CeriaNews.com
Pidato Menggelegar Ahok Nyatakan Siap Berada Di Garda Terdepan Untuk Perang Jika Pancasila Diubah

Pidato Menggelegar Ahok Nyatakan Siap Berada Di Garda Terdepan Untuk Perang Jika Pancasila Diubah


CeriaNews.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak ingin ada penyebaran kebencian dan penyeragaman di rumah ibadah dan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA).

Sebab, rumah ibadah dan RPTRA dibangun untuk mempersatukan masyarakat.

Karena itu, Ahok sudah berkoordinasi dengan kepolisian untuk berani bertindak bila ada oknum yang memanfaatkan rumah ibadah dan RPTRA untuk menebar kebencian dan penyeragaman.

Ahok menyampaikan hal tersebut saat membuka acara Rakerda Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Provinsi DKI Jakarta Tahun 2017 di Balai Kota.

"Kita harus berani tindak, saya sudah bilang kepada kepolisian kalau dibiarkan terus begitu, kalau rumah ibadah, RPTRA kita dipakai untuk menyebarkan kebencian," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (27/4/2017).

"Padahal kita ingin mempersatukan orang-orang yang berbeda. Kalau diseragamkan terus, RPTRA, kita berdosa, bukan hanya kepada rakyat, tapi kepada Tuhan," lanjut Ahok.

Bahkan, Ahok menyebut siap berperang bila ada oknum yang ingin mengganti ideologi Pancasila dari Indonesia. Sebab sebagai sebuah pondasi negara, Pancasila dibayar dengan nyawa para pahlawan.

"Ini negara Pancasila, kalau anda mau ganti pondasi, kita perang. Karena ini pondasi dibayar dengan nyawa orang," ujar Ahok.

Ahok juga tidak setuju bila Perda Syariah diterapkan di Indonesia. Menurutnya, Perda Syariah hanya bisa diterapkan di negara Timur Tengah, bukan di Indonesia yang sudah memiliki ideologi Pancasila.

"Seperti yang saya katakan, tidak ada Perda syariah atau apapun, ini negara Pancasila. Kalau mau (Perda) Syariah ke Timur Tengah," tutur Ahok.

"Kita harus berani, tegas sekarang. Kita bukan pengecut, kita bukan pengecut untuk pertahankan negara ini. Kita bukan melawan penjajah, tapi mempertahankan pondasi yang mau dibongkar. Kalau pondasi mau dibongkar, kita ada di depan fight (melawan)," tutup Ahok berapi-api.

sumber: detik.com
Read More
Tulisan di Karangan Bunga untuk Ahok Ini Buat Murka Fadli Zon Lantaran Nyindir Begini..

Tulisan di Karangan Bunga untuk Ahok Ini Buat Murka Fadli Zon Lantaran Nyindir Begini..

 

CeriaNews.com - Halaman Balai Kota DKI Jakarta banjir dengan ribuan karangan bunga beberapa hari terakhir ini hingga sampaiJalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Karangan bunga ini berisikan ucapan terima kasih dan juga salam perpisahan bagi pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat

Banyak sudut pandang dalam melihat peristiwa tersebut. Ada yang mengkritisinya, bahkan mengejeknya, ada pula yang memandang itu tanda cinta warga kepada pemimpin.

Salah satu tokoh yang memandang kritis yaitu Wakil Ketua DPR dari Fraksi Gerindra Fadli Zon. Fadli menyayangkan dana yang begitu besar hanya untuk membeli karangan bunga.

"Itu kan bisa ngasih makan buat orang-orang yang perlu. Bisa buat beasiswa juga. Buat anak yatim dan sebagainya kan. dari pada dibuang-buang percuma seperti itu," ujar Fadli, kemarin.

Dari aktivitas Fadli Zon di Twitter terkesan dia terusik oleh salah satu karangan bunga yang dipajang di depan Balai Kota. Karangan karangan bunga tersebut bertuliskan: "Terima kasih Pak Ahok dan Pak Djarot. Kami menunggu karyamu selanjutnya. Salam cinta Alumni Sastra Inggris 90-91, bukan teman FZ."

Kata-kata FZ itu agaknya yang menyinggung perasaan Fadli Zon. Di timeline Twitter, Fadli Zon menjawab.

"Ada bunga spt ini diantara 1000 papan, bukan teman FZ. Sy memang bukan "Teman Ahok," tulis Fadli Zon di atas foto karangan bunga itu.

Di media sosial, banyak netizen yang mengejek pengiriman karangan bunga tersebut. Bahkan, ada yang curiga itu semua settingan agar terlihat Ahok dicintai rakyat.

