CeriaNews.com
Terungkap! Mantan Jenderal Polisi Ini Yg Sebabkan Saksi Ahok KH Ahmad Ishomuddin Dipecat Dari MUI

Terungkap! Mantan Jenderal Polisi Ini Yg Sebabkan Saksi Ahok KH Ahmad Ishomuddin Dipecat Dari MUI


CeriaNews.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) disebut telah memecat KH Ahmad Ishomuddin, saksi ahli agama Islam yang juga rais syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Jakarta dan dosen Fakultas Syari’ah IAIN Raden Intan, Lampung.

Pemecatan dilakukan karena pernyataan Ishomuddin saat menjadi saksi meringankan untuk terdakwa penista agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bisa memecah belah umat Islam.

Komisi hukum MUI, Anton Digdoyo, mengatakan, pemecatan terhadap Ishomuddin dilakukan setelah Anton mengirim kirim pesan WA ke ketum dan waketum MUI Pusat usai sidang Ahok, Selasa (21/3/17), malam.

Pesan agar Ishomuddin juga ditembuskan ke sekjen MUI. Dalam pesannya Anton menyatakan, pihaknya akan keluar dari MUI.

"Jika tidak dipecat dalam waktu satu bulan ke depan, saya resign dari MUI," ujar Anton dalam pesannya tertulisnya yang diterima Republika.co.id, Kamis (23/3/17).

Mantan jenderal polisi ini menuturkan, pemecatan terhadap Ishomuddin terpaksa dilakukan karena pernyataannya dalam membela Ahok telah meresahkan umat Islam. Karena dalam kesaksiannya, Ishomuddin menyatakan surah al-Maidah ayat 51 sudah tak relevan lagi.

Padahal, Alquran itu berlaku sejak kenabian Muhammad SAW 15 abad silam sampai hari kiamat.

"Alhamdulillah Pimpinan MUI Pusat sudah hubungi saya Kamis 23 Maret 2017 bahwa yang bersangkutan (Ishomudin) telah dikeluarkan dari MUI. Insya Allah, PBNU akan bersikap sama dengan MUI," katanya.

Mantan ajudan presiden kedua ini menuturkan, menafsirkan Alquran terutama ayat-ayat krusial itu ada penjelasan dari Rasulullah SAW yang dicatat dengan rapi dan rinci oleh para sahabat Nabi lalu dibukukan denga rapi pula.

 "Berjilid-jilid hadis dan kitab tafsir pascaturunnya wahyu terakhir al-Maidah ayat 3 yang artinya 'Hari ini telah Aku sempurnakan agamamu dan Aku sempurnakan pula nikmatku dan aku ridha Islam sebagai agamamu'."

Jadi, kata Anton, menafsirkan ayat Alquran tidak boleh ditambah atau dikurangi karena sudah dijadikan dalil baku ulama sampai hari kiamat.

"Termasuk menafsirkan Alquran wajib dengan penjelasan Rasulullah SAW. Karena itu dengan tegas Nabi berkata, 'Siapa yang tafsirkan Alquran dengan pikirannya atau pendapatnya sendiri maka telah disiapkan tempatnya di neraka'."

Anton mengatakan, jika Ishom sampai berkata bahwa Alquran surah al-Maidah ayat 51 tak berlaku lagi, harus ditanyakan apa dasarnya. "Harus ada dasarnya dari Alquran atau sunah, semua harus dari penjelasan Nabi SAW," katanya.

sumber: republika.co.id
Read More
Video Pilihan! Najwa Histeris Deg-Deg-an Dikerjai Ahok & Ahok Baper Dengar Kata OCE

Video Pilihan! Najwa Histeris Deg-Deg-an Dikerjai Ahok & Ahok Baper Dengar Kata OCE


CeriaNews.com - Ternyata Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bisa membuat presenter cantik Najwa Shihab menjadi panik. Najwa sempat dibuat berdebar-debar karena Gubernur DKI Jakarta ke-17, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Hal ini ditunjukkan dalam video di akun Instagram miliknya@najwashihab, Sabtu (18/3/2017). Ahok sukses membuat Najwa Shihab deg-degan.

