CeriaNews.com
Polisi Musnahkan Petasan Sitaan Dengan Cara Dibakar, 17 Rumah Warga Rusak! Simak..

Polisi Musnahkan Petasan Sitaan Dengan Cara Dibakar, 17 Rumah Warga Rusak! Simak..


CeriaNews.com - Belasan kaca jendela dan plafon rumah warga di sekitar Dukuh Semelang, Desa Gemeksekti, Kebumen pecah akibat terkena imbas ledakan saat pemusnahan 287 kilogram barang bukti bahan pembuat petasan. Pemusnahan sendiri dilakukan oleh Polres Kebumen, Polda Jawa Tengah, Senin (19/6/2017) lalu.

Kasubbag Humas Kebumen AKP Willy Budiyanto mengatakan, ratusan kilogram bahan petasan tersebut merupakan barang bukti hasil sitaan selama Operasi Kepolisian Yang Ditingkatkan 2017.

Bahan petasan itu memang sengaja dimusnahkan dengan cara dibakar di suatu lokasi tambang batu cadas yang terletak di Desa Sumelang, Kebumen. Lokasi ini dianggap aman karena terdapat tanah lapang yang dikelilingi bukit cadas dan juga cukup jauh dari pemukiman warga.

“Petugas yang melaksanakan pemusnahan sama sekali tidak menduga akan timbul ledakan dan getaran yang cukup besar,” kata Willy saat dihubungi Kompas.com, Rabu (21/6/2017).

Menurut Willy, bahan-bahan peledak yang dimusnahkan tersebut tergolong low eksplosive seperti petasan pada umumnya. Obat petasan ini tidak bisa dimusnahkan hanya dengan menyiramnya dengan air atau menimbun di dalam tanah.

“Selain masih bisa meledak, bila dibuang sembarangan akan menimbulkan pencemaran lingkungan yang parah,” ujarnya.

Sebelum dimusnahkan, petugas yang melakukan demolisi sudah mengurai serbuk petasan dengan cara menyebarkan obat petasan di permukaan tanah. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi konsentrasi bubuk petasan sehingga diharapkan tidak meledak, tetapi hanya akan menimbulkan bunga api.

Namun, ternyata perhitungan petugas meleset, bubuk petasan yang masih terlalu tebal itu akhirnya menimbulkan ledakan yang cukup masif ketika dibakar.

Atas peristiwa tersebut, Kapolres Kebumen menyampaikan permintaan maaf kepada warga di sekitar lokasi pemusnahan petasan. Selain itu, dia berjanji akan mengganti semua kerugian yang dialami warga.

“Kami bersyukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, hanya tercatat belasan rumah di sekitar lokasi yang mengalami rusak ringan,” ujarnya.

Untuk diketahui, pada Operasi Kepolisian Yang Ditingkatkan menjelang dan awal bulan Ramadan 2017, jajaran Polres Kebumen berhasil menyita ribuan petasan dan ratusan kilogram obat bahan petasan.

Secara simbolis pemusnahan barang bukti petasan tersebut telah dilaksanakan setelah Gelar Pasukan Operasi Ramadniya Candi 2017, Senin (19/6/2017) pagi, sedangkan sisanya dimusnahkan pada siang hari di Dukuh Semelang, Desa Gemeksekti, Kebumen.

Videonya seperti ini:



Sumber: Kompas.com
Read More
Ini Cara Cerdik KPK Saat Dilarang Masuk Rumah Pribadi Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti!

Ini Cara Cerdik KPK Saat Dilarang Masuk Rumah Pribadi Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti!


CeriaNews.com - Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap istri Gubernur Bengkul Ridwan Mukti, Lily Madari, mengejutkan banyak pihak.

Terlebih selama ini Ridwan keras dan sangat anti korupsi jika ditilik dari beberapa pidato yang ia sampaikan.

Kisah tertangkapnya Lily berawal dari sebuah rumah pribadi Ridwan di Kelurahan Sidomulyo, Kota Bengkulu. Dari rumah mewah itulah OTT berlangsung.

Sekitar pukul 09.30 WIB, petugas KPK mendapatkan informasi bahwa Direktur PT Statika Mitra Sarana (SMS) Jhony Wijaya memberikan sejumlah uang pada Rico Dian Sari untuk diantarkan ke rumah pribadi Ridwan Mukti.