Tapi tak semua netizen melulu memandangnya dari sisi negatif, seperti wartawan senior Goenawan Mohamad. GM terharu dengan sikap pendukung Ahok yang tetap menunjukkan solidaritas, meskipun kalah di pilkada Jakarta. Peristiwa seperti ini menurut GM sangat langka.

"Saya ingat ribuan manusia melambai dgn sedih ketika Gubernur Ali Sadikin pamit kpd warga Jakarta. Soeharto tak perpanjang masa jabatannya," tulis GM di Twitter.

Pakar politik Yunarto Wijaya melalui akun Twitter @yunartowijaya terusik juga menyaksikan keributan dalam memandang karangan bunga untuk Ahok dan Djarot.

"Daripada nyinyirin warga yg ngirim bunga buat ucapan terima kasih, mending ngurusin junjungan yg dipanggil polisi aja mangkir mulu... :)" tulis Yunarto.

Sayangnya, Yunarto tidak menjelaskan secara eksplisit mengenai siapa junjungan tersebut. Ahok dan Djarot mengapresiasi dukungan warga. Melalui Twitter, @basuki_btp, Ahok mengajak warga untuk menatap masa depan.

"Terima kasih untuk semua ucapan penyemangat. Marilah kita sama-sama terus menatap masa depan untuk Jakarta dan Indonesia yang lebih baik," tulis Ahok.

Sumber: berantai.com
Read More
Sebarkan! Fitnah Menyedihkan Chat WA Palsu Ahok Order Bunga Terbongkar Gara-Gara Tulisan Ini! Share!

Sebarkan! Fitnah Menyedihkan Chat WA Palsu Ahok Order Bunga Terbongkar Gara-Gara Tulisan Ini! Share!


CeriaNews.com - Ada pemandangan yang tak lazim di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (27/4/2017) kemarin.

Betapa tidak, halaman Balai Kota DKI Jakarta tersebut dipenuhi oleh ribuan karangan bunga yang ditujukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Tak pelak, siang itu, halaman Balai Kota DKI Jakarta 'tersulap' menjadi taman bunga dengan beragam warna.

Bukan cuma itu, tulisan yang tertera di karangan bunga tersebut juga cukup mencuri perhatian dan terbilang kreatif, menyiratkan mereka belum bisa 'move on, dari pemerintahan Ahok.

Namun, kehadiran ribuan karangan bunga tersebut tercoreng dengan sejumlah pihak yang mengatakan bahwa bentuk 'apresiasi' itu merupakan hasil rekayasa.

Ya, sebuah screenshot aplikasi pesan singkat Whatsapp, yang menggambarkan percakapan antara Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dengan penyedia karangan bunga.

Screenshot tersebut diunggah oleh akun jejaring sosial Twitter dengan nama @SiBonekaKayu.

"Anonymous berhasil nge-hack HP Ahok. Karangan bunga belasungkawa ternyata rekayasa?" kicau @SiBonekaKayu.

Dalam foto tersebut tertulis, permintaan pengiriman sesuai perintah, yakni 1.200 karangan bunga ke Balai Kota DKI dan dikirim secara bertahap agar terkesan alami.

Namun, ternyata ada keganjilan dalam screenshot yang beredar masif di dunia maya, terutama media sosial tersebut.



Ini keganjilan-keganjilan yang ditangkap netizen:

"Masa namanya ahok sendiri yg muncul disitu.. tukang fitnah amatiran.." kicau akun @alam_f.

"Om, kl mau fitnah yg cerdas. Kl hp target yg di hack, yg tmpil nama lwn bicra bkn nama yg di hack," cuit @mr_zaxit.

"Belajar ngedit lagi yang bener kak. :')" kicau akun @superman_baik.

"Ini yg di hack hp pak ahok kan? tebalik nih editnya...harusnya kata2 pak ahok sebelah kanan...yg jawab sebelah kiri... wkwkwkwkkwkwkw," cuit akun @dizah_elegant.

"Lah gimana. Bilang nya nge-Hack Hp Ahok, kok nama yg di bagian atas chat obrolan, Ahok juga? Mumet ah..." kicau akun @DimasSamiaji.

"Kalau namanya ngehack hp Pak Ahok, harusnya posisi tulisannya sebelah kanan, bukan yang kiri," cuit akun @Nanang_Grande.

"Ini mah nge-hack hp tukang kembang kelesss.... LOL," kicau akun @pipittta.