Video yang diberi judul "Di Balik Layar Mata Najwa: DAG DIG DUG MENANTI AHOK", menampilkan detik-detik live acara yang dipandu Najwa Shihab.

"Pak Ahok yang tadi bikin saya deg-degan, karena bohong. Bilang masih jauh ternyata sudah di depan," kata Najwa disambut tawa penonton.

"Jadi dari awal dia (Ahok) sudah ngerjain saya duluan nanti saya bakal gantian ngerjain," lanjut Najwa.

Sebelumnya, dalam video berdurasi satu menit tersebut, Najwa tampak panik karena Ahok yang menjadi bintang tamu hingga acara akan dimulai tak kunjung datang. Ahok baru datang sekitar lima menit sebelum acara dimulai.

"Dia (Najwa) stress, aku juga stress," kata Ahok sambil bergegas menuju ruangan.

"Pak Ahok please tolongin gue. Dia WA bilang masih jauh gue sampai stress," kata Najwa sambil menjabat tangan Ahok.

"Gue harap Nana (sapaan akrab Najwa) sakit perut terus nggak jadi wawancara," canda Ahok.

"Ahok vs Najwa.
Cek video lengkapnya di najwashihab.com
Cerita #dibaliklayar #matanajwa
#behindthescenes #najwashihab," tulis Najwa sebagai caption.



Selain momen Najwa yang dibuat deg-degan oleh Ahok, ternyata Ahok juga pernah dibuat baper olehnya. Ternyata ada satu kata yang belakangan bikin baper calon Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama.

Pengakuan ini muncul di sela-sela jeda iklan Mata Najwa episode AHOK DI PUTARAN DUA. Najwa waktu itu menyebutkan kata 'oke' dengan 'oce', yang merupakan kata khas pasangan lawan Ahok, Anies Baswedan-Sandiaga Uno.



Sumber: berantai.com
Read More
Meski Di Daerah FPI & Rizieq, Warga Petamburan Ini Ungkap Alasan Mengejutkan Dukung Ahok-Djarot!

Meski Di Daerah FPI & Rizieq, Warga Petamburan Ini Ungkap Alasan Mengejutkan Dukung Ahok-Djarot!


CeriaNews.com -Tokoh masyarakat RW 06, Komplek Perikanan, Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, H. M Nurman menyatakan dukungan terhadap Ahok dan Djarot, meski wilayahnya diketahui sebagai kawasan kontra pasangan petahana itu.

Adapun dukungan ini sudah dipertimbangkan matang-matang lantaran ada beberapa alasan menyatakan dukungan itu.

"Haji Djarot merupakan sosok yang jujur, bersih, dan anti-korupsi dan itu yang membuat kami yakin bahwa dia mampu memimpin Jakarta ke depan," kata Nurman, di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (23/3/2017).

Di samping itu, kata Nurman, pasangan Ahok-Djarot pun telah banyak membantu masyarakat Jakarta terutama dengan kartu Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Sehat (KJS).

Sehingga, mereka cendrung memilih pemimpin yang berpengalaman dan anti korupsi.
"Banyak tokoh-tokoh NU juga yang sudah mengikrarkan diri untuk mendukung Ahok-Djarot," tandasnya. [rok]
Read More
Ahok Jenguk Orang Sakit, Pengakuan Ibu Ini Tunjukkan Ketulusan Ahok! Share!

Ahok Jenguk Orang Sakit, Pengakuan Ibu Ini Tunjukkan Ketulusan Ahok! Share!


CeriaNews.com - Calon gubernur nomor pemilihan dua DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjenguk seorang warga yang sudah enam tahun terkena stroke, Abdul Ghani (77).

Berdasarkan pantauan Kompas.com, Ghani terbaring di lantai dan hanya beralaskan tikar. Tubuhnya dibalut oleh selimut tipis. Ghani terlihat sudah tak dapat memahami pembicaraan orang-orang di sekelilingnya. Bahkan, dia juga terlihat kesulitan berbicara.

