar," ujar Kasubdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Roberto Pasaribu.

Aris ditangkap di rumah kontrakannya di Jl Manggis No A91 RT 01/10 Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi pada pukul 02.30 WIB dini hari tadi. Polisi juga membawa sejumlah barang bukti di rumahnya.

Tim Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menangkap Aris setelah mendapatkan informasi terkait adanya situs nikahsirri.com itu. Sebelumnya, penyidik Subdit Cyber PMJ berkoordinasi dengan Kemenkominfo RI dalam pengambilan data informasi website www.nikahsirri.com.

Sumber: Darirakyat.com
Read More
Penasaran dengan Efektivitas Kartu Indonesia Sehat Jokowi, Denny Siregar Lakukan Survey, Hasilnya Mengejutkan! Share!

Penasaran dengan Efektivitas Kartu Indonesia Sehat Jokowi, Denny Siregar Lakukan Survey, Hasilnya Mengejutkan! Share!


TUHAN DALAM SELEMBAR KARTU..
[oleh Denny Siregar]

Kemarin bersama beberapa teman, kami mencoba melakukan survey tentang kesehatan..

Survey ini bertujuan untuk melihat apakah program Kartu Indonesia Sehat atau yang kita lebih kenal dgn nama BPJS, betul-betul berguna untuk rakyat.

Kami kemudian menghubungi beberapa narasumber yang pernah menggunakan KIS itu, terutama mereka yang terkena penyakit sangat berat.

Salah satu narasumber kami menderita penyakit thalassemia.

Thalasemia adalah ketidak-mampuan tubuh memproduksi sel darah merah dan hemoglobin. Bisa dibayangkan, apa yang terjadi pada diri kita ketika unsur terpenting dalam diri kita ternyata tidak mampu memproduksi sendiri. Yang terjadi adalah kerusakan dalam organ-organ tubuh.

Pada waktu wawancara, kami seperti di bawa ke dunia lain, yaitu dunia dia. Dunia dimana kesulitan adalah teman akrabnya, baik kesulitan psikis maupun materiil. Ia menceritakan tentang pertarungan seumur hidupnya.

Entah berapa ratus juta dia harus keluar uang, jika dia harus menanggung sendiri semua biayanya. Kartu Indonesia Sehat itu betul-betul sangat membantunya. Pengurusannya pun tidak sesulit dari apa yang dibayangkan selama ini.

Ia mendapat pelayanan yang tulus dari dokter dan perawat di sebuah rumah sakit, yang tidak membedakan fasilitas untuk mereka. Padahal, setahu saya, dokter dan perawat di bayar sangat murah jika pengguna menggunakan fasilitas KIS itu.

Dari cerita tentang keberanian seorang penderita Thalasemia, kami beralih ke narasumber lain, seorang bapak yang terkena stroke bersama anaknya.

Sang bapak sedang memancing ketika tiba-tiba stroke menyerangnya. Sekujur tubuhnya lumpuh dan dia ditolong oleh orang sekitar, dilarikan ke rumah sakit terdekat. Apa daya, rumah sakit itu menolaknya bahkan sebelum tubuhnya sampai di dalam ruangan untuk mendapatkan pemeriksaan cepat.

Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit lainnya, yang juga menolaknya. Ada 3 rumah sakit yang menolak, sebelum ia diterima di sebuah rumah sakit - sesudah keliling selama 24 jam - dan mendapatkan perawatan disana. Terlambatnya pertolongan membuat penyakitnya semakin parah. Untunglah nyawanya masih terselamatkan..

Dalam proses wawancara ini, saya mendapatkan cerita tentang malaikat dan iblis secara bersamaan. Betapa masih banyak rumah sakit yang lebih mementingkan uang daripada nyawa seaeorang. Ironis memang.

Itulah kenapa ketika anak saya bercita-cita ingin menjadi dokter, aku berkata, "Dokter itu pengabdian nak, bukan peluang. Siapkah kamu nanti miskin dalam materi tetapi kaya dalam amal ketika sudah memutuskan untuk mengabdi kepada manusia lain ?"

Hampir semua narasumber menangis ketika bercerita. Mereka bukan menangis sedih, tetapi bahagia. Bahagia karena dibalik kesulitan mereka, pemerintah masih memperhatikan nasib mereka sehingga sedikitpun mereka tidak keluar biaya..

Tidak terasa, mata saya berat mendengar cerita2 mereka. Saya keluar dan lebih baik menunggu diluar. Antara rasa syukur yang tidak terhingga karena saya masih diberi kemudahan, bercampur dengan rasa haru yang luar biasa.

Hidup itu sesungguhnya perjalanan, kata secangkir kopiku. Belajarlah pada manusia yang kau temui di jalan. Di mereka banyak hal menarik yang akan diceritakan, untuk menemukan siapa dirimu sejatinya..

Ah, kuangkat ranselku dan kuteruskan kembali perjalanan yang semakin menarik ini...

Sumber: FB Denny Siregar

Silahkan dishare jika berkenan, terima kasih.
Read More