Setelah menyerahkan uang yang diduga suap untuk proyek, selanjutnya Rico keluar dari rumah pribadi Ridwan Mukti. Sementara Ridwan Mukti meluncur ke kantor Gubernur Pemprov Bengkulu.

Sekitar pukul 10.00 WIB, petugas KPK meringkus Rico dan membawanya ke rumah Ridwan dan bertemu dengan Lily Madari, istri Ridwan.

"Sempat terjadi penolakan dari Satpol PP penjaga rumah Ridwan saat mobil yang dikendarai tim KPK hendak masuk. Namun petugas KPK cerdik, kaca mobil dibuka maka terlihatlah wajah Rico Dian Sari," ujar salah seorang sumber Kompas.com yang meminta agar namanya tidak dikutip.

Melihat wajah Rico yang tak asing lagi, petugas akhirnya membuka pagar pintu, dan masuk ke rumah hingga menuju kamar pribadi Ridwan Mukti dan Lily. Di sana petugas KPK menemukan sejumlah uang di dalam brankas.

Dari rumah pribadi, KPK membawa Rico dan Lily ke Mapolda Bengkulu untuk diamankan. KPK juga merinkus Jhoni Wijaya di salah satu hotel dan ditemukan uang Rp 260 juta. Jhoni dibawa pula ke Mapolda Bengkulu.

Sekitar pukul 11.15 WIB Ridwan Mukti yang saat itu sedang memimpin rapat langsung bertolak menuju Mapolda Bengkulu.

Pukul 14. 40 WIB, KPK membawa lima orang, termasuk ajudan Gubernur Bengkulu, ke Jakarta menuju gedung KPK.

Selanjutny, KPK menetapkan empat tersangka, yakni Ridwan Mukti, Lily Maddari, Rico Dian Sari dan Jhoni Wijaya.

Sumber: Kompas.com
Read More
Ahok Tak Jadi Di Cipinang & Tetap Di Mako Brimob, Fahri Komentar Pedas Begini..

Ahok Tak Jadi Di Cipinang & Tetap Di Mako Brimob, Fahri Komentar Pedas Begini..


CeriaNews.com -Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengaku heran dengan keputusan eksekusi terpidana kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ke Rutan Mako Brimob, Depok. Menurutnya itu membuat bingung semua pihak.

"Ini sudah dari awal. Jadi semua orang akhirnya bingung sampai ujung , apalagi ini menjadi isu internasional," kata Fahri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (22/6/2017).

Menurutnya, keputusan pemerintah untuk memenjarakan Ahok di Rutan Mako Brimob karena tekanan dari internasional.

Selain itu, penegak hukum dianggap Fahri tak memegang prinsip mereka dengan utuh.

"Akhirnya pemerintah seperti ditekan secara internasional. Aparat hukum kita itu tidak memegang hukum sekuat kita memegang prinsip-prinsip yang benar dalam hidup tapi hukum negotiable, dibelokkan, diputar, dan sebagainya," jelas Fahri.

"Inilah ujungnya, tidak ikhlas men-tersangkakan Ahok, tidak ikhlas menuntut Ahok, persidangannya dibikin sandiwara, penahanannya juga dibikin sandiwara. Kacau negara seperti ini, nggak boleh," imbuhnya.

Menkum HAM Yasonna H Laoly menegaskan Ahok ditempatkan di Rutan Mako Brimob karena alasan keamanan. Sebelumnya pihak jaksa mengeksekusi Ahok ke Rutan Cipinang.

Namun pihak Rutan Cipinang lalu menitipkan Ahok untuk ditempatkan di Mako Brimob karena alasan keamanan.

Dalam proses administrasi itu, Ahok tetap berada di Mako Brimob.

"Ini alasan keamanan, bukan mengistimewakan," kata Laoly

Sumber: detik.com
Read More
Ironis! Ternyata Begini Pesona Akhlak Mulia Gubernur Bengkulu Sebelum Terkena OTT KPK! Share!

Ironis! Ternyata Begini Pesona Akhlak Mulia Gubernur Bengkulu Sebelum Terkena OTT KPK! Share!


CeriaNews.com - Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti bersama istrinya, Lily Martiani Maddari, ditangkap KPK. Siapa sangka, Gubernur yang dilantik di Istana Merdeka pada 12 Februari 2016 tersebut begitu lantang meneriakkan antikorupsi.