Ia merespon dengan menyalami orang-orang yang ada di dekatnya. Istri Ghani, Siti Hadijah (70), mengaku terkejut sang suami dijenguk oleh Ahok. Sebab, sebelumnya ia tak mengenal dan tak pernah berkomunikasi dengan Ahok.

Hadijah menceritakan, saat menjenguk suaminya, Ahok sama sekali tak menyinggung mengenai kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017.

"Pas Pak Ahok jenguk suami saya, enggak ada bilang pilih-pilih. Pak Ahok sama sekali enggak bicara dukungan," kata Hadijah, kepada wartawan, di rumahnya RW 012, Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (23/3/2017).

Ahok, kata dia, mempertanyakan mengenai kesehatan Ghani. Kemudian mempertanyakan fasilitas kesehatan yang didapatkan Ghani, seperti kartu BPJS Kesehatan.

Selain itu, kata Hadijah, Ahok juga menanyakan mengenai program "Ketok Pintu Layani dengan Hati". Program itu merupakan program dokter yang mendatangi warga yang menderita sakit di rumah.

"Dokter dari puskesmas terdekat pernah datang, 1-2 kali. Ya, cukup bagus pelayanannya," kata Hadijah.

Dia menceritakan, sang suami telah menderita stroke selama enam tahun. Ghani sudah tak bisa berjalan dan hanya dapat bergerak pelan-pelan.

Dia berkali-kali rawat inap di RSUD Koja dan Rumah Sakit Mulyasari. Hanya saja, kini Ghani memilih untuk pengobatan terapi di rumah.

Sumber: Kompas.com
Read More
Sungguh Miris! Lantaran Bela Ahok, Dosen Ini Dipecat Majelis Ulama Indonesia!

Sungguh Miris! Lantaran Bela Ahok, Dosen Ini Dipecat Majelis Ulama Indonesia!


CeriaNews.com - KH Ahmad Ishomuddin, saksi ahli agama yang meringankan Terdakwa kasus penistaan agama Basuki T. Purnama kemarin, sudah bukan lagi pengurus Majelis Ulama Indonesia.

Sebelumnya, dosen IAIN Raden Intan Lampung ini merupakan Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI.

"Kemarin dalam rapat, diinformasikan (Ahmad Ishomuddin) sudah di-PAW, digantikan orang lain," jelas Wakil Ketua Umum MUI Prof. Yunahar Ilyas kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu (Rabu, 22/3).

Bahkan informasi dari Rais Aam PBNU yang juga Ketua Umum MUI KH Maruf Amin, yang bersangkutan sudah tidak lagi menjadi Rais Syuriah PBNU.

"Sudah diturunkan menjadi Tanfidz," sambung Prof. Yunahar.

Terkait pengakuan KH Ahmad Ishomuddin bahwa dia tidak diundang dalam membahas masalah Ahok, Prof. Yunahar tidak begitu mengetahui.

Lagi pula, tidak ada keharusan semua anggota hadir.

"Apalagi yang mengurus ini pengurus harian. Dia tidak pengurus harian," sambungnya.

Soal alasan pencopotan, dia menambahkan, karena KH Ahmad Ishomuddin tidak sejalan dengan sikap MUI dan Komisi Fatwa.

Dalam kesaksiannya kemarin, KH Ahmad Ishomuddin mengaku atas nama pribadi. Dia antara penjelasannya, dia menyampaikan pendapat keagamaan MUI menjadi pemicu masalah Ahok menjadi besar. Apalagi, sikap MUI tersebut dikeluarkan tanpa ada klarifikasi terlebih terhadap Ahok.

Dia sendiri mengaku tidak dilibatkan dalam proses pembuatan Pendapat Keagamaan MUI tersebut. "Saya tidak ikut dilibatkan," tandasnya. (rmol)[www.tribunislam.com]
Read More
"Kucing-kucingan" dengan Media selama Kampanye, Ahok Akhirnya Ungkap Alasannya!