Bukan cuma itu, Ahok pun membantah dan menemukan adanya keganjilan dalam screenshot tersebut.

Mantan Bupati Belitung Timur ini membantah isi percakapan tersebut.

Menurutnya capture WA yang beredar juga palsu. Pasalnya dalam capture tersebut, dialog dari pemilik handphone yakni Krisnhoe, tanda read (centang dua biru) pada posisi dialog pemilik handphone, bukan dalam dialog lawan bicara.

"Kamu baca aja, bikin capture-an palsu aja bodoh. Hijaunya kebaca ke siapa? Kamu perhatiin betul-betul," kata Ahok.

Dirinya juga mengaku heran dengan maksud pembuatan capture WA palsu tersebut. Ahok mempertanyakan maksud di balik pembuatan percakapan palsu itu.

"Orang yang bikin itu yah, maunya apa dari gue gitu loh, tanya maunya dia apa yang bikin itu," kata Ahok.

Hingga Rabu malam, karangan bunga yang dikirim dari berbagai lapisan masyarakat untuk Gubernur Ahok dan Wagub Djarot masih terus berdatangan. Diperkirakan jumlahnya sudah mencapai sekitar 1.500 karangan bunga.

sumber: tribunnews.com

Silahkan dishare jika berkenan, terima kasih.
Read More
Menorehkan Sejarah Dapat Ribuan Karangan Bunga, Ini Ungkapan Ahok Di Media Sosial

Menorehkan Sejarah Dapat Ribuan Karangan Bunga, Ini Ungkapan Ahok Di Media Sosial


CeriaNews.com - Banyak warga yang mengucapkan terima kasih dan mengirimkan karangan bunga untuk Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Bahkan karangan bunga ini hingga memenuhi Balai Kota, berisi ucapan terima kasih nuntuk Ahok-Djarot. Jumlahnya pun kini mencapau ribuan, dikirim sejak kemarin hingga Rabu (26/4/2017) masih terus membanjiri Balai Kota DKI Jakarta.

Di Pasar Rawabelong, Jakarta Barat (pasar bunga terbesar di Jakarta). Sejumlah karangan bunga utk Ahok-Djarot masih berjejer, belum terkirim. Ahok melalui akun instagramnya mengucapkan terima kasih atas semua ucapan lewat bunga yang merupakan penyemangat bagi dirinya.

"Membaca pesan-pesannya yang kreatif membuat saya optimis Jakarta akan semakin maju. Mari tatap masa depan dan doakan segala kebaikan untuk Jakarta dan Indonesia," ujar akun instagram basukibtp.



Tulisan Ahok ini dibarengi dengan mem-posting foto karangan bunga bertuliskan, "Dari kami yang patah hati ditinggal saat lagi sayang-sayangnya."

Ucapan Ahok itu kemudian mendapat tanggapan beragam dari sejumlah netizen. Ada di antara netizen yang galau dan baper serta merasa sedih karena Ahok-Djarot tidak menang pada Pilkada DKI Jakarta putaran kedua, Rabu (19/4/2017).

Shinta_arsianti: luar biasa

Vine.vinessa: saya aja terharu, apa lagi @basukibtp we love you koh ahok

Dwwiis: Amien.. semngat pak jaga kesehatan pak ahok harus selalu sehat, amin

Raeziggy: Ada rencana TUHAN yg lebih indah...

Afisafitri: Semangat dan sukses pak. We Pak Ahok

Suryaanfa_: Ditinggal saat lagi sayang"nya

Nuritash90: Tetangga gw nenek2 padahal bkn org jakarta tp pas ahok kalah malah dy blg dada nya nyesek banget, smpe ngebatin kata dia kenapa pak ahok bisa kalah? Gw sendiri masih blm bisa move on

Aprianyririn: Ini gubernurku @kumbara18

Abynprima: Sedih bacanya pak.. tetap semangat untuk Jakarta yang lebih maju! Sukses untuk Bapak dan Pak Djarot! .

Maxmillianreo@celesmori: hiks ahok

Spartanmmaindonesia: Pahlawan yang pernah saya kenal sepanjang hidup

Kimhwa11: Semoga sehat dan bahagia selalu y pak @basukibtp doa kami selalu menyertai bapak.

Sumber: berantai.com
Read More
Para Pemilik Toko Bunga Ini Bungkam Haters Yg Nuduh Kiriman Bunga untuk Ahok Adalah Rekayasa

Para Pemilik Toko Bunga Ini Bungkam Haters Yg Nuduh Kiriman Bunga untuk Ahok Adalah Rekayasa


CeriaNews.com -  Karangan bunga untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat membanjiri Balai Kota DKI Jakarta dalam beberapa hari terakhir. Halaman Balai Kota bahkan tidak cukup untuk menampung bunga-bunga itu.