Hal itu seperti dalam cuplikan pidato Ridwan Mukti yang tersiar di situs berbagi video. Pidato tersebut disampaikan di hadapan pemprov Bengkulu pada tahun 2016 lalu.

Adapun inti pidato yang berapi-api itu menyinggung soal semangat antikorupsi di Provinsi Bengkulu. Sesekali Ridwan membanggakan hasil capaiannya dalam upaya memerangi kejahatan luar biasa tersebut.

"Komitmen Bengkulu dalam rangka pemberantasan korupsi ternyata sudah direspons secara baik oleh dunia," kata Ridwan dalam pidatonya dan disambut tepuk tangan hadirin.

"Nah, untuk itulah, untuk menjadi birokrasi yang bersih dan profesional tidak bisa hanya munafik, tidak hanya diucapkan, tidak hanya diberitakan," tegas Ridwan dengan nada tinggi.

Semangat antikorupsi, kata Ridwan, harus mampu ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari. Komitmen tersebut berlaku untuk seluruh lapisan aparatur pemerintahan di Provinsi Bengkulu, dari lapisan bawah hingga atas.

Ridwan juga membanggakan hasil capaiannya dalam setahun memimpin Bengkulu terhadap pemberantasan korupsi jabatan.

"Dalam setahun saya memimpin Bengkulu tidak ada lagi setor menyedot untuk menjadi pimpinan SKPD maupun pejabat di Provinsi Bengkulu," kata Ridwan.

Namun, orasi berapi-api Ridwan tinggal angin lalu. Dia dan sang istri diboyong ke Gedung Antirasuah guna diperiksa terkait dugaan korupsi pembangunan jalan.



Sumber: Liputan6.com
 

Silahkan dishare jika berkenan, terima kasih.
Read More
Petugas Kebersihan Pasar DKI Jakarta Rindu Ketegasan Ahok untuk Masalah Krusial Ini!

Petugas Kebersihan Pasar DKI Jakarta Rindu Ketegasan Ahok untuk Masalah Krusial Ini!


CeriaNews.com - Sejumlah petugas kebersihan pasar di wilayah DKI Jakarta menyatakan kerinduannya pada ketegasan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Hal itu mengemuka setelah gaji mereka tidak juga mengalami perubahan, tetap berada di bawah standar UMP (Upah Minimum Provinsi) DKI Jakarta, yang kini tercatat sebesar Rp 3,35 juta per bulan.

“Direktur Utama PD Pasar Jaya sudah mengeluarkan surat edaran ke perusahaan-perusahaan penyedia tenaga kerja untuk membayar upah sesuai UMP. Kalau melanggar, perusahaannya akan di-blacklist. Faktanya, gaji terakhir kami saja masih Rp 2,3 juta,” kata salah seorang petugas kebersihan di Pasar Induk Kramat Jati, yang dijumpai IGS Berita di Kantor PD Pasar Jaya, Jalan Cikini Raya Nomor 90, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/6), saat menunggu pembayaran THR (Tunjangan Hari Raya).

Menurutnya, kondisi itu menunjukkan adanya sikap dari perusahaan-perusahaan penyedia tenaga kerja yang seolah menganggap Surat Edaran Direktur Utama PD Pasar Jaya hanya sebagai angin lalu dan tidak perlu dilaksanakan.

“Kalau saja masalah ini mencuat pada saat Pak Ahok masih menjabat, saya yakin beliau tidak akan tinggal diam. Pak Ahok pasti bakal langsung bertindak tegas. Tidak mencla-mencle. Kami merindukan ketegasan pemimpin yang seperti itu,” katanya.

Berdasarkan penelusuran IGS Berita, sejauh ini baru ditemukan satu pasar yang sudah membayar gaji petugas kebersihannya sesuai UMP, yakni di Pasar Inpres Kedoya, Jakarta Barat, yang dikelola PT Rizki Berkah Jaya.

Para petugas kebersihan di sana mengaku sudah menerima gaji terakhirnya sebesarnya Rp 3,35 juta. Sebelumnya mereka hanya menerima Rp 2,1 juta per bulan.