"Kucing-kucingan" dengan Media selama Kampanye, Ahok Akhirnya Ungkap Alasannya!


CeriaNews.com - Sudah tiga pekan masa kampanye putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017 berjalan, jadwal kegiatan calon gubernur nomor pemilihan dua DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, terbilang paling tak diketahui dibandingkan calon lainnya.

Langkah Ahok ini berbeda dengan calon wakil gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, maupun pasangan calon gubernur-wakil gubernur nomor pemilihan tiga DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Adapun Djarot, Anies, dan Sandiaga selalu memberitahukan agenda kampanye mereka kepada awak media.

Sementara itu, Ahok tak memberi informasi mengenai agenda kampanyenya kepada awak media.

Bahkan, Ahok beberapa kali blusukan mengunjungi warga tanpa mengikutsertakan awak media.

Kegiatan Ahok baru diketahui awak media setelah Mantan Bupati Belitung Timur itu mengunggah foto atau video melalui akun media sosialnya.

Tim suksesnya juga pernah merekam kegiatan blusukan Ahok melalui live Facebook sehingga awak media yang ditugasi untuk meliput Ahok, hanya dapat menonton dan mentranskrip kegiatan Ahok melalui video live Facebook.

Kini, awak media diberi kesempatan untuk mewawancarai Ahok di kantor milik Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan versi Muktamar Jakarta, Djan Faridz, di kawasan Jalan Proklamasi Nomor 53, Jakarta Pusat.

Biasanya, sesi wawancara dilakukan pada sore hari usai Ahok shooting untuk tayangan program televisi.

Ahok beralasan harus memaksimalkan waktu kampanye yang hanya berlangsung 7 Maret hingga 15 April 2017.

"Waktu sudah pendek kan, orang mau kasih masukan apa, kami langsung tahu. Kami cek kesehatan (kinerja Dinas Kesehatan) atau nanti ada ide baru lagi," kata Ahok, di Jalan Proklamasi Nomor 53, Jakarta Pusat, Rabu (22/3/2017).

Alasan Ahok

Hal serupa juga terjadi pada masa kampanye putaran pertama Pilkada DKI Jakarta 2017. Ketika itu, kegiatan Ahok kerap tak diketahui awak media.

Hanya saja, awak media tetap diizinkan untuk meliput kegiatannya menemui warga di lapangan.

Lantas, apa alasan Ahok selama ini "kucing-kucingan" dengan awak media?

Ahok menjawab, untuk putaran pertama Pilkada DKI Jakarta 2017, ia mempersilakan media meliputnya karena kegiatannya lebih banyak mengunjungi proyek pembangunan Pemprov DKI Jakarta.

"Kalau kampanye putaran pertama, saya memanfaatkan waktu cuti saya mengunjungi proyek-proyek normalisasi. Kenapa kalian semua (awak media) ikut (blusukan), karena kan lihat proyek," kata Ahok.

Sementara itu, pada kampanye putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017, Ahok fokus menjenguk warga yang terbaring sakit di rumah.

Dia ingin mengetahui apakah program "Dasawisma PKK" dan "Ketok Pintu Layani dengan Hati" milik Dinas Kesehatan DKI sudah terealisasi.

"Kalau wartawan datangi orang sakit sampai masuk (rumah), kan enggak enak. Belum tentu juga mereka (orang sakit) setuju (wartawan ramai-ramai masuk ke rumah)," kata Ahok.

Mantan politisi Partai Golkar itu berdalih wawancaranya bersama awak media sudah termasuk kampanye.

Sebab, menyampaikan visi, misi, serta program yang telah maupun akan dilaksanakan Ahok-Djarot jika kembali memimpin Ibu Kota.

"Saya setiap kali dicutikan, saya manfaatkan mengecek pekerjaan. Begitu saya aktif lagi (jadi gubernur), begitu rapim, akan saya bahas. Jadi cepat," kata Ahok.