Siapa sebenarnya yang mengirimkan karangan-karangan bunga berisi ucapan simpati dan terima kasih itu menyusul kekalahan Ahok- Djarot pada Pilkada DKI 2017?

Toko bunga Padma yang terletak di Jalan MPR III Dalam, Jakarta Selatan, merupakan salah satu toko yang mengirimkan karangan bunga ke Balai Kota.

Pemilik toko, Linda, bercerita tentang pemesan karangan bunganya.

"Pemesan bunga kami untuk ke Balai Kota dari kemarin itu lebih banyak yang perorangan. Jadi kalau atas nama company malah enggak ada deh," kata Linda kepada Kompas.com, Rabu (26/4/2017).

Linda mengatakan, kebanyakan mereka memesannya secara pribadi melalui telepon dalam waktu berbeda-beda.

Namun, ada juga beberapa orang yang memesan lebih dari satu dengan mengatasnamakan orang yang berbeda-beda.

"Jadi ada teman mereka titip untuk pesan karangan bunga," ujar Linda.

Beberapa karangan bunga di Balai Kota memiliki tulisan yang sama. Terkait itu, Linda mengaku tidak memantau adanya kesamaan isi tulisan di karangan bunga karena terlalu banyak pesanan.

Sejumlah karangan bunga yang ditujukan untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat tertata di kompleks Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (26/4/2017).

Karangan bunga tersebut berisi simpati warga kepada Ahok-Djarot terutama pascapilkada DKI 2017.

"Kami enggak lihat satu per satu ya. Pokoknya kami terima order, lalu konfirmasi mereka mau seperti itu ya kami kerjakan. Intinya mereka kan mau ucapkan selamat dan terima kasih saja," ujar Linda.

Linda mengaku sudah menerima banyak pesanan karangan bunga.

Dia tidak tahu pasti jumlah karangan bunga yang sudah dia buat untuk dikirim ke Balai Kota. Dia memastikan jumlahnya sudah di atas 50.

Linda mengatakan pemesanan pun masih terus dia terima.

"Sampai besok pun kami sudah terima pesanan, pada mau kirim. Kami padahal sudah infokan juga karena kami enggak tahu di Balai Kota masih mau terima tidak," ujar Linda.

Kebanyakan mereka bersikeras tetap ingin mengirim. Akhirnya Linda pun mengerjakan pesanan mereka.

Namun, Linda tidak bisa menjanjikan lokasi pemasangan bunga kepada pelanggannya. Sebab, karangan bunga di Balai Kota sudah begitu banyak dan memakan tempat.

"Orang saya jadinya cuma bisa sampaikan ke staf di dalam Balai Kota, tapi panitia yang menentukan posisinya," ujar Linda.

Sebagia tanda terima dari karangan bunga Ahok-Djarot yang dikirim ke Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (26/4/2017).


Kaget banyak pesanan

Pemilik toko bunga Florist Lotus, Melvin, juga bercerita mengenai pesanan karangan bunga yang dia terima. Melvin mengaku sempat kaget ketika pesanan datang tanpa henti.

"Aku agak kaget respons masyarakat sampai kaya gini. Banyak juga pada telepon terus pesan," ujar Melvin.

Melvin mengatakan banyak orang yang datang langsung ke toko bunganya untuk memesan karangan bunga.

Namun ada juga yang memesan melalui telepon. Melvin mengatakan pemesan bunga datang dari perorangan.

"Tetangga sekitarku juga banyak yang pesan, teman dekat, klien juga. Mereka pribadi-pribadi aja sih. Jadi pengirimnya beda-beda semua kalau saya lihat," ujar Melvin.

Melvin mengatakan pemesan bunga juga membuat sendiri isi pesan mereka. Beberapa karangan bunga memiliki pesan yang lucu-lucu. Dia mengaku sampai tertawa sendiri melihat pesan-pesan itu.

"Jadi bukan aku yang ngarang sih. Dari tadi, tulisan yang sama juga cuma sedikit. Kebanyakan beda-beda, kata-kata mereka sendiri," ujar Melvin.

Melvin mengaku menerima banyak pesanan. Namun dia belum tahu pasti berapa banyak pesanan yang dia terima. Para pekerja di toko bunga miliknya sudah puluhan kali antar bunga di Balai Kota.