Namun, di beberapa pasar lain yang dikelolanya, PT Rizki Berkah Jaya masih membayar gaji petugas kebersihan di bawah standar UMP. Antara lain, di Pasar Kopro (Rp 3,1 juta), Pasar Menteng Pulo (Rp 1,65 juta), Pasar Tomang Barat (Rp 1,8 juta), dan Pasar Glodok (Rp 2,3 juta).

NO. NAMA PASAR PERUSAHAAN PENYEDIA NILAI GAJI TERAKHIR

1. Teluk Gong PT Sumber Bakti Rp 1,5 – 1,6 Juta
2. Grogol PT Cakra Vira Sakti Rp 2 Jutaan
3. Cideng PT Putri Tunggal Anugerah Rp 2,3 Juta
4. Pasar Pagi PT Doresti Sepalan Hidup Rp 2 Jutaan
5. Rawa Badak PT Enam Pilar Rp 2 Juta
6. Pasar Induk Kramat Jati PT Doresti Sepalan Hidup Rp 2,3 Juta
7. Pasar Inpres Kedoya PT Rizki Berkah Jaya Rp 3,35 Juta
8. Kopro PT Rizki Berkah Jaya Rp 3,1 Juta
9. Sawah Barat PT Torpana Nusantara Indah Rp 2 Juta
10. Menteng Pulo PT Rizki Berkah Jaya Rp 1,65 Juta
11. Jatinegara PT Kamochi Kataho Rp 2 Juta
12. Tomang Barat PT Rizki Berkah Jaya Rp 1,8 Juta
13. Bata Putih PT Torpana Nusantara Indah Rp 2 Jutaan
14. Cipulir PT Torpana Nusantara Indah Rp 1,5 – 2 Juta
15. Glodok PT Rizki Berkah Jaya Rp 2,3 Juta


Blangko Kosong THR


Bagian jumlah uang THR yang diterima diminta dikosongkan (Foto: Jefri Marpaung – IGS Berita).*

Dalam acara penyerahan THR kepada para petugas kebersihan, Selasa (20/6), di Kantor PD Pasar Jaya, Jalan Cikini Raya Nomor 90, Menteng, Jakarta Pusat, terdapat hal menarik berupa kosongnya nilai uang yang diterima pada blangko surat pernyataan yang ditandatangani pekerja-pekerja kebersihan tersebut.

“Memang disuruhnya begitu, Bang. Disuruh dikosongin dulu kolom jumlah uang THR yang diterimanya,” kata salah seorang petugas kebersihan kepada IGS Berita.

Diperoleh informasi dari pihak PD Pasar Jaya, karena nilai THR yang diterima para petugas itu berbeda-beda (disesuaikan dengan masa kerjanya masing-masing), maka kolom tersebut baru akan diisi setelah uang diterima dan diketahui jumlahnya.

Akan tetapi, kolom itu ternyata dibiarkan tetap kosong hingga uang diterima oleh para pekerja.

Terkait hal itu, Direktur Utama PD Pasar Jaya, Arief Nasrudin, menjelaskan, nilai THR itu diberikan berdasarkan perhitungan proporsional kerja masing-masing petugas.

“Begini, Mas. THR memang sedang diberikan, karena saya khawatir mereka tidak terima full. Untuk mereka yang masih dapat setengahnya, karena memang ada hitungan proporsional kerja, sisanya perusahaan outsource yang akan berikan karena kontraknya selesai. Tetapi kalau yang sudah full dikelola mandiri, ya mereka terima sesuai UMP,” kata Arief Nasrudin.

Soal pembayaran yang dilakukan secara tunai, tidak melalui transfer ke rekening bank para petugas kebersihan, Arief Nasrudin menyebut hal itu sebagai sebuah keterpaksaan atas dasar situasi dan kondisinya.

“Kita ingin memastikan mereka terima langsung agar tidak ada hambatan selama Lebaran nanti makanya dibayarkan tunai dengan terpaksa,” kata Arief Nasrudin kepada IGS Berita, Selasa (20/6), lewat pesan WhatApps-nya.


Salah seorang petugas kebersihan memperlihatkan uang THR yang diterimanya (Foto: Jefri Marpaung – IGS Berita).*

Nilai THR yang diterima para petugas kebersihan itu memang bervariasi, antara Rp 1,25 juta hingga Rp 3,1 juta.