Sumber: kompas.com
Read More
Diduga Palsukan Tandatangan Kuitansi Pembayaran Tanah, Sandiaga Terancam Hukuman 6 Tahun Penjara

Diduga Palsukan Tandatangan Kuitansi Pembayaran Tanah, Sandiaga Terancam Hukuman 6 Tahun Penjara


CeriaNews.com - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno bersama rekan bisnisnya Andreas Tjahyadi kembali dilaporkan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya.

Sandiaga dan Andreas dilaporkan atas tuduhan pemalsuan kuitansi pembayaran atas aset tanah.

Sandiaga dan Andreas dilaporkan oleh Fransiska Kumalawati Susilo dengan nomor LP/1427/III/2017/PMJ/Dit.Reskrimum pada Selasa (21/3/2017), atas kasus pemalsuan.

Keduanya disangkakan Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

Fransisca mengatakan, dalam kasus ini ditemukan kuitansi yang menyatakan Djoni Hidayat selaku penerima kuasa atas tanah telah menerima uang dari pihak pembeli lahan.

Namun, nyatanya Djoni tidak pernah menandatangani kuitansi apa lagi menerima uang.

"Kita sudah ngecek itu Djoni tidak merasa menerima uang itu, kedua tidak pernah menandatangani kuitansi. Tandatangannya pun berbeda," ujar Fransisca saat dihubungi awak media, Jakarta, Rabu (22/3).

Dijelaskan dia, dari hasil penjualan tanah senilai Rp 12 miliar itu Djoni hanya pernah menerima Rp 1 miliar yang digunakan untuk pemutusan kontrak kerja karyawan PT Japirex.

Selebihnya, pihak Djoni merasa tidak pernah menerima hasil penjualan tanah itu.

"Saya tidak tahu uang pemutusan kerja dari PT itu dianggap sebagai uang apa oleh Andreas dan Sandiaga," ujar dia.

Laporan ini masih berkaitan dengan laporan sebelumnya, yakni penjualan aset tanah di Jalan Curug Raya KM 3.5, Tangerang Selatan.

Laporan pertama Fransisca tertuang dalam surat laporan polisi bernomor LP/1151/III/2017/PMJ/Dit.Reskrimum.

Dalam laporan itu, Sandiaga dituduh telah melanggar Pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Kasus ini bermula, ketika Sandiaga dan Andreas Tjahyadi berencana menjual aset tanah PT Japirex seluas sekitar 6 ribu meter persegi yang berlokasi di jalan Curug Raya KM 3.5 Tangerang Selatan.

Di belakang tanah aset PT Japirex itu terdapat tanah seluas 3 ribu meter persegi milik Djoni Hidayat.

Diketahui Djoni Hidayat juga tercatat sebagai manajemen di PT Japirex.

Tanah 3 ribu meter milik Djoni itu adalah tanah titipan dari mendiang Happy Soeryadjaya yang tak lain adalah istri pertama dari konglomerat Edward Soeryadjaya.

Sandiaga dan Andreas mengajak Djoni untuk ikut menjual tanahnya dengan iming-iming akan ada keuntungan dengan penjualan itu.

Akhirnya lahan seluas 9 ribu meter persegi itu terjual seharga Rp 12 miliar pada tahun 2012 lalu.

Tapi, Djoni hanya menerima Rp 1 miliar hingga pihaknya membuat laporan ke Polda Metro Jaya.

Pihak mendiang Happy Soeryadjaya mengaku tak pernah menerima pembagian uang hasil penjualan tanah tersebut.

Djoni yang diwakilkan Fransiska Kumalawati Susilo melaporkan Sandiaga dan Andreas Tjahyadi pada 8 Maret 2017

sumber: merdeka.com
Read More
Ini Program Ahok untuk Menjamin Air Bersih di Jakarta

Ini Program Ahok untuk Menjamin Air Bersih di Jakarta


CeriaNews.com - Di Hari Air se-Dunia yang jatuh pada hari ini, Rabu (22/3/2017), cagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan bahwa dia masih mengusahakan air bersih untuk semua warga Jakarta. Salah satu cara yang dilakukan oleh Ahok adalah dengan penggabungan air limbah dengan air bersih.