Ukuran karangan bunga yang biasa dipesan adalah 2x1,5 meter dengan harga Rp 700.000.

Karangan bunga paling murah yang dia jual seharga Rp 500.000.

Melvin mengaku mendapat tambahan rezeki dari fenomena ini.

"Ya Puji Tuhan secara tidak langsung dapat rezeki dari Pak Ahok, dari pendukungnya," kata  Melvin.

sumber: kompas.com
Read More
Bangkitnya Silent Majority! Inilah Arti Pesan Cinta dibalik Banjirnya Karangan Bunga untuk Ahok! Share!

Bangkitnya Silent Majority! Inilah Arti Pesan Cinta dibalik Banjirnya Karangan Bunga untuk Ahok! Share!


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน REVOLUSI BUNGA ๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน

Silent majority hanya diam?

Mereka tidak diam, hanya berbicara dengan bahasa yg berbeda.

Papan bunga yg mereka kirim lebih berbicara daripada semua demo yg pake tiga angka.

Tidak bikin macet dan tidak perlu mengerahkan massa banyak-banyak, hanya tukang kirim bunga yg wara-wiri ke Balai Kota.

Tidak bikin rusuh, krn bahasa bunga adalah bahasa cinta dan perdamaian.

Tidak bikin takut, malah bikin senang yg terima, dan bikin girang tukang bunga krn dagangannya laris manis.

Tidak perlu teriak-teriak, krn bunga berbicara seribu bahasa.

Tidak bawa-bawa agama, krn bunga mewakili keindahan yg juga ada di semua agama.

Tidak perlu buang uang milyaran buat kasih makan dan ongkos pendemo, karena bunga dipesan oleh masing-masing pengirim dan harga sudah termasuk ongkos kirim.

Bunga di Balai Kota bukan sekedar bunga, itu adalah wujud perlawanan atas ketidakadilan dan keserakahan status quo.
Revolusi Bunga.

Bagaimana mengalahkan dukungan hati yg mencintai?

Entahlah......

Namun yg jelas dukungan uang dan kepentingan tidak akan pernah bisa mengalahkannya.

Silent Majority sedang berbicara, dengarkanlah....

Sumber: FP KataKita

Silahkan dishare jika berkenan, terima kasih.
Read More
Surat Denny Siregar untuk Kang Eep Yg Salah Kaprah di Acara ILC "Merajut Jakarta Kembali"

Surat Denny Siregar untuk Kang Eep Yg Salah Kaprah di Acara ILC "Merajut Jakarta Kembali"


KANG EEP, BACALAH SURAT INI...

Sengaja saya tulis surat terbuka ini untuk kang Eep Saifullah..

Kang, saya memang tidak nonton ILC malam ini yang berjudul "Merajut Jakarta Kembali". Tapi saya dapat beberapa poin melalui ulasan dan tayangan di youtube.

Di acara itu ada Buya Syafii Maarif yang mengingatkan kepada pasangan Anies Sandi, "Anies Sandi harus menjaga jarak dengan kelompok radikal. ISIS itu sudah masuk kesini.."

Dan kang Eep menjawab, "Dengan segala hormat kepada orang tua saya, guru saya, Pak Syafii Maarif... Rekonsiliasi harus dilakukan secara tuntas. Saya ingin katakan gubernur Jakarta harus bekerja dan berfikir dengan cara baru, dia harus menjadi Nelson Mandela yang setelah 27 tahun dipenjara menjadi Presiden di Afrika Selatan dia tidak membawa dendam ke kursi kekuasaannya.

Yang dia bawa adalah cinta kasih bahwa setiap orang berhak untuk memperoleh keadilan. Dan dengan itu dia bangun rekonsiliasi Afrika Selatan."

Disini saya terhenyak dengan pernyataan Kang Eep yang menyamakan Anies Sandi dengan Nelson Mandela.

Maaf, kang Eep, apa itu tidak salah ??

Nelson Mandela adalah pejuang para kulit hitam di Afrika Selatan supaya mendapat hak yang sama dengan kulit putih disana. Dan sesudah 27 tahun di penjara, ia kemudian memimpin Afrika Selatan dan berkata ,"Jangan ada dendam.." Mandela mengajak warga kulit hitam dan putih saling memaafkan untuk tujuan lebih baik, yaitu membangun Afrika Selatan.

Bagaimana bisa disamakan dengan apa yang terjadi pada Anies Sandi ? Itu sungguh tidak equil to equil, bahasa bumi datarnya.