Proses penyerahan THR kepada para petugas kebersihan di PD Pasar Jaya itu masih terus berlangsung hingga hari ini, Rabu (21/6), bersamaan dengan pemberian kepada petugas-petugas keamanan (satpam).

IGS Berita masih terus melakukan pemantauan lapangan dalam proses penyerahan THR di Kantor PD Pasar Jaya tersebut. (jfm/tom/yhr).*IGSberita.com
Read More
Kepala Lapas Cipinang Bicara Terbuka, Ahok Terima Ancaman Mengerikan Ini!

Kepala Lapas Cipinang Bicara Terbuka, Ahok Terima Ancaman Mengerikan Ini!


CeriaNews.com - Kepala Lembaga Pemasyarakaran (Lapas) Klas I Cipinang, Abdul Ghani, membenarkan bahwa mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) tetap ditahan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

 Abdul Ghani mengatakan, Lapas Cipinang menitipkan Ahok di Rutan Mako Brimob. Pasalnya, ada ancaman yang dapat membahayakan dirinya jika ditahan di Lapas Cipinang.

"(Alasannya) keselamatan yang bersangkutan aja, jiwanya terancam," kata Abdul Ghani, Kamis (22/6/2017).

Abdul Ghani mengatakan, potensi ancaman itu berasal dari tahanan lain di Lapas Cipinang. Namun, dia tidak menjelaskan lebih lanjut potensi ancaman yang dimaksud.

"Potensi (ancaman) itu ada, iya (dari tahanan lain)," kata Abdul Ghani.

Ahok resmi menjadi terpidana dalam kasus penodaan agama setelah Kejaksaan Negeri Jakarta Utara pada pada Rabu (21/6/2017) mengeksekusi putusan PN Jakarta Utara yang memvonis Ahok dua tahun penjara.

Sumber: Kompas.com
Read More
Dikambinghitamkan, Yudi Setiawan Melawan Balik Kasih 4 'Peluru Maut' Ini untuk Elit PKS! Share!

Dikambinghitamkan, Yudi Setiawan Melawan Balik Kasih 4 'Peluru Maut' Ini untuk Elit PKS! Share!


CeriaNews.com - Pengusaha Yudi Setiawan siap membongkar dugaan korupsi para elite PKS. Dia tak takut dengan risiko konspirasi, bahkan kematian sekalipun. Tak ada lagi jalan lain selain melawan.

Yudi membeberkan sejumlah transaksi yang diduga berhubungan proyek di kementerian yang dipimpin elite PKS tersebut. Tak hanya kesaksian, Yudi juga punya bukti transfer, catatan keuangan, hingga risalah rapat yang bisa membuat kasus jadi terang.

Apa saja peluru maut milik Yudi? Ini empat di antaranya seperti diberitakan



Yudi Setiawan mengaku telah membayar Rp 1,9 miliar untuk Presiden PKS Anis Matta. Itu adalah fee sebesar 1 persen dari total anggaran Rp 189 miliar. Duit itu sengaja digelontorkan guna mendapatkan persetujuan pengadaan proyek benih kopi di Kementan.

Uang sebanyak itu diberikan lewat Ahmad Fathanah dengan cara transfer dan pemberian tunai. Belum jelas apakah ada duit yang sampai ke tangan Anis. Namun menurut Yudi, dia pernah berbicara langsung via telepon dengan sang presiden. Kala itu, Anis berpesan agar semua dititipkan pada Fathanah.

Anis yang dimintai konfirmasi belum memberikan respons. Namun sebelumnya dia selalu membantah terlibat dalam urusan ini.



Dakwaan KPK terhadap Luthfi Hasan Ishaaq juga menyebut upaya pencarian dana PKS untuk menghadapi Pemilu 2014. Tak tanggung-tanggung, PKS menargetkan mendapatkan dana Rp 2 triliun untuk menghadapi pemilu.

Hal ini terungkap berkat 'nyanyian' Yudi Setiawan. Pada 12 Juli 2012 lalu, Luthfi bersama Yudi Setiawan dan Ahmad Fathanah pernah bertemu. Tujuan untuk konsolidasi pemenuhan dana PKS. Skema rapat masih tersimpan di dokumen Yudi.

Dalam pertemuan itu, Yudi merancang dari mana PKS bisa mendapatkan dana sebesar itu. Kesimpulannya, dana itu akan didapat dari proyek di tiga kementerian yang dipimpin oleh kader PKS.