"Kita sudah lakukan sekarang, bukan trobosan. Yang akan datang mau penggabungan antara air limbah dan air bersih. Kita sudah selesai membuat infrastrukrut dimana pengolahan air limbahnya, apa kita kerjasama swasta atau jual saham atau BUMD yang bangun, lalu kita beli pelan-pelan. Kita ingin pengolahan air limbah untuk air bersih," kata Ahok saat ditemui di Jalan Talang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/3/2017).

Selain itu, Ahok juga mengatakan bahwa saat ini Pemprov DKI sedang memperbanyak waduk di Jakarta. Namun, waduk-waduk tersebut belum bisa semua dibangun. Sementara waduk yang sudah ada akan digunakan untuk mengelolaan air limbah menjadi air bersih. Salah satu waduk yang akan digunakan untuk pengelolaan air limbah adalah waduk Pluit dan waduk Setiabudi.

"Kita lagi beli banyak waduk. Waduk pun belum semua kita bikin. Karena untuk mengelola air limbah harus banyak waduk, seperti waduk Setiabudi, salah satu waduk Pluit. Waduk Pluit juga belum digali semua kenapa, karena tanggul lautnya belum (selesai). Kita lagi kerjakan tanggul lautnya. Kalau tanggul laut sepanjang (Jakarta) Utara nggak rapi, ini juga nggak bisa," papar Ahok.

"Semua ada tahapannya. Yang pasti orang Jakarta pasti dapat air bersih, harus pasang pipa air limbah. Kalau nggak sanggup bayar, kami subsidi," imbuhnya.

Terkait tarif air bersih untuk warga Jakarta, Ahok menjamin bahwa Pemprov DKI akan mensubsidi bagi orang yang tidak mampu. Untuk warga tidak mampu, Ahok mengatakan mereka akan dikenakan tarif hanya Rp 1.050 per meter kubik. Namun, jumlahnya dibatasi hanya 10 kubik.

"Kita tarifnya mengadministrasikan keadilan sosial, orang miskin nggak dinaikan tetap Rp 1.050 per meter kubik. Tapi cuma 10 kubik. Kalau kamu pakai lebih 10 kubik kamu bukan orang nggak mampu. Sekarang sambung air bersih kmu nggak bayar uang," ujar Ahok.

Sumber: detik.com
Read More
Ahok Luncurkan KJL (Kartu Jakarta Lansia), Anies Nyinyir Begini..

Ahok Luncurkan KJL (Kartu Jakarta Lansia), Anies Nyinyir Begini..


CeriaNews.com -Program Kartu Jakarta Lansia akan diluncurkan oleh pasangan Cagub-Cawagub petahana Basuki Tjahja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat sebelum periode masa jabatan berganti. Menanggapi hal tersebut, Cagub DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menyebut gagasan semacam KJL telah dicanangkannya lebih dahulu.

"Memang kalau ide bagus itu sering ditiru yah. Jadi warga Jakarta inilah contoh bahwa anda nanti akan nyaksikan ide-ide baru, ide-ide original yang bermanfaat buat warga Jakarta," ujar Anies di kediamannya di Jalan Lebak Bulus Dalam II, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (22/3/2017).

Anies tidak mempermasalahkan jika ide dan gagasan pihaknya tersebut ditiru. Bahkan hal tersebut menjadi pesan kepada warga Jakarta bahwa Anies-Sandi mampu melahirkan terobosan untuk warga Jakarta.

"Jadi kalau tim Pak Basuki Pak Djarot meniru, ini adalah pesan untuk warga Jakarta, bahwa ide yang dibawa Anies-Sandi itu bagus loh, bahkan sampai ditiru. Ini pesannya untuk warga Jakarta. Jadi kalau yang ingin terobosan-terobosan, yang genuein, yang bermanfaat, kami akan terus bukan hanya saat kampanye. Lima tahun ke depan, kita akan memimpin, kami akan terus dorong," jelas Anies.