Kang Eep yang pasti jauh lebih pintar dan lebih kaya dari saya, ternyata jauh lebih naif dari saya. Kang Eep menganggap ormas radikal yang ada di belakang Anies Sandi itu - yang akang manfaatkan untuk mendapatkan suara itu - adalah mereka yang bisa diajak untuk bicara kesatuan negara seperti apa yang diharapkan Nelson Mandela ?

Tidak, kang. Coba pelajari lagi apa agenda mereka. Khilafah. Membentuk negara berdasarkan syariat Islam. Sudah paham bedanya dengan Nelson Mandela ?

Kalau Nelson Mandela berbicara persatuan untuk membesarkan negara, sedangkan Anies Sandi ditunggangi mereka untuk mencapai tujuannya mendirikan khilafah, yang jauh dari negara kesatuan yang dicanangkan oleh para pahlawan kita.

Saya tidak bicara tentang warga Jakarta disini, tetapi ormas. Jangan terlalu naif, coba bicara dengan mereka dan baca agenda mereka.

Kang Eep mungkin hanya melihat dari segi market - sebagai marketing Anies Sandi - dalam pemanfaatan masjid sebagai mobilisasi. Tapi perhatikan dampaknya ?

Para ormas radikal itu seperti mendapat oksigen untuk berkembang. Mereka menunjukkan taring aslinya dengan cara-cara kasar seperti tidak menshalatkan jenazah saudaranya sesama muslim, membaiat pakai golok, mencaci maki saudara sebangsa di mimbar Jumat bahkan mengusirnya dan menetapkan kafir dan munafik kepada saudara muslimnya yang berbeda pandangan politik.

Apa masih belum lihat dampak luasnya dari apa yang akang lakukan ?

Para ormas radikal itu sebenarnya tidak perduli siapa yang menjadi Gubernur. Mereka hanya ingin mendapat ruang dengan menempel pada orang yang mereka anggap layak untuk ditunggangi demi tujuan yang sebenarnya.

Dan Kang Eep menganggap bahwa Anies Sandi sangat mungkin untuk menjinakkan mereka ?

Bagaimana bisa Anies Sandi mengekang mereka ketika pasangan itu terikat secara suara dengan mereka ? Yang terjadi, Anies Sandi takut kehilangan suara mereka ketika tidak membangun kebijakan yang membuat mereka bisa berkembang lebih besar.

Mungkin Kang Eep bicara, "Ah, itu tidak akan terjadi. Mereka bisa kok. Elu aja yang ketakutan.."

Akang sudah mempelajari Suriah yang proses awalnya seperti kita ? Banyak warga Suriah menyambut baik gerakan ormas radikal di tempat2 ibadah dan mungkin memanfaatkannya untuk tujuan politis. Yang terjadi adalah, ormas2 itu semakin mendapat legitimasi untuk berkembang lebih besar.

Mereka kemudian membuat kelompok bernama Free Syirian Army dengan tujuan mendongkel pemerintahan yang sah. Kemudian kelompok FSA ini menyambut ISIS dengan tangan terbuka karena "saudara sesama muslim dan seperjuangan".

Apa yang terjadi ?

Pucuk2 pimpinan FSA dipenggal oleh ISIS, karena menolak berbaiat dengan mereka. Itulah kenapa disana ada pertarungan segitiga. FSA bertarung dengan ISIS yang sama2 memerangi Bashar Assad.

Apa pelajaran yang bisa kita ambil dari sini ?

Bahwa mereka itu punya ideologi sendiri dan - jelas - itu bukan Pancasila. Masak masih menutup mata terhadap apa yang terjadi dalam demo2 mereka ? Atau mata Kang Eep sudah terbutakan rupiah dan keharusan untuk menang supaya harganya semakin mahal ??

Kang Eep, Anies dan Sandi seperti memelihara singa sejak kecil. Dan layaknya singa dengan naluri buas dan liar mereka, ada kemungkinan mereka akan menerkam tuannya. Singa bukan binatang ternak, kang...

Inilah yang coba diingatkan oleh Buya Syafii Maarif yang jelas lebih banyak makan asam garam dari kita.

Kang Eep bermain bola api yang panas sekali disini dan tidak sadar bahwa ini bisa membakar badan Kang Eep sendiri. Kang Eep menikmati kemenangan yang dampaknya pundi2 uang akan bertambah. Tapi tidakkah sadar, luka yang sudah terjadi ketika agama dipakai sebagai alat keji dalam demokrasi ?