"Dari Kementan Rp 1 triliun, Kemensos Rp 500 miliar dan Kemenkominfo Rp 500 miliar," papar jaksa KPK Avni.

Tiga orang peserta rapat yang hadir pun mendapat tugas. Yudi bertugas untuk menyebar uang panjer proyek. Sedangkan Luthfi tugasnya untuk mengawal proyek berdasarkan relasi partai, kalangan kementerian dan DPR.

"Saya ditugaskan sebagai orang yang cari duit untuk Pemilu 2014. Saya tidak mengejar imbalan proyek. Saya ini nggak kejar proyek, saya kejar kesejahteraan petani. Saya nggak main proyek," kata Yudi saat ditemui di Kalsel.

Para politisi PKS yang dikonfirmasi soal ini ramai-ramai membantah. Mereka menyebut sumber dana PKS selalu dari donatur anggota dan kelompok lain yang halal.



Jaksa Penuntut Umum KPK memasukkan sedikitnya 9 proyek yang berkaitan dengan kasus Luthfi Hasan Ishaaq. Proyek-proyek inilah yang digarap Luthfi, Fathanah bersama pengusaha Yudi Setiawan.

Proyek-proyek tersebut antara lain: pengadaan benih jagung hibrida, bibit kopi, bibit pisang dan kentang, laboratorium benih padi, bantuan bio komposer, bantuan pupuk NPK, bantuan sarana Light Trap, pengadaan hand tractor dan kuota daging sapi.

"Dalam proyek tersebut disepakati bahwa proyek-proyek di Kementan RI akan diijon oleh terdakwa dan pelaksanaan pekerjaannya akan diserahkan kepada Yudi Setiawan dengan komisi sebesar 1 persen dari nilai pagu anggaran. Yang mana pengurusan komisi tersebut dipercayakan kepada Ahmad Fathanah," ujar jaksa Guntur Ferry di Pengadilan Tipikor, Senin (24/6) lalu.

Saat ditemui Majalah detik, Yudi mengakui sejumlah proyek ini. Khusus untuk pengadaan laboratorium benih padi, Yudi mengatakan pagu anggarannya Rp 175 miliar. Lalu duit Rp 1,7 miliar diserahkan sebagai uang semir kepada Fathanah. Total sudah belasan miliar uang yang digelontorkan Yudi pada Fathanah.


Yudi Setiawan merasa dikorbankan oleh para elite partai yang menjalin kerjasama proyek dengannya. Karena itu, dia siap membongkar semua kasus yang ada. Meski nyawa taruhannya.

Saat ini, Yudi menjalani sidang kasus dugaan korupsi pengadaan alat peraga dan sarana penunjang pendidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, tahun 2011 senilai Rp 50,4 miliar. Dalam kasus ini, Yudi merasa dijebak. Tak hanya itu, istrinya pun ikut diseret-seret masalah hukum.

“Saya di sini (Kalsel) kan enggak ada urusan sama sekali, enggak pernah ke Kalsel, baru ke Kalsel, ya ditangkap ini,” keluhnya.

Tak heran, Yudi yang sakit hati karena jadi korban konspirasi siap membongkar semuanya. Pengusaha muda ini tak ingin mati penasaran.

"Kalau saya diam juga mati, ya mending saya bongkar, sama-sama matinya. Biar nggak mati penasaran. Biar publik tahu kebenarannya," terang Yudi saat ditemui Majalah detik.(Detik.com)
Read More
Pengakuan Bapak Ini soal Papua Dulu & Sekarang Bikin Kaum Haters Jokowi Insaf! Share!

Pengakuan Bapak Ini soal Papua Dulu & Sekarang Bikin Kaum Haters Jokowi Insaf! Share!


Artikel berikut ditulis oleh Bapak Ardian Madika pada halaman facebooknya:

Papua dulu dan Papua kini.

Beberapa tahun lalu saya pernah tinggal menetap kuliah dan kerja di Papua selama duabelas tahun lamanya.

Saya sering berkunjung ke berbagai daerah dan keliling seluruh Pulau di Papua karena tuntutan pekerjaan saat itu.