Demikian hal dengan moda transportasi terintegrasi. Anies-Sandi sebelumnya lebih dulu telah mencanangkan program transportasi ibu kota yang terintegrasi. Program tersebut diberi nama OK Otrip.

"Ya warga Jakarta bisa menilai siapa yang pernah bicara tentang integrasi duluan. Bedanya memang kami masih menjadi calon, dan ini sebenarnya bukti bahwa idenya bagus loh, bahkan langsung dilaksanakan," kata Anies.

Anies yakin pihaknya akan mampu menjalankan janji kampanyenya selama 5 tahun ke depan jika terpilih pada Pilgub DKI. Hal tersebut juga ditambah dengan program-program terobosan yang lebih baru.

"Kan program-program itu bukan hanya yang disusun ketika masa kampanye. Program-program itu sebagian disusun, dijalankan, muncul juga lima tahun ke depan," imbuh Anies.

"Anda warga Jakarta akan menemukan terobosan-terobosan yang banyak sekali lima tahun ke depan, bukan hanya yang tertulis di kampanye. Wong baru kampanye saja lawannya sudah meniru. Coba bayangkan, kami sih bersyukur karena pengakuan kebaikan sebuah gagasan itu saat dikutip, saat diadopsi, saat ditiru, itu sebetulnya pengakuan paling eksplisit," sambung Anies.

Sumber: detik.com
Read More
Istrinya Dituduh Pelanggaran Kampanye, Begini Tantangan Ahok ke Bawaslu! Share!

Istrinya Dituduh Pelanggaran Kampanye, Begini Tantangan Ahok ke Bawaslu! Share!


CeriaNews.com - Istri cagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Veronica Tan, diduga melakukan pelanggaran kampanye saat datang ke posyandu di RW 04, Cipinang Melayu, Jakarta Timur.

Vero, sapaan Veronica, diduga melakukan pelanggaran kampanye soal penggunaan fasilitas negara.

Ahok sendiri tidak terlalu ambil pusing dengan tuduhan yang dilayangkan pada istrinya.

Ahok malah menantang untuk membuktikan bila istrinya memang melakukan pelanggaran kampanye.

"Namanya diduga kok, diduga. Buktiin saja, ada nggak kampanye? Namanya juga diduga," ujar Ahok saat ditemui di Jalan Tanang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/3/2017).


Sebelumnya, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Jakarta Timur akan memanggil pihak Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur. Pemanggilan tersebut terkait dengan dugaan pelanggaran aturan kampanye yang dilakukan Veronica Tan, istri calon Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama, di RW 04, Cipinang Melayu.

Ketua Panwaslu Kota Jakarta Timur Sakhroji mengatakan menerima laporan dari warga terkait dengan kedatangan Veronica Tan ke acara posyandu di RW 04, Cipinang Melayu, pekan lalu.

"Tugas kita karena ada aduan ya harus kita tidak lanjuti. Cipinang Melayu itu ada acara Posyandu di RW 04 pada tanggal 16 Maret 2017. Pada saat itu, banyak warga yang datang memakai kotak-kotak dan di acara itu juga hadir Veronica Tan," kata Sakhroji saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (22/3/2017).

Dia mengatakan memang sempat ada pembicaraan antara liaison officer (LO) Partai NasDem dan kader posyandu untuk pemberian sumbangan.

Selain itu, Veronica Tan saat itu mensosialisasi program pemerintah yang sudah dilakukan dan yang belum.

Menurut Sakhroji, dugaan sementara ada pelanggaran kampanye dengan menggunakan fasilitas pemerintah.

"Dugaan sementara, pelanggaran kampanye dengan memanfaatkan fasilitas pemerintah. Berupa program posyandu," ucapnya.

sumber: detik.com
Read More