Para ormas radikal ini merasa mendapat ide bagus dan sukses dari ide pemanfaatan masjid oleh Kang Eep ini. Dan akan mereka ulangi lagi dalam skala lebih besar dibantu oleh politikus ambisius dan mafia ekonomi di negara ini. Gabungan para serigala ini pada saatnya akan saling memakan karena berbeda tujuan dan kepentingan.

Masih naif juga menganggap semua bisa diatur dan akan baik2 saja ?

Anies Sandi nantinya bukan mengandangkan singa buas itu tapi melepasnya ke keramaian. Mereka akan beranak pinak dengan ideologi Khilafahnya dan pada saat nanti sudah terlambat untuk menyadari dan mencegahnya..

Dan pada saat itu tiba, leher saya, leher kang Eep, Anies dan Sandi dan ribuan orang tak berdosa lainnya, terancam terpisah dari tubuhnya karena kita akan dianggap "tidak seiman" dengan mereka..

Terlalu besar pertaruhan ini..

Tapi tidak apa, semua sudah terjadi. Saya sedang menyeruput kopi dan mulai memikirkan sisi baiknya dengan situasi ini.

Akhirnya saya jadi tahu dimana mereka dan bagaimana cara mereka mengembangkan diri. Dengan begitu, saya punya bayangan apa dan bagaimana yang akan mereka lakukan nanti dan mulai mencari solusi..

Itulah satu sisi baik yang bisa saya ambil pelajaran dari situasi ini. Terimakasih..

Kapan-kapan kita ngopi biar saya ceritakan "gambar besarnya". Jangan sampai nanti Kang Eep menyesal karena keluarganya ada yang mati dipenggal mereka ketika berkuasa, dan mulai teringat saat sekarang ini dengan keluhan, "Ampun, Tuhan.. Saya termasuk bagian dari orang yang memulai situasi ini.."

Dan penyesalan selalu datang terlambat, ketika Kang Eep dicegat mereka dan disembelih lehernya hanya karena mereka suka saja...

Lihat saja nanti 5 atau 10 tahun lagi ketika kita memelihara singa di kamar kita dan berfikir bahwa mereka kucing yang bisa dipeluk-peluk manja..

Ini tulisan untuk merenung bukan dalam rangka membela diri. Selamat menikmati kemenangan Kang Eep.

Nikmatilah selagi masih bisa...

Sumber: FB Denny Siregar

Silahkan dishare jika berkenan, terima kasih.
Read More
Saking Dengkinya, Ini Komentar Pedas Fadli Zon Soal Ribuan Kiriman Bunga Dari Warga Untuk Ahok

Saking Dengkinya, Ini Komentar Pedas Fadli Zon Soal Ribuan Kiriman Bunga Dari Warga Untuk Ahok


CeriaNews.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menerima sekitar 1.000 karangan bunga berisi dukungan di Balai Kota.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyebutnya sebagai pencitraan murahan.

"Saya rasa masyarakat sudah tahulah. Itu bisa bukan efek positif yang didapat, tapi efek negatif, apalagi kalau ketahuan sumbernya itu-itu juga. Jadi pencitraan murahan," kata Fadli di gedung MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (26/4/2017).

Fadli mengatakan karangan bunga tersebut berasal dari sumber yang sama. Hal ini juga hanya menguntungkan pemilik toko.

"Saya kira, saya dengar itu dari sumber yang sama, atau dari beberapa sumber. Yang jelas, itu menguntungkan toko bunga tersebut ya, tapi sangat disayangkan," ucapnya.

"Itu kalau ada 1.000 karangan bunga kali Rp 1 juta, itu sudah Rp 1 miliar. Kalau Rp 700 ribu, ya Rp 700 juta. Itu kan bisa ngasih makan orang-orang yang perlu dukungan, bisa buat beasiswa, bisa buat anak yatim, dan sebagainya, daripada dibuang-buang seperti itu," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, karangan bunga berisi dukungan untuk Ahok terus berdatangan dari warga ke Balai Kota. Diperkirakan karangan bunga ini sudah mencapai angka seribu buah.

"Informasinya sekarang sekitar 1.000 karangan bunga, namun sedang didata dulu. Sama nanti ada tim, tapi informasi ke saya sudah ada 1.000 karangan bunga," kata Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri dan Daerah DKI Mawardi saat dihubungi, Rabu (26/4/17).

Menurut Mawardi, pada Senin (24/4/17) lalu, baru ada 100 karangan bunga yang ada di Balai Kota. Dari hari ke hari, jumlahnya terus bertambah.

sumber: detik.com
Read More
Saat Anies Ditanya soal Karangan Bunga Ahok Yg Luar Biasa Banyaknya, Hal Aneh Ini Terjadi! Share!