Dari seringnya mengadakan perjalanan ke daerah diberbagai kabupaten di Papua, saya betul merasakan bagaimana pemerintah saat itu sama sekali tidak ada perhatian dan kepedulian dengan Papua, Papua hanya dijadikan sebagai ladang menguras kekayaan bumi Cendrawasih saat itu tapi soal pembangunan sangat minim.

Sebagai pendatang dari Pulau Sulawesi saat itu saya tidak kaget karena jangankan Papua saat itu, Sulawesi dan Indonesia Timur lainnya memang sama sekali tidak begitu diperhatikan pemerintah pusat.

Saya menyaksikan bagaimana Harga bensin di puncak jaya kisaran diatas Rp 50.000 per liter, bagaimana satu sak Semen bisa mencapai Rp 750.000 sampai Rp 1.000.000.

Saya menyaksikan Bagaimana daerah perbatasan di Skow Jayapura tak ubahnya seperti bilik-bilik barak tentara. Sungguh sangat terlihat Negara tetangga PNG saat itu perbatasannya jauh lebih bagus bangunannya. Seakan PNG saat itu lebih maju daripada Indonesia.

Saat berkunjung ke Perusahaan tambang terbesar di Timika itu saya menyaksikan bagaimana perusahaan itu benar-benar setiap hari menguras hasil bumi Cendrawasih tetapi hasilnya sama sekali tidak sebanding dengan hasil pembangunan yang didapat dari pusat untuk Papua.

Berbagai tuntutan merdeka saat itu dikumandangkan oleh berbagai pihak, terkadang sebagai warga pendatang ditempat itu saya kadang sangat memaklumi tuntutan saudara-saudara itu.

Mereka menuntut keadilan pembangunan disemua bidang, mereka menuntut hasil pembangunan dan bukan cuma dikeruk hasil buminya.

Kini di pemerintahan Pak Jokowi yang baru berumur dua tahun lebih Daerah itu kini menampilkan Wajah baru Harga Bensin yg selama ini timpang disamakan harganya diseluruh Indonesia itulah keadilan.

Listrik yang sangat kurang menyentuh pedalaman Papua perlahan namun pasti semakin dirasakan oleh masyarakat Papua.

Perbatasan yg dulu tak ubahnya sebagai barak-barak tentara kini berubah megah dan cantik.

Jalan Trans Papua kini sementara dikebut dan semakin menunjukkan hasilnya.

Baru dipemerintahan inilah daerah itu benar-benar merasakan sentuhan tangan pemerintah pusat dalam pembangunan yg saman dulu apalagi saman Suharto hanya menjadi daerah Operasi militer.

Papua Negeri yang cantik nan Indah akan terus bergeliat tak ubahnya seperti burung Cendrawasih menjadi Daerah maju makmur dan tentram
Terharu bila merenung bagaimana Papua jika Pakdhe Jokowi memimpin Bangsa ini dua periode, maka Tentunya Papuapun tidak akan lagi tertinggal dalam banyak hal.

Semoga diperiode berikut Pak Jokowi bisa terpilih lagi dan diberikan kesehatan dan umur panjang, biar bisa menuntaskan pembangunan yang merata diseluruh Pelosok Papua secara kusus dan seluruh pelosok Negeri ini secara umum.

Sumber: FB Ardian Madika

Silahkan dishare jika berkenan, terima kasih.
Read More
Menkopolhukam Wiranto Permalukan Rizieq Yang Minta Rekonsiliasi Dengan Pemerintah

Menkopolhukam Wiranto Permalukan Rizieq Yang Minta Rekonsiliasi Dengan Pemerintah


CeriaNews.com - Pemerintah menganggap permintaan imam Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, supaya pemerintah melakukan rekonsiliasi atau tindakan pemulihan hubungan dengan kalangan ulama di Indonesia, tidak tepat.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyampaikan, hal itu adalah sikap resmi pemerintah atas permintaan rizieq yang saat ini tengah berada di Arab Saudi, serta tidak kunjung memenuhi panggilan Kepolisian Daerah Metro Jaya itu.

"Rekonsiliasi itu istilah yang sangat berat ya. Itu antara satu badan pemerintah dengan satu badan yang kira-kira setara dengan pemerintah, itu namanya rekonsiliasi. Tapi, warga negara dengan warga negaranya itu tidak ada istilah rekonsiliasi. Kurang tepat," ujar Wiranto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 20 Juni 2017.