Saat Anies Ditanya soal Karangan Bunga Ahok Yg Luar Biasa Banyaknya, Hal Aneh Ini Terjadi! Share!


CeriaNews.com - Halaman Balaikota dan DPRD DKI Jakarta dibanjiri karangan bunga dari warga ibu kota untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. Karangan bunga berisi ucapan terima kasih, apresiasi atas kinerja Basuki-Djarot.

Tidak hanya itu, ada juga karangan bunga dari warga yang masih tidak rela pemimpin DKI berganti.

Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan enggan mengomentari banjir karangan bunga untuk Basuki-Djarot. Sebab, tidak berhubungan dengan dia.

"Enggak ada apa apa," kata Anies di rumahnya, Jalan Lebak Bulus II Dalam No 42, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (26/4/17).

Saat disinggung terkait massifnya pengiriman karangan bunga, Anies mengaku tak tahu menahu.

Wartawan masih berkukuh meminta pendapat Anies.

Tiba-tiba petir menggelegar dan membuat Anies serta awak media tersentak.

Anies mencoba menghindar dengan menyebut bahwa suara petir menandakan sesi wawancara terkait karangan bunga untuk Ahok harus disudahi.

"Itu tanda tanda harus selesai (sesi wawancara)," kata Anies sambil tersenyum.

Tak puas, wartawan kembali meminta komentar Anies.

 Lagi-lagi Anies berkukuh pada pendiriannya dan mempertegasnya.

"Saya enggak mau komentar," ucap Anies

sumber: merdeka.com
Read More
Terharu.. Begini Cerita Dibalik Karangan Bunga Raksasa untuk Ahok dari Grace Natalie

Terharu.. Begini Cerita Dibalik Karangan Bunga Raksasa untuk Ahok dari Grace Natalie


CeriaNews.com - Di tengah jejeran karangan bunga ucapan terima kasih kepada Gubernur Basuki Tjahaja Purnama dan Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat yang memenuhi halaman Balai Kota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, terdapat sebuah karangan yang mencolok.

Karangan buka tersebut mencolok karena berukuran raksasa. Karangan ini dikirim Partai Solidaritas Indonesia. Partai yang dipimpin mantan wartawan, Grace Natalie, menjadi salah satu mesin pendukung Ahok-Djarot sejak awal pilkada.

Karangan bunga mawar merah berukuran 3 X 10 meter persegi bertuliskan Satu Kekalahan Seribu Bunga Merekah, Terima kasih Ahok.

Sebagian warga yang datang ke halaman Balai Kota terlihat foto-foto di depan karangan bunga tersebut.

Warga Cengkareng, Yola (41), sengaja datang ke Balai Kota untuk memberikan dukungan moral kepada Ahok - Djarot yang akan mengakhiri tugas pada Oktober 2017.

"Ini bentuk dukungan yang tidak pernah habis sampai kapanpun, makanya kita ke sini sebagai sebagai rasa cinta kepada gubernur yang bersih. Kita masih belum bisa terima, masih nggak percaya," kata Yola.
Warga asal Kalisari, Rii Siahaan (48), juga sengaja datang ke Balai Kota untuk tujuan yang sama dengan Yola.

"Kami cuma bisa bilang terima kasih kepada Pak Ahok-Djarot. Semakin Pak Ahok diginiin (dihujat), kita semakin cinta sama Pak Ahok," kata Rii.

Ahok dan Djarot kalah di pilkada Jakarta periode 2017-2022. Jakarta akan memiliki pemimpin baru, pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni mengatakan karangan bunga kiriman PSI sebagai bentuk apresiasi kepada Ahok-Djarot atas sikap kenegarawanan mereka.

"Karangan bunga itu merupakan ucapan apresiasi terhadap Pak Ahok yang telah menunjukkan dirinya sebagai negarawan, mengakui secara kesatria bahwa Anies menang," kata Raja ketika dihubungi melalui telepon.

Raja kemudian bercerita tentang karangan bunga khusus tersebut. Karangan tersebut terdiri dari seribu mawar.

"Mudah-mudahan bisa diteruskan oleh Anies mulai dari transparansi dan pembelaan terhadap orang miskin. Ahok telah membuat benchmark untuk para penerusnya," kata dia.

Raja mengatakan Ahok dan Djarot merupakan sosok teladan bagi masyarakat.

"Ahok bagi PSI adalah salah seorang teladan untuk spirit anti korupsi dan anti intoleransi," kata dia.

Sumber: suara.com
Read More