Wiranto berpandangan, alih-alih meminta rekonsiliasi, Rizieq yang saat ini sedang terjerat kasus dugaan chat mesum bermuatan pornografi, lebih baik fokus terhadap proses hukum yang sedang ia jalani.

Menurut Wiranto, mekanisme hukum di Indonesia adil.

Dengan demikian, bila dapat membuktikan dirinya tak bersalah, mekanisme hukum di Indonesia juga bisa memberi keputusan yang adil kepada Rizieq.

"Hukum itu kan ada celah-celah yang dapat dilakukan satu langkah-langkah koordinasi. Hukum pidana ada, hukum perdata juga ada," ujarnya.

"Ada ruang-ruang untuk bagaimana adanya satu kesepakatan-kesepakatan yang mengarah para proses hukum itu sendiri. Tapi bukan rekonsiliasi. Rekonsiliasi itu antara rakyat dengan pemerintahnya kan tidak ada."

Sumber: viva.co.id
Read More
Ini Hal Mengerikan Yang Akan Diterima Fahri Hamzah Cs Jika Sampai Berani Boikot Anggaran Polri

Ini Hal Mengerikan Yang Akan Diterima Fahri Hamzah Cs Jika Sampai Berani Boikot Anggaran Polri


CeriaNews.com - Pak kapolri jenderal tito karnavian yang kami hormati, anda tidak usah takut menghadapi gertakan para wakil bukan rakyat ( DPR) yang akan memboikot anggaran polri tahun 2018

Kami rakyat yang selama ini tidak pernah merasa diwakili oleh fahri hamzah, fadli zon dan konco konconya akan setia berada dibelakang korps bhayangkara yang anda pimpin

Mereka para anggota dewan yang tidak punya kehormatan ini tidak akan punya nyali untuk memboikot anggaran Polri tahun 2018

Sebab jika mereka para anggota dewan tetap Ngotot dan ngeyel melakukan aksi konyol tersebut, bapak selaku pimpinan tertinggi korps bhayangkara jangan kalah nyali dengan mereka

Tanpa polri emangnya mereka bisa apa coba??

Berikut ini saran kami selaku rakyat jelata jika nantinya anggaran buat polri benar benar diboikot oleh komplotan fahri hamzah cs:

1. Tarik semua pamdal di dpr supaya mereka bebas saling tinju satu sama lainnya jika terjadi keributan yang biasanya terjadi di gedung dpr. Biarkan saja muka mereka pada bonyok akibat saling tinju

2. Jika ada anggota dewan berkunjung ke suatu daerah lalu diburu dan mau dihabisi oleh masyarakat setempat yang tidak menyukainya , polri tidak usah repot repot mengamankan anggota dewan tersebut, biarkan saja mereka dijadikan bubur ayam seperti yang pernah terjadi pada fahri hamzah saat berkunjung ke manado

Andai polri saar itu tidak turun tangan mati matian mengevakuasi fahri hamzah dari amukan masyarakat manado yang sudah geram,  entah bakalan jadi apa dia sekarang dan mungkin hanya bajunya saja yang pulang

3. Kalau ada rumah anggota dewan yang jadi sasaran penembakan misterius, polri tak usah repot repot melakukan penyelidikan, biar saja diselidiki sendiri toh mereka merasa paling hebat

4. Polri tak usah lagi repot repot mengawal anggota dewan yang berkunjung ke daerah pakai mobil nguing nguing lagi dan biarkan saja mereka tanpa pengawalan polri

5. Polri tidak perlu lagi repot repot mengerahkan anggotanya buat berjaga jaga di gedung DPR Ketika ada aksi unjuk rasa mahasiswa atau rakyat yang marah dengan ulah para anggota dewan

Masih basah dalam ingatan kami ketika ada seorang netizen mengancam nyawa fadli zon,  tiba tiba saja dia ketakutan dan merengek rengek berteriak supaya presiden jokowi melindungi dirinya

Mungkin fadli zon lupa kalau sampai anggaran buat polri diboikot kepada siapa dia akan teriak minta tolong??  Siapa yang akan mengamankan dirinya dari ancaman orang tersebut??

Tentu saja kepada polri  dia ( fadli zon) akan minta tolong dan bukan kepada FPI

Sumber: kiriman pembaca beraninews.com
Read More